Bab 53

1.2K 86 11
                                        

Sean dan yang lainnya langsung menuju ke Kantor polisi untuk menyerahkan bukti.

Brak.. Sean melempar bukti serta Video kepada pihak
kepolisian membuat Mereka terkejut.

"Maaf.."Ucap kepolisian.

"Dengan kalian pihak kepolisian apa begini pemerintah menggaji kalian?Kalian digaji untuk bertugas, Menangkap orang tanpa melakukan penyelidikan terlebih dahulu,Benar benar BOD*H"ucap Sean dengan mata memerah.

"Maaf tuan"Ucap mereka menunduk.

"Bebaskan Profesor Gracia"Ucap Komandan kepolisian.

Sean meluapkan amarahnya dengan kata kata yang dapat membungkam semua pihak termasuk wartawan.

"Kalian hanya tau salah, Tapi kalian juga tidak tau kalau orang salah tidak sepenuhnya salah,Kalian hanya tau uang,Kalian tidak berfikir seorang wanita hamil dituduh bersalah,terlebih lagi itu istri dari Sean Brawijaya,Kalian semua tau Manusia harus berfikir..Secara LOGIKA,dan Bukti lstri Saya memiliki gelar Prof Bedah, Jantung, Forensik dan Psikolog apakah kalian hidup tanpa otak?Bahkan Biodata di Internet mengatakan demikian nah anehnya istri
saya di tuduh melakukan Oplas? KALIAN SEMUA
BO*OH"Ucap Sean meluapkan amarahnya dengan nada tinggi membuat semua diam tak berkutik
.
"Ahhhhh.. Bruk Prang.."Sean membanting meja polisi
hingga pernak pernik diatasnya jatuh membuat semua
terkejut dan bergetar namun saat akan memukul kaca Gracia datang.

"'Sayang..Hiks"Ucap Gracia dari belakang Sean.

Sean menoleh lalu memeluk Gracia.

"Sayang aku sudah bilang kamu tidak akan lama disini"Ucap Sean menenangkan Gracia yang tengah menangis di dekapannya.

"Entah kenapa setauku dia wanita kuat,Mungkin ini sebabdari Hormon kehamilannya yang membuat emosinya tidak stabil"'Ucap Chiko pada Cindy Dan Jinan.

"Ya Kau benar"Ucap Cindy.

"Hiks Hiks Hiks...Huaaaaa heh heh heh"Gracia menangis hingga tersedu seduh di dekapan Sean.

BRUK... Seketika Gracia pingsan di dekapan Sean membuat Sean terkejut.

"Sayang bangun bangun eh...sayang, LUIS Siapkan
mobil'Ucap Sean sedikit berteriak.

Para wartawan mengejar Sean dan Gracia hendak
mewawancarai mereka.

"Kalian ini bagaimana sih...kalian punya otak
gak...orang lagi gawat sempat sempatnya ingin meminta wawancara...kalau kalian brani mendekat maka bersiap perusahaan entertaint akan berurusan dengan Di dalam mobil Cindy memgecek kondisi Gracia Kami"Bentak Cindy yang sudah tidak tahan..

"Bagaimana?" Tanya Sean .

"Sebaiknya kita kerumah sakit untuk melakukan beberapa pengecekan lanjutan kali ini Gracia tengah Stres dan Shock saja"Ucap Cindy yang duduk di samping kursi kemudi.

Akhirnya mereka sampai di Rs,Dan segera membawa Gracia ke ruang Periksa.

"Jasmu"Ucap Chiko memberi jas kepada Cindy membuat Jinan cemburu namun waktu tidak tepat.

"Thnks"Ucap Cindy lalu menggunakannya.

"Sarung tangan dan Antiseptik"Ucap Cindy pada Perawat.

"Tuan sebaiknya ada diluar dulu"Ucap Perawat.

"Dia istriku"Bentak Sean membuat Cindy menghela napas karna keegoisan bosnya.

"Biarkan dia masuk"Ucap Cindy

"Sayang."Ucap Sean

"stttt saya membiarkan anda masuk, Jadi biarkan saya
memeriksa dulu"Ucap Cindy kesal.

"Gel"Ucap Cindy.

Cindy mengoleskan gel USG keperut Gracia lalu
mengarahkan alat usgnya ke monitor.

"Lihat..."Ucap Cindy menunjuk monitor USG

"'Kondisi kandungannya sehat cuman sepertinya dari pagi Gracia tidak makan hingga membuat tubuhnya lemas'"Ucap Cindy.

"Kita tunggu biar Gracia sadar,Saya juga sudah menyuntikkan Vitamin untuk Gracia"Ucap Cindy.

"Suster tolong beri ini ke kantin sehat gizi,Bubur,Ayam kare tapi kaldunya harus bening,Buah potong,Susu Hamil,dan puding susu atau buah"Ucap Cindy yang diangguki oleh Suster.

"'Saya gantikan baju dulu"Ucap Cindy mengganti baju
tahanan Gracia.

Setelah selesai Cindy duduk di kursi jaga dokter sedangkan yang lainnya di sofa sementara Sean ada di samping Gracia.

"'Sayang sadarlah aku mohon"Ucap Sean.

"Ukh."Ucap Gracia memegang kepala dan perutnya.

"Dimana sakit sayang,...eh dokter cebol..."Ucap Sean
memanggil Cindy.

"Minta tolong bisa bisa dia menghinaku"Guman Cindy.

"Dasar Beruang Kutub"Batin Cindy.

"Woi.."Ucap Sean.

Cindy berlari kecil dari meja jaganya menghampiri Gracia.

"Ya aaahh parah banget lu..inget ada baby twins disini kok gak makan sih,anak lu berontak minta makan"Ucap Cindy berdecak pinggang di hadapan Gracia.

"Aku menyuruhmu memeriksa bukan memarahinya"Ucap Sean menatap Cindy tajam.

"Ya sudah tuan Sean yang terhormat semua baik kalau dea makan"Ucap Cindy melirik makanan yang ada di narkas samping Sean.

"Makasi Cin"Ucap Gracia lemas.

"Bisa sakit juga"Ejek Chiko yang duduk di sofa mendapat tatapan tajam dari Sean.

"Hahaha"Tawa dari Gracia walau lemas.

"Bisa ketawa sakit begini,Tetap begini biar kandungan lo baik baik saja ya"Ucap Cindy.

"Prof..."Ucap Suster yang membawa obat.

"Hei sekarang dia pasien bukan prof hahaha"Tawa dari Chiko membuat Sean menatap tajam.

"Kau mau mati?"Tanya Sean

"Tidak"Ucap Chiko menelan Salivanya.

"Hahaha'Tawa dari Cindy dan Gracia membuat ruangan penuh.






























Lanjut Siang Adious👋

Mafia And DokterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang