22. For a destiny [FIN]

504 40 35
                                        

Sujin masih ingat pesan ayahnya, bahwa kata maaf bisa membuat hatinya lebih tenang. Liu Yuhan, pria itu pernah berkata, kedamaian batin tidak semata-mata datang begitu saja, sedalam apa pun luka di hatinya ingatlah untuk tetap menyisakan ruang maaf. Namun, jika ayahnya mau tahu, kenyataanya tidak sesederhana itu, setelah melihat apa yang terjadi di hadapannya, rasanya Sujin bisa memaafkan apa saja, kecuali sebuah pengkhianatan.

Karena pengkhianatan selalu terdengar menjijikan di telinganya, Sujin tidak mau memberi kesempatan apa pun lagi—termasuk kata maaf sekalipun. Karena di hari yang sama, tepat setelah memergoki perselingkuhan itu, Sujin memutuskan untuk tidak akan pernah kembali sampai kapan pun.

Hari itu, adalah pertemuan terakhir mereka.

Sujin tidak mau tanggung-tanggung, ia ikut mengganti nomor ponsel dan menutup semua akses untuk pria itu kembali menghubunginya.  Itu berlaku untuk seluruh keluarga Kang, kecuali Ayanne, di antara mereka, mungkin hanya Ayanne satu-satunya orang yang bisa dipercaya, Sujin pernah beberapakali menghubunginya, setelah tahu apa yang terjadi Ayanne berjanji akan menjaga informasi mengenai keberadaan Sujin sekarang.

Sujin melahirkan putranya di salah satu rumah sakit, rasanya menyakitkan melahirkan tanpa didampingi seorang suami. Tapi, di tengah-tengah hari malang itu Sujin bersyukur putranya lahir tanpa suatu kekurangan apa pun.

Setelah 40 hari berlalu, Sujin tahu Taehyung sudah mendengar kabar ini. Sujin dengar dari Ayanne Taehyung mencarinya ke seluruh antero kota, belum lagi masalah perusahaan yang selalu buruk membuat pria itu mengundurkan diri dari jabatan.

Ayanne bilang, Taehyung mengalami depresi karena tak kunjung menemukannya. Lucu sekali bukan? Meski memiliki uang berlimpah, rupanya itu tidak menjamin Taehyung bisa menemukannya.

Padahal, Sujin tidak pergi sejauh yang Taehyung kira. Ia berada di sini, di sudut kota tak jauh dari kediaman lamanya. Tempat tinggal yang disediakan keluarga Jungkook membuatnya aman dari jangkauan keluarga Kang, Sujin tinggal di pedesaan, tepatnya di rumah lawas peninggalan nenek Jungkook yang sudah lama kosong. Waktu itu, Jung bekerja seharian memperbaiki beberapa titik kerusakan, mengganti atap, menambal saluran air, dan memasang lampu-lampu baru. Jung memperbaiki semuanya sampai Sujin merasa nyaman tinggal di rumah itu, sementara melihat apa yang terjadi padanya, nyonya Sonja—ibu Jungkook yang baru pulih pasca operasi pengangkatan tumor, memperlakukannya dengan baik dan sering mengantarkan minuman herbal yang bagus untuk pemulihan.

Sujin melihat jam dinding setelah berhasil meletakkan anaknya di kasur, ia sedang menunggu kedatangan seseorang. Beberapa saat kemudian, ketika baru saja memasang guling di kedua sisi tubuh bayinya, terdengar suara ketukan dari pintu luar.

Sujin tersenyum menyambut kedatangan Ayanne. "Eonnie!"

Ayanne datang dengan banyak barang, langsung memeluk Sujin secara hangat begitu melihat senyum cerahnya. "Oh, ya ampun Sujin. Sulit kupercaya kau masih sanggup tersenyum."

Ini adalah pertemuan pertama mereka, Ayanne diam-diam pergi menemuinya. "Aku tersenyum untuk orang-orang yang masih menyayangiku, termasuk eonnie."

Meski kadang-kadang Minji turut menginap di sini dan membuatnya terhibur, bertemu Ayanne merupakan suatu kelegaan tersendiri.

Sujin merangkul Ayanne yang jauh lebih tinggi darinya, membawa wanita itu masuk ke dalam rumah. Sampai di depan sebuah kamar, Sujin membuka pintu dan menunjukan anaknya. Melihat seorang bayi tertidur pulas di atas ranjang, Ayanne nyaris berteriak karena gemas. "Mau aku bangunkan?" tawar Sujin.

"Tidak, tidak, biarkan Alee tetap di sana." Ayanne menggeleng, karena tidak sanggup menganggu tidur siang si bayi tampan itu.

"Alee sering rewel, mungkin karena cuaca di sini lebih dingin." Sujin menutup pintunya dengan hati-hati.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Senoparty Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang