Makanan Pisikopat.
Chiko kembali kedalam mobil dengan keadaan amburadul,Namun tawa dari Sean dan Gracia membuat lengkap kesialan Chiko.
"Aku gak mau tau pokoknya aku akan makan banyak hari ini"Ucap Chiko lalu mengendarai mobilnya.
"Ya terserah,Kamu beli semua makanan di restauran itu pun tidak akan menghabiskan uangku"Sombong Sean dengan nada datar.
"Sayang....kamu jangan gitu"Keluh Gracia.
"Iya iya"Ucap Sean dengan lembut.
Sesampainya Di Restauran kecil pinggir jalan Mereka langsung masuk dan memilih bangku yang ada di dekat meja pemesanan.
"Pas banget reataurant sepi"Ucap Sean sedikit ragu makan di tempat kecil.
"Ayo...pesan"Semangat Gracia dan Chiko.
"Silakan pesan apa?"Tanya pelayan
"Aku pesan Mie Ramen level 10,Ceker level setan, Gurita level falak,Es mentimun campur stroberi"Ucap Sean membuat Gracia dan Chiko menelan ludah kasar.
"Sayang What are doing?"Tanya Gracia.
"Aku tidak mau di bantah"Ucap Sean.
"Aku Soup ikan,Sama Ayam panggang,Milkshake Vanila"Ucap Gracia.
"Dan aku,Ramen level 1,Ayam panggang,dan juga lemon tea"Ucap Chiko dengan senyumnnya.
Setelah memesan semua Gracia,Sean,dan Chiko tengah berbincang dikejutkan dengan seseorang.
"Kakak..."Teriak Wanita itu
"Gita....."Ucap Gracia dengan semangat.
"Sini duduk dan pesan makanan"Ucap Gracia.
"Oke aku topoki sama Ayam bakar,and Es Capucino"Ucap Gita.
"Kenapa kamu baru keluar?"Selidik Sean.
"Iya aku dapat shif sore di PKL Ku kak"Ucap Gita.
"Oh lebih baik kamu tinggal di mansion kakak biar lebih deket,Iya kan sayang"Ucap Gracia dengan senyum gembira.
"Hemm"Dehem Sean.
"Emang...tanpa disuruh pun aku sudah pindahan,Kak Sean sudah memindahkan barangnya tadi pagi"Jelas Gita.
"Cantik"Batin Chiko tersenyum melihat Gita.
"Gimana kamu sama bocah tengik itu?"Tanya Sean to the poin.
"Putus kakak"Jelas Gita dengan wajah kecewa.
"Berati Jomblo...Aku ada kesempatan,Sini adek sama kakak Chiko aja"Batin Chiko memperhatikan pembicaraan.
"Loh kenapa?"Tanya Gracia.
"Selingkuh"Lirih Gita.
PLUK Sean melempar kepala Chiko dengan Asbak.
"Akh..."Ucap Chiko.
"Sayang...."Kaget Sean sementara Gita baru sadar kalau di sampingnya ada orang.
"Kau jangan melihat adiku seperti itu"Ucap Sean dengan mata tajam.
"Aduh....Tuan Sean yang terhormat Cuma liatin aja kok"Keluh Chiko mengusap kepalanya.
"Dasar dokter cabul mata kamu itu kayak mau nelan*angin orang tau"Kesal Sean.
"Eh ada Dr.Chiko maaf..Aku gak liat"Ucap polos Gita membuat Semua tertawa.
"Emang kamu pikir aku Figura?Atau manekin?"Keluh Chiko.
"Habisnya gak ngomong..."Ucap Gita tanpa bersalah Setelah berbincang makanan tiba membuat semangat mereka bertambah.
"Silakan..."Ucap pelayan.
"Makasih.."Ucap mereka semua.
"What!!! Siapa yang mesan makanan ini"Tanya Gita kaget.
"Kakakmu tersayang"Ucap Chiko mengambil pesananya.
Sean acuh dengan semuanya malah sibuk memakan mangga yang dicolek sama saus tomat.
"Nah tu mangga dapet dari mana?"Tanya Gita keheranan sambil berwajah masam melihat mangga.
"Gak makan aja kerasa apalagi makan"Guman Gita bergidik keasaman.
"Depan kuburan"Ucap Gracia terkekeh sedangkan Gita terkejut bukan main.
Sean selesai memakan mangga kembali ke makanan yang dia pesan.
"Ahggggg Kenyang...."Ucap Chiko selesai makan.
"Emm"Ucap Sean yang baru mulai sedangkan yang lain bergidik ngeri.
"Berati mereka suami istri pisikopat"Bisik Gita kepada Chiko.
"The real Makanan pisikopat"Guman Chiko melihat Sean dan Gracia memakan makanan itu.
"Hahaha...."Tawa Chiko sedangkan Gracia dan Sean mendelik tajam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Hanya Ilustrasi Poto Gracia yah guys)
Gluk... Chiko dan Gita menelan ludah kasar.
"Piskopat....berarti kau adik pisikopat"Ucap Sean dengan datar.
"Hahaha keluarga sikopat"Ceplos Chiko mendapat tatapan tajam dari ketiganya.
"Heh...dokter cabul berarti kau Dokter pribadinya keluarga sikopat"Ucap Sean mendapat tawa dari Gracia dan Gita.
Ya sampai Sini aja Ya Sindrom Simpatik nya kalo kebanyakan Takut Gumoh.
Sampai Jumpa Minggu depan Guys, Jangan Lupa Istirahat karna Besok Senin. 😄
