Bab 43

1.1K 79 2
                                        

Setelah memeriksa kandungan Sean dan Gracia menuju ke Kantor Brawijaya Group Company.

"Selamat pagi Tuan,Nyonya.."Sapa semua karyawan yang berjejer.

Gracia membalas semua sapaan dengan senyum dan anggukan kepala sedangkan Sean hanya sedikit senyum dan wajahnya datar.

Diruangan Sean.

"Sayang aku akan menggantikan Asistenmu sementara"Ucap Gracia.

"Tidak Sayang nanti Kamu capek"Ucap Sean menolak.

"Tidak"Ucap Gracia.

"tap.."Ucapan Sean terpotong oleh Gracia.

"Tidak!"Ucap Gracia tak mau kalah.

"Baiklah tapi janji jangan terlalu capek"Ucap Sean.

"Makasi sayang"Ucap Gracia lalu membuka laptop Milik suaminya.

"Sayang hari ini jam 10:00 kamu ada rapat di Kantor membahas pelauncingan brand ambasador Brawijaya Diamond,Yang akan di loncing adalah Kalung berlian,gold maupun silver"Jelas Gracia memberi jadwal

"Baik sayang"Ucap Sean kembali fokus ke berkasnya.

Gracia menatap berkas berkas itu kemudian membandingkan dengan yang ada di laptop hingga hampir 2 jam lamanya Gracia dan Sean berkutak katik dengan berkas.

"Sayang coba kamu lihat ini,Data tahun 2010 dan tahun hari ini ada keganjilan kalian kekurangan dana pajak sebesar 20%"Ucap Gracia membuat Sean Menoleh dan menghampiri Gracia yang duduk di sofa.

"Sialan"Ucap Sean langsung menelpon Bagian yang menangani pajak.

Tring☎️☎️☎️☎️

📞Hallo selamat pagi,Direksi pajak ada yang bisa di bantu"Ucap si pengangkat telpon.

📞Kalian masuk ke ruang rapat sekarang"Bentak Sean dalam telpon membuat si penerima panggilan menelan Saliva kasar.

📞Bai....."Ucap penerima telpon terpotong karena arga mematikan telpon secara sepihak.

"Sayang bagaimana bisa kau kecolongan hingga 11 tahun lamanya?"Tanya Gracia.

"Ya kau benar aku terlalu percaya pada mereka hingga aku lupa mengecek musuh di dalam kantor ini"Ucap Sean lalu berjalan menuju ruang rapat bersama Gracia.

Diruang rapat Gracia berteriak dan marah marah kepada semua direksi perpajakan.

"Sekarang aku tanya siapa yang melakukan ini?"Bentak Sean membuat seisi ruang kaget dan ada juga yang bingung.

Gracia menatap semuanya dan menelisik dan menggunakan ilmu psikiater nya untuk membaca raut wajah karyawan.

"Sayang..."Ucap Sean meminta bantuan Membuat Gracia tersenyum.

"Kalian...kalian"Ucap Gracia menunjuk beberapa orang untuk keluar ruangan tinggallah 5 orang yang terdiri dari bagian penting direksi.

"Kalian tau kesalahan kalian....."Bentak Sean membuat kelima orang gelagapan.

"A...apa maksud tuan?"Tanya ketua direksi pura pura tidak mengerti.

Sean merasa kesal lalu melempar laporan yang sudah di cetak oleh Gracia.

"Bagus setelah sekian lama aku percaya dan Selama 11 tahun kalian menggelapkan pajak perusahaan sebesar 20% luar biasa"Ucap Sean dengan mata memerah dan menggeprak meja.

"ampun tuan..."Ucap mereka bersimpuh.

"Sekarang kalian akan menanggung kesalahan kalian di dalam penjara"Ucap Sean lalu memerintahkan polisi menangkap mereka.

"Seumur hidup,dan pastikan semua bisnis yang mereka buat hancur"Ucap Sean pada bodyguarnya.

"Baik tuan"Ucap para body guard.

"Tidak jangan tuan ampuni kami"Ucap mereka saat diseret oleh polisi.

Di depan lobi banyak yang menyaksikan kejadian membuat ketua bodyguard kesal.

"Lanjutkan kerja kalian atau kalian kan merasakan hal yang sama,Penipu akan mengalami hal yang sama"Ancap Ketua bodyguard Sean membuat mereka kembali ke kegiatannya.

Sementara di ruangan Sean masih tidak terima dengan keadaan itu menjadi uring uringan.

"Sayang apa kamu mau melihat anak kita bahwa daddynya seperti ini"Ucap Gracia menenangkan Sean.Sean menoleh lalu melunak dan memeluk perut Gracia.

"Aku ambilkan minum ke pantry ya"Ucap Gracia membuat Sean mengangguk.

Gracia berjalan menuju ke pantry.Sedangkan 5 menit setelah kepergian Gracia ada seseorang yang masuk.

"Sayang apa kau merindukanku..."Ucap Wanita itu membuat Sean menoleh dan terkejut.

"Anya"Ucap Sean.

"Iya Sayang aku sudah siap kau nikahi"Ucapnya lalu memeluk dan mencium bibir Sean dengan rakus.

Sementara Gracia yang baru kembali di kejutan kan dengan adegan Seorang wanita yang mencium bibir suaminya dan duduk di pangkuan suaminya.

Jder.....Seperti tersambar petir di siang hari

Bruk Gracia menjatuhkan gelas kaca dan nampan yang iya pegang membuat Sean dan anya menoleh.

anya merasa terganggu sedangkan Sean membatu.

"Heh ob bisa ketuk pintu gak?"Bentak Anya yang sebenarnya tau kalau dia istri Sean.

Gracia berlalu lalu pergi meninggalkan ruangan.

"Sayang....."Teriak Sean yang baru sadar lalu bangun membuat Anya terjatuh.

"Aaaaaaa"Keluh anya sedangkan Sean mengejar Gracia.

Ting pintu lift tertutup.

"Sayang...."Teriak Sean.

Dibawah Kariawan yang melihat kesedihan Gracia hanya bisa diam.Gracia mengambil ponsel dan menelpon Asistenya yaitu Cindy.

📱"Cin jemput aku di kantor Sean"Ucap Gracia.

📱Oke kebetulan aku ada di depan lagi beli kopi di Starbuck"Ucap Cin.

Gracia menutup telpon sepihak lalu keluar gedung dan mencari Cindy.

"Ya .."Sapa Cindy.Gracia hanya tersenyum lalu masuk mobil.

"Jalan kita ke rumah sakit sekarang"Ucap Gracia


































Kita Beri Bumbu Konflik Sedikit Agar Menarik😂

Mafia And DokterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang