First Memories I

36 2 0
                                        

78

Pagi hari, Hao terbangun pukul empat dari tidurnya dan mendapati Yujin masih memeluknya sambil tertidur, dan melihat bahwa tidak ada Hanbin, Hao mengira Hanbin tidak akan pulang, ia pun keluar dari kamarnya lalu menyalakan semua lampu dan terfokus pada kamar Yujin yang sedikit terbuka dan mendapati Hanbin yang sedang tertidur disana.

Hao pun menghampiri Hanbin dan duduk di kasur dan melihati wajah tampan Hanbin yang sedang tidur nyenyak, ia pun mencium kening Hanbin,

Hanbin kemudian menarik tangan Hao membuat Hao kehilangan keseimbangan dan wajahnya mendarat di dada Hanbin, Hanbin kemudian memukul Hanbin.

"Hanbin!" Kesal Hao.

"Tidur sama aku sayang." Ucap Hanbin yang masih memenjamkan matanya.

"Gak mau!" Kesal Hao.

Hanbin kemudian memeluk Hao dan membuat Hao tidur disampingnya "Kamu disini saja, tidur bersamaku." Ucap Hanbin sambil memeluk Hao.

"Aku mau mandi!" Rengek Hao.

"Kamu tidak rindu padaku hm? Seharian tidak ada aku dirumah dan memelukku." Ucap Hanbin membuat Hao memeluknya dan tidur disebelahnya.

"Lima menit saja!" Ucap Hao dan memenjamkan matanya.

Hanbin dan Hao mulai tertidur dikamar Yujin, walau kasurnya tidak sebesar dengan kamar mereka, tapi mereka tetap bisa memenjamkan matanya dengan nyenyak.

Pukul hampir tujuh pagi, Yujin terbangun karena merasa dia tidak memeluk Papinya, ia pun keluar dari kamar dan melihat kedua orang tuanya itu keluar dari kamar mandi bersamaan, Hao terkaget karena melihat Yujin sudah bangun.

Yujin dengan berjalan menyipitikan mata karena masih mengantuk dan menuju kearah kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi, Hanbin dan Hao melihat Yujin berjalan ke kamar mandi sambil menyipitkan matanya hanya terkekeh.

"Apakah dia berjalan sambil bermimpi?" Tanya Hanbin.

"Dia sangat lucu sekali." Ucap Hao.

Pukul tujuh ketiganya sarapan, Hanbin sudah rapih dengan pakaian kerjanya, dan Yujin sudah memakai seragamnya, Yujin hanya memainkan sendoknya dan tidak sarapan, wajahnya terlihat sangat sedang kesal dan kecewa.

"Yujin jangan mainkan sendok itu! Makan lalu pergi berangkat sekolah! Papamu tidak mau menunggumu hanya karena kamu sarapan seperti itu!" Tegas Hao membuat Yujin semakin kesal.

"Yujin tidak lapar." Ucap Yujin.

Hao ingin memarahinya tapi ditahan oleh Hanbin.

"Kenapa anak papa tidak mau sarapan? Habiskan makannya Yujin, nanti Papa tidak mau belikan kamu mainan baru lagi." Ancam Hanbin.

"Saat Yujin bangun, Papi tidak ada dan tidur dengan Papa di kamar Yujin lalu pergi mandi bersama dengan Papa! Yujin ditinggal! Dan Papa juga tidak menawari Yujin ingin apa saat pulang, tapi Papa membelikan Papi makanan dan tidak membelikan Yujin apa-apa." Jelas Yujin.

Mendengar itu Hanbin dan Hao hanya saling menatap, kemudian Yujin memakan sarapannya dengan perlahan.

Setelah sarapan Yujin memakai sepatunya, ia pun berdiri setelah mengikat tali sepatunya dan menenteng tas di pundaknya, Hao pun mengelus kepala Yujin dan mencium keningnya, Hao pun memeluk Yujin dan diikuti oleh Hanbin yang memeluk keduanya.

"Jangan marah Yujin, nanti Papa belikan mainan." Ucap Hanbin.

"Malam ini Yujin boleh tidur dengan Papi, oke?" Ucap Hao.

Papi's Wishes [Haobin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang