Bab 48

1.8K 100 1
                                        

Sean dan Chiko kini telah sampai di Rumah Sakit dan segera menuju ke Ruangan Gracia dengan membawa beberapa kantong makanan dan minuman.

Ceklek.... Sean dan Chiko membuka pintu Ruangan Gracia.

"Hahaha......"Tawa pecah dari 3 orang wanita dan 1 lelaki yang tak lain Gracia,Cindy,Gita dan Jinan Asistennya.

Chiko yang sudah sadar akhirnya ikut tertawa sedangkan Sean merasa sangat malu.

"Sayang...."Ucap Sean dengan menarik nafas.

"Kalian...."Ucap Sean menggema membuat semua berhenti tertawa.Sedangkan Gracia masih saja tertawa melihat wajah suaminya merah seperti kepiting rebus.

"Sayang huft huft"Ucap Gracia menahan tawanya.

"Hahaha sama seperti kepiting rebus hahahah Au...Stt..."Ucap Gracia menghelus perutnya karena gejolak gejolak.

"Sayang berhenti tertawa perutmu nanti sakit"Ucap Sean terkejut melihat banyak gejolak di perut Gracia.

"Akh...sttt hahaha Akh..."Ucap Gracia masih tertawa sambil menghelus perutnya.

"Hei....dokter jomblo periksa istriku....ada apa dengan perutnya....cepat...."Ucap Sean panik saat melihat gejolak itu semakin kencang menghantam perut Gracia.

"Minta tolong mengejek dasar Pisikopat Balok es"Guman Cindy.

"Hei .....emang kenyataannya kau jomblo eh bukan hanya kau tapi kalian ber4 cepat hahaha"Ucap Sean tertawa garing.

"Enggak aku udah ada calon"Ucap Chiko melirik Gita namun Jinan mengira kalau Cindy yang ditunjuk.

"Ehem...."Ucap Jinan menatap tajam ke arah Chiko.

"Tenang bukan Cindy Broh....."Ucap Chiko terkekeh.

"Berarti Wahyuni dong"Ucap Gracia penuh selidik sedangkan Chiko tersenyum.

"WHAT.....Siapa juga mau sama dokter Cabul"Ucap Gita.

"Tak Kenal maka tak sayang"Ucap Chiko terkekeh.

"Aku udak kenal sam Kak Chiko tapi aku tetap tak sayang"Ucap Gita acuh.

"Bugh....Aku tidak mau punya adik ipar cabul sepertimu"Ucap Sean dengan Sinis.

"Hais Kakak Ipar..."Goda Chiko.

"Ais.....Sttt akh....stt"Ucap Gracia terus mengusap perutnya.

"Kenapa dia aku suruh memeriksanya bukan berdebat"Ucap Sean.

"Bersabar itu hanya kontraksi ringan"Ucap Cindy dengan entengnya.

"Apa Istri kesakitan kau malah bilang ringan"Bentak Sean semakin panik.

Akhirnya Cindy menghela nafas kemudian membungkuk menghadap dekat perut Gracia.

"Oh...ponakan Aunty ternyata suka main bola ya..."Ucap Cindy.

"Hei minggir apa maksudmu aku menyuruhmu memeriksa bukan menceritakan anak anak ku"ucap Sean.

"Hei bro...masak gitu doang gak ngerti itu namanya kontraksi biasa terjadi saat kehamilan itu menandakan bayi-Bayinya aktif makanya dicirikan dengan bayi menendak nendang..."Ucap Chiko.

"Jangan Sok tau kau dokter cabul...."Ucap Sean tak mau dengar.

"Cepat periksa Dokter cebol...."Ucap Sean.

"Tadi dokter jomblo sekarang dokter cebol..."Guman Cindy.

"Kau...Pluk"Ucap Sean memukul pelan kepala Cindy dengan majalah.

"Au...."Keluh Cindy.

"Tuan....Jangan sentuh pacarku"Ucap Dingin Jinan.

Cindy terkejut dengan ucapan Jinan sedangkan Jinan biasa saja.

"Siapa pacarmu"Ucap Cindy ketus.

"Kau....Pluk Pluk"Ucap Sean melempar majalah ke arah Jinan.

"Kau cepat periksa...."Ucap Sean kekeh.

"Ya kau jelaskan pada suami tercinta lo"Ucap Chiko terkekeh.

"Ah....aku tak bisa bicara ngilu banget....."Keluh Gracia.

kemudian menarik tangan Sean agar menyentuh perutnya.

"Ini kelakuan Anak anak mu yang terus menendang..."Jelas Gracia

Sean kebingungan menatap gejolak perut dea kemudian mengusapnya.

"Mereka bisa menendang?"Ucap Sean terus menyentuh gejolak yang terus berpindah di perut Gracia.

"Iya biasanya itu dapat terjadi pada usia kandungan 16 minggu/-25 minggu itu tergantung kondisi serta keaktifan bayi apalagi Gracia kini sudah memasuki usia 4 bulan kandungan"Ucap Cindy.

"Bagus anak anak daddy yang sehat ya"Ucap Sean mencium perut Gracia membuat semua tertawa.

Siapa sangka seorang Sean Brawijaya mau menundukkan kepala dan menjadi bodoh di hadapan Istrinya.





























































Ahoiii Akhirnya Bisa Up Guys, Sorry Ya Kemaren Gk Up Lagi Sibuk.🙏

Mafia And DokterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang