Brankas

15 3 0
                                        

67

"Tidurlah, aku tau kau sangat lelah." Ujar Sanha.

"Baiklah, apakah besok kita menginvestigasi lagi?" Tanya Minkyu.

"Kita akan membawa tersangka kerumah ia pindah, kau tau maksudku?" Ucap Minkyu membuat Sanha mengerti dan mengangguk tanda ia paham apa yang dimaksud oleh Minkyu.

Sanha merebahkan tubuhnya ke kasur empuk, seharian ia menginvestigasi tapi tersangka belum menjawab, bahkan pagi-pagi ia sudah berlari kencang tanpa pemanasan, ia iri terhadap Minkyu yang memiliki badan yang lebih bagus darinya, Sanha melirik Minkyu yang sedang melipat bajunya dan memasukannya ke dalam lemari.

"Apa kah kau sering berolahraga?" Tanya Sanha.

"Sebelum menjabat aku setiap hari pergi berolahraga." Ujar Minkyu membuat Sanha mengangguk.

"Apa? Pergi gym?" Tanya Sanha membuat Minkyu mengangguk.

"Lalu mengapa sekarang aku tidak melihatmu pergi berolahraga?" Tanya Sanha.

"Aku hanya berolahraga ketika tidak sedang bertugas, setidaknya mengembalikkan tubuhku yang kekar ini agar tidak terlihat aku seperti orang yang buncit." Ujar Minkyu membuat Sanha terkekeh.

"Aku sedikit buncit, kau menghinaku?" Tanya Sanha membuat Minkyu tertawa.

"Tentu tidak." Balas Minkyu.

Minkyu duduk di kasurnya dan melihat Sanha yang sedang terbaring "Setelah kupikir apakah kita bisa memercayai dia?" Tanya Minkyu membuat Sanha kebingungan.

"Maksudmu? Yeonjun?" Tanya Sanha yang dibalas anggukan oleh Minkyu.

"Entahlah, sebenarnya aku masih berharap kita berfokus tanpa adanya campur tangan selain anggota kepolisian, tapi bagiku dia bisa menjadi saksi besar, dan menurutku lebih baik kita harus berhati-hati dengannya." Jelas Sanha.

"Ya, awalnya aku berpikir bahwa ia akan menjadi saksi besar terlebih orang tuanya memang sangat tidak menyukai tersangka, tetapi dia tetap bagian dari keluarga tersangka." Ucap Minkyu membuat Sanha tersenyum.

"Tenang saja, terlebih kita harus fokus, kau tau? Ini salah satu misi terbesarku, dan aku yakin dengan tekad serta keberanianmu kita bisa menyelesaikannya." Ujar Sanha.

"Terimakasih, aku sangat terharu mendengarnya." Ucap Minkyu.

"Ahh kau mulai melebih-lebihkan, sudahlah aku ingin tidur duluan." Ucap Sanha berbalik badan membelakangi Minkyu.

"Ahaha selamat malam." Ucap Minkyu dengan terkekeh.

"Ya selamat malam." Balas Sanha tanpa melirik Minkyu.

Minkyu pun terkekeh dan kemudian ia merebahkan tubuhnya di kasurnya dan perlahan ia memenjamkan matanya dan tertidur.

68

Pukul sembilan malam, hampir sepuluh malam, Yujin perlahan membuka pintu rumahnya dan mengendap ke dalam kamar, ia melihat sekitar tidak ada orang terlebih semua lampunya sudah mati, ia berpikir bahwa kedua orang tuanya sudah tertidur.

Baru saja ia menyentuh gagang pintu kamarnya, seketika lampu dirumahnya menyala, Yujin tersontak kaget dan seketika mematung, ia sudah berpikir nyawanya tidak akan selamat, ia pun menelan ludahnya dan berbalik melihat tempat saklar dinyalakan, dan benar saja itu Hao yang sudah menunggunya dari sana.

"Bagus sekali baru pulang jam segini." Ucap Hao dengan tatapan tajam membuat Yujin menunduk ketakutan melihat Papinya yang sedang berubah menjadi raia iblis.

Papi's Wishes [Haobin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang