Setelah ke penjara Sean kembali menuju ke Mansionnya Di Mansion Utama.
"'Sayang.."'Ucap Anya dengan manja dan hendak merangkul manja tangan Sean namun gagal karena bentakan Sean.
"Jangan pernah tangan kotormu menyentuhku
JALA*G"Bentak Sean membuat Anya terkejut dan ketakutan
"sean dia adalah calon istrimu"'Bentak Mama Tiri Sean.
"Itu benar sayang bahkan mama sudah mengumumkan itu ke media"Jelas Anya sambil memeluk Sean.
Brak....Anya terpental dan Sean mengangkat meja hendak memukul Anya dengan meja itu dihentikan oleh Jinan.
"Tuan jangan kotori tangan anda dengan mengurus wanita ini"Ucap Jinan menenangkan sean.
Chiko dan Cindy yang baru sampai melihat kejadian itu sedikit terkejut.
Brak...Priang...priang...priang...Sean menjatuhkan semua barang barang yang ada di lemari melempar jas yang iya kenakan seakan merasa jijik.
"Sekali lagi kau berani menyentuhku aku pastikan kau
sama seperti barang itu mengerti"Bentak Sean membuat semua diam ketakutan apa lagi Anya dan mama tirinya.
"Sudah lah bro sebaiknya kita bahas kasihan Gracia dan Anakmu"Ucap Chiko mengalihkan pandangan.
"Ayo keruang kerjaku"Ucap Sean
"Sebaiknya jangan disini"Ucap Cindy melirik 2 ulat bulu
"Ayo kita ke mansion utama"Ucap Sean yang mengerti kode Cindy.
Didalam mobil mereka tengah berbincang.
"Sebaikanya kita berbicara di rumah sakit tepat diruang kerja Sean ,Aku yakin mereka akan menyusul kita,Karna aku yakin mereka tidak akan tinggal diam"Ucap Cindy disetujui oleh yang lain.
Akhirnya mereka sampai di ruang kerja Gracia.
"Kalian harus tau apa yang kita temui adalah Operationa Medicin Record disini mengatakan kalau dea hanya melakukan 3 operasi pada laki laki,Dan mustajilnya dilaporan itu mengatakan kalau Gracia melakukan malpraktek pada wanita dan masalahnya adalah itu operasi plastik"Ucap Chiko memberi ulasan.
"Yang harus kita lakukan mencari siapa pasien itu"Jelas Cindy.
"Yang aku tau dia adalah Sellena Shin merupakan kelahiran Korea+London"Jelas Chiko .
"Cari tau dia bawa dia ke markas"Ucap Sean membuka
suaranya karna dari tadi dia diam menatap Foto istrinya.
"Baik tuan"Ucap Jinan
Tak membutuhkan waktu lama Orang yang dicari mereka sudah ada dimarkas.
"Tuan Pelaku sudah dimarkas"Ucap Jinan setelah membaca pesan dari suruhannya.
"Kita kesana"Ucap Sean
Sesampainya disana mereka mengambil posisi masing
masing.Sedangkan Sean duduk tepat di depan wanita itu.
"Katakan siapa yang menyuruhmu"Bentak Sean.
"A aa aku memang dioplas sama dia"Ucap Wanita itu
dengan gagu.
Cindy menatap orang itu dengan seksama melihat ke arah perban membuat Cindy tertawa.
"Hahaha kau itu mau menulis kami"Ucap Cindy membuat semua orang bingung.
"Apa maksudmu?"Tanya Jinan
Cindy berjalan dan membuka perban itu dan tara...orang tak memiliki luka sedikit pun membuat Sean naik darah.
"Kalian sudah merekam yang tadi kan,Simpan itu bisa jadi bukti dan kau bersiap menanggung resikonya"Ucap Cindy dengan sinis
"Siapa yang menyuruh mu.."Bentak Sean sambil
mencengram kuat dagu Wanita itu.
"lbu tiri anda, Luciana,Anya dan juga.."Ucap sellena
menggantung.
"Katakan..."Ucap Sean sambil mengarahkan pistol ke arah wanita membuatnya bergetar ketakutan.
"POND Corp"Ucap wanita itu bergetar
"Bangs*t.. beraninya mereka tekan perusahan mereka
dan hancurkan mereka hingga tak tersisa"Ucap Sean.
"'Sebaiknya kita hati hati karena itu sangat berbahaya Pond terkenal akan kelicikannya"Ucap Chiko
"Mereka tidak tau sedang bermain dengan siapa'Ucap
Sean.
"'Siksa wanita ini."Ucap Sean lalu mereka meninggalkan markas.
Lanjut Besok Lagi Ya Adious 👋
