Bab 42

1.1K 78 3
                                        

Periksa Kandungan

Keesokan Harinya,Gracia dan sean tengah berada di mansion.

"Sayang...Aku mau ikut ke kantor"Ucap Gracia.

"Untuk apa sayang,Nanti kamu capek"Ucap Sean.

"Gak mau pokonya ikut"Ucap Gracia tak bisa di ganggu gugat.

"Ya Sudah,Sebelum itu aku akan mengajak kamu untuk memeriksakan Sean Junior disana"Ucap Sean.

"Hem"Ucap Gracia.

Akhirnya setelah sarapan mereka langsung menuju ke Rumah sakit untuk memeriksa kandungan Gracia.

Di Rumah Sakit

"Pagi Prof...."Ucap beberapa orang yang tak lain adalah mahasiswa/ i.

"Pagi semangat ya"Ucap Gracia dengan senyumnya.

"Ayo Sayang"Ajak Sean agak kesal kalau Gracia meladeni bocah Laki laki.

"Ganjen banget sih"Bisik Sean pada Gracia.

"Astaga balok esku"Ucap Gracia.

Diruang pemeriksaan Cindy sudah menunggu kedatangan Sean dan Gracia.

"Pagi...."Sapa Dr.Cindy.

"Pagi"Balas Gracia sedangkan Sean cuek dengan wajah sedikit senyum.

"Dasar tuan balok es"Batin cindy

"Ayo kita periksa dulu"Ucap Cindy.

"Hem"Ucap Gracia lalu berbaring di bed rumah sakit untuk diperiksa.

"Wahh...Sehat sekali janinnya"Ucap Cindy malah di tanggapi oleh Sean.

"Iya lah,Apa kau pikir Saya tidak memberi asupan bergizi pada istri saya?Atau kau pikir saya tidak bisa menjaga Istri dan Calon anak saya "Ucap Sean membuat mata Gracia dan Cindy membulat.

"Akh.."Keluh Sean karna mendapat cubittan dari Gracia dengan keras.

"Tidak tuan...Oh ya apa keluhan anda Profesor Gracia Brawijaya?"Goda Cindy.

"Gak tau sih menurutku sih biasa saja,Hanya saja aku selalu ingin bekerja di dunia bisnis apalagi di Kantor Suamiku tapi terkadang aku sangat merindukan dunia medis"Ucap Gracia.

"Ya aku tau kau pasti mengerti"Ucap Cindy

"Apa maksudmu Cindy jangan membuat teka teki"Ucap Gracia.

"Hais kau lihat ke monitor USG"ucap Cindy

"Apa sih kau..."Ucap Sean terpotong saat Gracia kembali mencubit keras pahanya.

"Akhhhhhh Sayang"Keluh Sean.

"Diem"Ucap Gracia melotot tajam ke Arah Sean.

Gluk..Sean menelan kasar Salivanya sedangkan Cindy menggelengkan kepala melihat tingkat pasangan suami istri di depannya.

"Apa maksudmu cin....."Keluh Gracia kebingungan membuat Cindy Kesal.

"Astaga....PROFESOR GRACIA BRAWIJAYA....kemana kau?Lihat ini,Ada 2 bayi yang ada di dalam kandunganmu..."Kesal Cindy.

Gracia melirik dan memutar Usgnya,Dan terkejut sedangkan Sean memblabakan matanya karena tak mengerti.

"Hei....Apa maksudnya ini?"kesal Sean.

"Ais...Kalian benar benar..MENYEBALKAN....."keluh cindy tapi dia langsung sadar melihat tatapan tajam dari Sean.

"HE..."Suara Sean terpotong oleh Cindy.

"Waduh Esbalok mode angry"Batin Cindy mencari Cara agar selamat dari amukan.

"Eh...Gini tuan selamat karena ada 2 Sean Junior disana"Ucap Cindy.

"Hah 2"Ucap Sean terkejut.

"Iya Kembar Laki-Laki"Ucap Cindy melihat perubahan ekspresi Sean.

"Sayang...."Teriak Sean memeluk Gracia.

"Astaga teriakannya terdengar menyeramkan"Batin cindy mendelik ngeri.

"Astaga teriakannya terdengar menyeramkan"Batin cindy mendelik ngeri.

Gracia hanya mematung dengan mata membulat sempurna,Cindy mencoba menggoyang goyang kan badan Gracia agar sadar.

"Ya..."Ucap Cindy memanggil Gracia

"Ya"

"Sayang..."Panggil Sean kemudian.

"ya...."panggil Cindy membuat Gracia menoleh.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAA"teriak Gracia di depan wajah Cindy dan memeluk sahabat sekaligus.

Asistennya Sementara Cindy membatu dengan mulut membentuk huruf o.

"AKU SANGAT BAHAGIA..."Teriak Gracia dalam pelukan Cindy,Sementara Cindy tetap membatu.

"Hei aku bicara padamu"Kesal Gracia karena tak dapat respon dari Cindy.

"BISA KALIAN TIDAK TERIAK...,TELINGAKU PECAH......."teriak Cindy yang membuat semua diam lalu tertawa.

"Hahahhaha Suaramu seperti tikus yang minta tolong"Ucap Chiko yang baru datang.

"Widih aku menyimak semuanya,Congrat untuk kalian pasangan ter bucin dan menyebalkan"Ucap Chiko.

membuat Cindy tertawa sedangkan Sean menatap tajam.

"Canda"Ucap Chiko menggaruk kepala belakangnya.

"Kau lepas Dokter Cabul,dan kau tikus kecil kau naik gaji sekarang"Ucap Sean membuat Cindy berjingrak.

"nah gitu dong dari tadi"Ucap Cindy membuat Gracia tertawa.








































Lanjut Sore Yah mau nerusin draft dlu👋

Mafia And DokterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang