Bab 49

824 78 3
                                        

Setelah makan siang dan pekerjaan Gracia selesai,Gracia dan
Sean kembali ke mansion, Namun menyempatkan diri ke
tempat rawat Jinan asisten Sean.

Di Ruang VVIP 2

"Sore.."Sapa Gracia

"'Sore...Tuan,Nyonya"Balas Jinan

"Aku akan memeriksamu sekarang'Ucap Gracia dengan
senyum.

"Sayang..kamu jangan pegang dia, Nanti anak kita
ketularan jomblo"Ucap Sean

"Sayang.."Ucap Dea dengan pelototannya

"'Sudah mendingan tadi aja dia sudah bisa berbicara
banyak saat makan siang"Ucap Sean

"lya aku juga tau"'Balas Gracia

"Ini Prof..."'Ucap Cindy menyerahkan rekaman medis.

"Mzzz...semua terlihat baik,Sekarang kau boleh pulang tapi
ingat jangan banyakan gaya kalau tau lagi luka jangan kerja
aja kerjaanya apalagi berantem,Minggu depan kau
periksakan bekas jaitanya kau boleh cari Cindy/Chiko"Jelas
Gracia

"Cin Kamu tebus resep ini dulu,Urus semuanya"Ucap Gracia

"Baik Prof"Ucap Cindy lalu pergi

"Terima Kasih Nyonya,Tuan"Ucap Jinan

"Mzz..Mari saya Tinggal"Ucap Gracia

"Qatar...kau bantu kepulangan Jinan dan kau jadi Sopirnya
selama dia sakit"Ucap Sean pada bodyguardnya.

"Baik Boss"Ucap Bodyguardnya.

Sean dan Gracia kembali ke mansion,Sean melihat Gracia
menghela nafas,Memberi semangat untuk Gracia.

"'Sayang... Semangat kau adalah istri Sean Brawijaya,Jangan
biarkan orang lain merebutku"Ucap Sean pelan.

"Sayang..."'Ucap Gracia memeluk Sean

"Ayo,Ready melihat drama ini."Ucap Sean terkekeh.

"lya dasar Ratu Drama....awas aja brani nempel...Kamu
juga jangan mau ditem pelin sama dia awas aja
kamu"Ancam Gracia.

"lya Sayang"Ucap Sean.

"Ratu drama kalok udah di deket kamu sama kayak
prangko...NEMPEL"ucap Gracia penuh penekanan.

"lya Sayang I Love you"Ucap Sean mencium pipi Gracia.

"'Sayang.... Ucap Anya ingin memeluk namun kaki Gracia
pertama yang menyambut sehingga Anya terjatuh tepat di
depan kaki Sean dan Gracia.

"Adu adu sore sore kok ga liat liat sih jalannya"Ucap Gracia
lalu meninggalkan Sean dan Anya

"'Sayang di membuat aku jatuh, Tolongin dan hukum
dia"Keluh Anya dengan Manja namun membuat Sean jijik.

"Sayang...tunggu"Ucap Sean pergi menyusul Dea

Anya merasa tidak diperdulikan malah berteriak hingga
membuat mama Sean keluar.

"Ada apa?" Tanya Mama Sean

"Gara gara si Jala*g itu aku terjatuh dan Sean
meninggalkanku"Ucap Anya

"Kamu usaha dong, Tenang mama bantu kamu"Ucap Mama
Ssan kepada Anya.

Didalam kamar Sean dan Gracia.

"Wah wah wah Prok prok prok ternyata keluar juga sifat
menakutkan istri Sean Brawijaya"Ucap Sean sambil bertepuk
tangan dan memeluk Gracia dari belakang.

"'Sayang aku merasa tidak aman kau disini kita akan ke
apartemenku ku saja ya"Ucap Sean

"Ya kau benar aku selalu naik pitam melihat Wanita
perangko itu,Bisa bahaya untuk bayiku apalagi emosi ku
tak terkontrol"Ucap Gracia

"Hmz ayo kita makan malam dulu"Ucap Sean
Di meja makan.

"'Sayang besok aku ada pemotretan kamu mau kan antar
aku.."Ucap Anya memeluk Sean dengan manja

"'Sayang bisa kamu bantu aku lepaskan perangko ini dari
tubuhku"Ucap Sean memberi kode

"Tentu biasanya sih perangko lepas dengan Air
jadi...Byu.."Sindir Gracia dengan menuangkan se teko air ke
kepala Anya.

"Aw.."Teriak Anya saat air membasahi tubuhnya seketika
pelukan Anya terlepas dari pelukan Sean

"Sepertinya ku harus pakai pelicin badan biar perangko
engak bisa nempel atau aku butuh menyemprotkan racun
serangga dan Nyamuk?" Tanya Gracia sembari menyindir Anya.

"Lakukan sesuka hatimu sayang"Ucap Sean sembari
memeluk Gracia dari belakang.

"Maa.."Keluh Anya

"Hei jala*g...beraninya kau"Ucap Mama Sean hendak
menampar Gracia namun tangan Sean lebih cepat
menangkapnya.

"Kalau sampai berani mama menyentuhnya aku akan buat
perhitungan dengan kalian dan kalian pasti tau
akibatnya."Ucap Sean dengan mencengkeram kuat tangan
mama tirinya lalu menghempaskanya.

"Kita makan di tempat lain, Urus semuanya"Ucap Sean yang
sudah marah.

"Kamu enggak kenapa napa kan sayang?Ayo kita pergi ke
mansion utama"Ucap Sean.

"'Sayang...."' Ucap Anya dengan manja.

"Kalau kau berani mendekat kau akan menyesal"Ancam
Gracia.

"Kenapa..".Ucap Anya merangkul tangan Sean dengan
manja.

Byur,kali ini air bekas lap pel mendarat beserta
embernya ke kepala Anya,Kini anya seperti menggunakan
helm.

"'Ayo Sayang"'Ucap Gracia

Gluk... Sean  menelan ludahnya kasar,Didalam mobil Sean
mulai berguman.

"Apa jadinya kalau aku selingkuh..."Guman Sean di dengar
jelas oleh Gracia.

"Tentu saja aku akan memotong si perkasa"Ucap Gracia
menoleh ke arah junior miliknya.

"Mana mungkin bisa Kau bercanda sayang ini itu ciptaan
tuhan untuk menghasilkan masa depan'Jelas Sean percaya
diri.

"Kenapa tidak aku adalah profesor bedah terbaik di negara
ini kau jangan lupa Tuan Sean Brawijayaaaaa..."Ucap Gracia
kemudian mengambil tangan Sean lalu seolah olah
memotong sesuatu.

GLUK....Sean menelan Saliva secara kasar dan susah
sambil menutup junior yang di beri nama Si Perkasa.

"'Ampun sayang.."Lirih Sean menutup juniornya.






































Holaaa Guys,gimana Kabarnya Pada sehat kan maaf ya Baru Bisa Up🙏

Dan Untuk gambar Ilustrasi Sepertinya Akan di tiadakan gimana menurut kalian jangan Lupa Komen.😇

Mafia And DokterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang