Jimin dan Taehyung memang bersahabat, mereka berteman sejak smp dan sudah banyak melalui tahap-tahap pertemanan yang pelik. Mereka pernah bertengkar sampai tidak saling menyapa selama setahun, adu pukulan pun pernah. Tapi anehnya, sampai detik ini persahabatan mereka masih utuh, sampai akhirnya sudah benar-benar berada di titik malas untuk ribut-ribut lagi. Setelah melalui semua itu, rupanya tidak menjadikan mereka sebagai kroni yang sering bertukar kabar, nyatanya Jimin jadi satu-satunya orang yang tidak tahu-menahu menyoal keberangkatan Taehyung ke luar kota selama 2 bulan terakhir.
"Aku paham kau cukup sibuk, tapi rasanya tetap aneh. Tugas apa yang membuatmu meninggalkan rumah sampai 2 bulan? Kau tidak sedang membangun jalan layang di kota sebelah, kan?" Jimin bertanya, setelah akhirnya menjumpai Taehyung lagi di bar langganan mereka-Taehyung baru kembali dari luar kota, belum sempat pulang dan langsung minum-minum dengannya.
"Aku memang keluar kota, tapi bukan untuk pekerjaan."
Taehyung sepertinya sedang berkata jujur, karena seperti yang Jimin lihat, sahabatnya itu bahkan masih membawa koper sampai ke dalam bar. "Karena Sujin?" Jimin merangkum sebuah kesimpulan di kepalanya, alasan apalagi yang membuat seorang pria meninggalkan rumah jika bukan untuk menghindari seseorang.
Melihat anggukan dari Taehyung membuat Jimin akhirnya mengerti. Untuk saat ini, melihat Taehyung yang begitu pendiam, ia jadi tidak mau ikut campur dengan menanyakan alasannya. Jimin hanya bicara seperlunya sambil menemani Taehyung minum-minum. "Kamar bayi yang kubuat sudah selesai, aku bertemu istrimu beberapakali, dia sedang menunggu hari persalinan. Serumit apa pun hubungan kalian kau harus berada di sisinya karena ini masa-masa yang genting."
"Aku, tau. Untuk itulah aku pulang." Taehyung mengguncangkan es di dalam gelasnya, menatap minuman itu kemudian meneguknya dalam sekali tegukan. Ia tidak semata-mata meninggalkan Sujin begitu saja, karena tahu Hyun Naree bisa menyakiti Sujin sewaktu-waktu. Keputusan terbaiknya, selama Taehyung tidak ada di rumah ia menugaskan beberapa satpam yang dipilih secara khusus untuk melindungi rumah di mana Sujin berada. Semua langkah sudah direncanakan, tidak mungkin ia pergi tanpa perhitungan.
"Bagus." Jimin menuang minumannya, dan kembali bicara. "Sekarang pulanglah ke rumah, Sujin butuh perhatianmu."
"Tidak, untuk sementara aku tinggal bersama Hyewon."
Jimin hampir tersedak wiskinya sendiri kalau ia tidak hati-hati menelan minumannya saat kebetulan mendengar Taehyung bicara barusan, si bungsu Kang itu membuat Jimin geleng-gelang kepala hari ini.
"Wah, kau memang sudah gila." Jimin menaruh gelasnya yang sudah kosong dengan sedikit kasar. "Aku pikir akulah yang paling brengsek di sini."
Jimin memang terkenal suka main perempuan sejak remaja, alasan kenapa pria itu belum menikah sampai sekarang adalah karena masih ingin hidup bebas berpetualang. Berbeda dengan Taehyung, walaupun memiliki pesona yang sempurna Taehyung jarang merespon wanita-wanita yang tertarik padanya. Yang Jimin ingat semasa sekolah Taehyung cuma pacaran satu kali, dan jauh sampai Taehyung dewasa hingga lulus barulah pria itu mengenal Hyewon untuk sebuah bertunangan, lalu hubungan itu kandas, dan malah menikah dengan Sujin. "Kau sudah di sini, kenapa tidak mau pulang ke rumah?! Jangan bertindak bodoh, Sujin membutuhkanmu!"
"I need someone to talk"
Jawaban Taehyung membuat Jimin menyumpah-serapah. "Alasan konyol macam apa itu? Aku mengerti kau butuh teman bicara karena hubunganmu dengan Sujin sedang tidak baik. Tapi, hey! Aku pun bisa menjadi pendengarmu yang baik."
"Kau tidak akan mengerti, Jimin!"
Taehyung mengetatkan rahangnya, mengingat kalimat Sujin sebelum dirinya pergi ke luar kota 2 bulan yang lalu. Dengan mulutnya sendiri, wanita itu berkata butuh waktu Taehyung telah mengabulkannya hingga detik ini, menuruti kemauan Sujin dengan tidak muncul di hadapannya. Taehyung melakukan semua ini dengan alasan Sujin sendiri, andai Sujin menghubunginya dan minta ia untuk pulang, Taehyung akan melakukannya! Pasalnya selama 2 bulan terakhir, Sujin bahkan belum pernah menghubunginya, itu sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan bahwa Sujin tidak membutuhkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Senoparty
FanfictionPada pertemuan pertama mereka Sujin langsung mengerti bahwa Kang Taehyung tertarik padanya, hal demikian juga dirasakannya. Tetapi sayangnya Sujin masih terlalu awam untuk tahu siapa pria itu, tanpa sadar keterlibatannya dengan Taehyung membuat Suji...
