Rasa gugup cukup mnyelimuti Jake setiap kali ia melewati sistem keamanan. The Uncles tidak memberitahu bahwa sistem keamanan supaya dirinya dapat mencapai bridge kapal berjalan cukup sulit, beberapa kali Jake harus melakukan penyamaran dalam waktu singkat, entah itu menjadi seorang pelayan, pengunjung, sampai seorang penjaga keamanan. Berkali-kali, melalui in-ear, ia melakukan protes kepada The Uncles, tentunya tidak ada tanggapan dari mereka, The Uncles hanya menyuruh Jake untuk segera mengambil alih kapal. Sampai akhirnya, di area bridge kapal, Jake terkejut karena seluruh kru kapal sudah di lumpuhkan dan ada Jay serta empat perempuan yang tidak Jake kenali.
"Welcome bro!" seru Jay, menghampiri sahabatnya dan memeluknya.
Jake langsung melepas pelukan Jay. "Lo ngapain anjir? Ini udah bukan urusan lo lagi! Terus mereka siapa? Ngapain mereka disini?"
"I think i've seen this film before, guys," ucap salah seorang perempuan, yag lain hanya tertawa kecil.
Jay berbalik menatap jengah kelima perempuan yang sedang mengejek dirinya dan Jake.
"Singkat cerita, bokap ternyata ngga berubah sama sekali and we fucked up, so i decided to come this morning and tell the uncles if i want to get involved in this plan. Terus salah satu anggota grup mereka, bernama Gina, perhaps you're familiar with this name, Ghea's sister missing and that girl said, she must be here, help us. Mereka hubungi The Uncles, and end up we worked together,"
Jake masih mencoba untuk mencerna semua yang dikatakan oleh Jay, namun masih sulit bagi otaknya untuk memproses semua itu.
Seorang perempuan yang terlihat lebih muda dari mereka, mendekati Jake. "Intinya, untuk saat ini setidaknya we're on the same side. So, i hope you can cooperated like him," ucap perempuan itu sambil menaikkan alisnya. "We run out of a time. You're good at driving he said, so what are we waiting for?" Perempuan dengan rambut pirang berbicara.
Walaupun otak Jake masih mencoba untuk mencerna semua ini, tapi perempuan itu benar. Mereka tidak punya waktu dan harus segera menyelesaikan semua misi sebelum kapal ini sampai di Singapur.
Jake akhirnya mengambil alih kapal di bantu dengan Jay sebagai navigasi. Sedangkan ke empat perempuan ini yang bahkan Jake tidak tahu nama mereka berada dalam posisi siaga.
"Hai om!" suara cempreng dari seorang perempuan yang masih terlihat begitu muda mengagetkan Jake. Ia yakin jika perempuan ini masih dibawah umur.
Kepala Jake seperti sedang mencari-cari orang yang di panggil anak remaja ini.
"Hadeuh.. kata om Jay, om Jake ini pinter, tapi kayaknya sama aja ya? Otak udang," ceplos remaja perempuan itu.
Mendengar suara perempuan remaja yang cempreng itu dari arah depan, Jake kemudian sedikit menundukkan kepala.
"Heh?! Ape lu kata? gue lebih pinter dari dia!" omel Jake tidak terima menatap remaja perempuan yang tingginya hanya se-dada Jake.
"Woy! Jangan ngomelin adek gue!" suara seorang perempuan berambut blonde membuat keduanya menoleh.
"Adek lo yang mulai! Lagian ngapain lo bawa bocah kemaren sore ketempat bahaya beg- AW!"
Tendangan di tulang kering kaki Jake, sukses membuat ia menghentikan kalimatnya.
"Gini-gini aku jago jiujitsu om! Dan jangan panggil aku anak kemaren sore! Aku punya nama! Namaku, Sheila! S-H-E-I-L-A, SHEILA!" ucap remaja perempuan yang memperkenalkan dirinya sebagai Sheila.
"Ya mana gue tahu nama lo! Lo semua juga belom pada ngenalin diri lo ke gue!" Sungut Jake.
Perempuan remaja bernama Sheila itu tersenyum bodoh sambil menggaruk tengkuk lehermya. "Hehehe.. sorry om, soalnya tadi buru-buru sih. Nah, bentar aku panggil kakak-kakakku dulu,"
KAMU SEDANG MEMBACA
B-SIDE || [COMPLETED]
Mystery / ThrillerMereka bukan siapa-siapa. Hanya anak-anak yang tumbuh dalam dunia yang udah lama dipoles dari satu sisi: A-side. Rapi, penuh janji, tapi penuh kepalsuan. Tapi kebenaran nggak pernah diam. Ia tumbuh dengan pelan, sunyi, tapi pasti, tapi berada di sis...
![B-SIDE || [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/350911202-64-k465604.jpg)