( Sudah terbit, end & masih lengkap!)
Andrew Shaquille Calzeylions. Cowok tampan sekaligus mengerikan yang menjadi kebanggaan SMA Altair. Anti dengan yang namanya disentuh "perempuan" kecuali adik dan mendiang mommynya.
Raquella Ceystar. Cewek manis...
Mau bikin versi AU S2 di akun @kaaz_shine (kalo jadi) karena rata-rata mintanya di WP.
Niyyyy aku kacih asupan💃🏻💃🏻💃🏻
Happy reading 🤍
WHAT IF ANDREW PUNYA BOCIL KEMATIAN💃🏻🔥
Ini WHAT IF YA BEB. WHAT IF.
****
"Fuck," Andrew mengumpat dengan intonasi rendah begitu tahu penampilan baru putranya. Mata elangnya membius bocah berusia 3 tahun itu, mengintimidasinya dengan aura menyeramkan. Berharap bocah itu takut, tapi sialnya tak terpengaruh sedikitpun, malah berani menatap Andrew dengan tampang songongnya. Dua lelaki mirip berbeda generasi itu beradu sengit.
Axel Shaquille Calzeylions, putra kedua dari Andrew Shaquille yang kelakuannya lebih brengsek dari ayahnya dan di luar nalar.
Seperti saat ini, bocah itu memasang tatto naga melilit pedang di leher bagian kiri.
"Are you crazy?!" desis Andrew, kemudian melangkah maju seiringan dengan amarahnya yang memuncak. Memperhatikan dengan seksama itu tatto beneran atau hanya temporary.
Bukan, Andrew tidak marah karena Axel membuat tatto, ia malah bangga dengan hal itu. Andrew marah karena tatto di leher Axel naganya kurang gagah, seperti naga kurang vitamin, ditambah ia juga takut akan reaksi istrinya nanti.
"No, Daddy. Acel nda giyya!" balas Axel dengan cadel. Matanya mengerjap polos, kemudian menyugar rambut blonde dengan cukuran mohaknya sok keren.
Andrew memejamkan matanya sejenak untuk menahan emosinya. Bibitnya yang ini memang sudah salah pergaulan dari awal, apalagi menuruni sifat brengseknya juga.
"Siapa yang ngajarin hm?" tanya Andrew dengan intonasi rendah, penuh penekanan. Tidak mungkin bocil kematiannya ini bisa ke tukang tatto sendirian, pasti ada orang yang mengotori niat dan pemikirannya putranya.
"Om Al Cakawaya."
"Emang bangsat lo Al," umpat Andrew refleks dengan dua tangan mengepal kuat sampai kubu-kubu jarinya memutih. Al anak pungut ayahnya itu memang otak bulus, berani-beraninya mencemari anaknya yang polos.
"Bangcat ni apa cih, Dad?" Axel bertanya dengan mata mengerjap polos, benar-benar tak mengerti apa maksud kata itu.
Andrew lupa kalau di sini masih ada bocah. Ia berpikir cepat jawaban yang pas untuk otak kecil sebiji apel Axel agar mencerna yang baik-baik saja.
"Bangsat itu ganteng."
Axel manggut-manggut sok mengerti.
"Beyalti Daddy bangcat hihi!"
Andrew memijat pelipisnya, merasakan pening. Baru kali ini ada yang mengatainya bangsat. Kalau saja Axel ini orang lain, maka sudah ia pastikan akan tergeletak mengenaskan di jalan dengan mulut yang berdarah-darah.
"Yeee, Acel unya daddy bangcat!!!" seru Axel bangga sekali, menepuk dadanya dengan kepalan tangan berulang kali seraya tersenyum manis sampai lesung pipinya terlihat.
Ck, kalo bukan anak gua, udah tepar ni bocah. batin Andrew.
****
Siapa ya istrinya. Entahlah wkwkwkw
Ada yang mau disampaikan? Silahkan.
See youuuu. Entah di cerita mana. Dan kapan hehe.
Jaga kesehatan yaaa semua.
Salam hangat dari Star yang suka ngilang ini🤍🔥💃🏻
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.