72
"Dimana pekerja paruh waktumu itu? Masih pergi mengurus ayahnya?" Tanya Hao pada Soobin yang sedang membawa pesanannya lalu duduk bersamanya.
Seperti biasa di pagi hari Hao selalu mendatangi cafe kesukaannya itu sambil menyapa dan berbincang dengan sahabat dekatnya itu.
"Ahh dia masih menjenguk ayahnya, ayahnya sedang sakit parah, aku tidak tau sakit apa dan aku tidak berani bertanya padanya, biarkan dia menceritakan padaku jika ia mau, aku harap sakitnya tidak separah itu." Jelas Soobin pada Hao membuat Hao mengangguk.
"Semoga ayahnya tidak sakit terlalu lama, kapan dia akan mulai bekerja lagi?" Tanya Hao.
"Entahlah, mungkin sekitar dua hari? Aku tidak tau, tapi yang pasti dia bilang tidak akan lama." Jelas Soobin membuat Hao mengangguk.
"Ohh yah bagaimana dengan Hanbin? Aku sudah lama tidak melihatnya, aku tau dia pasti sangat sibuk dengan pekerjaannya." Tanya Soobin.
"Ahh dia seperti biasa saja, tapi akhir-akhir ini dia sangat sibuk, walau sibuk dia selalu ingin bersamaku setiap saat." Jelas Hao membuat Soobin tersenyum.
"Aku iri dia sangat perhatian padamu." Ucap Soobin.
"Memangnya dia tidak perhatian padamu?" Tanya Hao.
"Ya dia perhatian padaku, tetapi belum terlalu terlihat." Ucap Soobin membuat Hao mengangguk.
Pintu cafe berbunyi, Soobin langsung melihat siapa yang datang dan berdiri, melihat bahwa orang tersebut ialah Ryujin, dahi Soobin langsung mengkerut karena biasanya Ryujin mengambil paket di cafenya, tetapi kali ini tidak ada paket satupun yang di cafenya.
"Ada apa?" Tanya Soobin.
"Nenekku ingin sekali makan waffle buatanmu." Ucap Ryujin.
"Tumben sekali, baiklah tunggu sebentar, duduk saja dulu." Ucap Soobin sambil berjalan ke area dapur untuk memulai membuat waffle pesanan Ryujin.
Hao sedang asik menyantap makanannya, seketika handphonenya berdering, ia pun melihat siapa yang menelponnya dan mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo?"
"Apa?"
"Hanya aku?"
"Kapan? Dimana?"
"Baiklah aku besok aku akan kesana."
Hao pun menutup panggilan tersebut dan melanjutkan makan.
"Aku penasaran apa yang terjadi, tapi mungkin dia merindukanku, tapi dia sangat serius saat menelponku? atau dia membuat kejutan dan dia sengaja ingin membahas hal serius? Ahh kalau itu benar dia sangat tidak ahli untuk menipuku." Ucap Hao yang sedang berbincang dengan dirinya sendiri.
73
"Kau baik-baik saja? Apakah orang tuamu membentakmu?" Tanya Gunwook dengan khawatir pada Yujin.
"Aku baik-baik saja, Papiku tidak akan membentakku, hanya pertengkaran kecil." Balas Yujin membuat Gunwook mengangguk.
"Maafkan aku, karena ku kau dimarahi." Ucap Gunwook membuat Yujin menggeleng.
"Sudah kubilang berapa kali, kau tidak salah!" Gerutu Yujin membuat Gunwook terkekeh.
Saat ini Yujin dan Gunwook sedang berada di taman dan keduanya sedang duduk di bangku taman, terlebih Gunwook membawa gitar membuat Yujin terus menatap gitar Gunwook.
KAMU SEDANG MEMBACA
Papi's Wishes [Haobin]
FanfictionHao yang mempunyai latar belakangi tidak memiliki kedua orang tua karena tragedi kecelakaan, lalu dia bertemu dengan Hanbin dan hidup bahagia bersamanya selamanya. Hao memiliki keinginan yang selalu apa yang ia mau, tetapi Hanbin selalu melarangnya...
![Papi's Wishes [Haobin]](https://img.wattpad.com/cover/360605790-64-k389035.jpg)