31 Desember 2008 adalah hari yang tak akan pernah terlupakan bagi Sandiaga, Harras, dan Sean.
Tiga pria yang sudah seperti saudara kandung karena tumbuh di sebuah panti asuhan yang sama membuat ikatan di antara mereka layaknya saudara. Pada saat remaja, Sandiaga memiliki mimpi yang terbilang cukup gila bagi siapapun kala itu. Ia bermimpi untuk membuat sebuah perusahaan inovasi terkait dengan sebuah teknologi.
Saat itu Sandiaga muda menceritakan kepada kedua sahabatnya, Harras dan Sean akan mimpinya mengenai zaman yang lebih mudah, dimana mereka tidak perlu lagi untuk pergi ke rumah tetangga demi menonton televisi. Semua orang di dunia ini akan mendapat akses yang sama terhadap dunia hiburan. Tentunya Harras dan Sean kala itu menganggap Sandiaga gila, bagaimana orang dari kalangan bawah dapat melakukan hal itu? Tidak hanya kepintaran yang di atas rata-rata untuk menciptakan sebuah karya gila itu, namun juga uang yang sangat banyak untuk mewujudkannya.
"Es, mending fokus buat ujian PNS dari pada buang-buang waktu dengan khayalan gila begitu," ucapan Harras.
Sandiaga berdecih sebal dengan ucapan Harras yang terdengar meremehkan dirinya. "Gua yakin gua bisa! liat aja bakal gua tunjukin!"
"Kalo lo emang bertekad begitu, gua dukung," sahut Sean meredakan kemarahan Sandiaga.
Bertahun-tahun Sandiaga terfokus untuk mewujudkan mimpinya, hingga pada tahun 2005, Sandiaga menciptakan telefon genggam pertamanya sesuai dengan apa yang ia impikan, yaitu dilengkapi dengan layanan radio dan televisi di dalamnya. Meskipun belum sempurna, Sandiaga semakin yakin bahwa ia dapat mengembangkannya, Harras dan Sean pun akhirnya percaya dengan impian Sandiaga muda, dua lelaki itu mencari cara untuk membantu Sandiaga mencapai mimpinya. Harras dan Sean mencari dana dan mulai mempelajari mengenai dunia bisnis, hingga akhirnya tiga lelaki itu sukses besar hanya dalam kurun waktu yang singkat, banyak elite Indonesia yang berlomba-lomba berinvestasi di perusahaannya, termasuk kelurga Fraussie dan Seattle yang menyumbang begitu banyak dana dan tenaga untuk perusahaan Andromeda.
Akan tetapi, kesenangan itu tak berlangsung lama. Pada nyatanya, setelah 3 tahun berjalan, perusahaan Andromeda mengalami pailit dikarenakan perseteruan yang terjadi di lingkup internal perusahaan yang berawal di sebabkan oleh Jonathan Fraussie. Lelaki itu diam-diam membuat membocorkan produk terbaru yang akan mereka luncurkan di pertengahan tahun, namun karena kurangnya bukti membuat Jonathan Fraussie tidak di dakwa oleh hakim. Perusahaan akhirnya mengalami kerugian yang sangat besar, bahkan gugatan mengenai produk ponsel terbaru yang bocor menjadi boomerang bagi Andromeda Company, dengan berbagai judul berita yang mengatakan bahwa Andromeda Company telah melakukan plagiarisme dan menekan salah satu karyawan mereka untuk mengaku di pengadilan. Berita-berita tersebut membuat para investor menarik diri dan akhirnya Andromeda Company dinyatakan pailit.
Hal tersebut menjadi pukulan yang sangat besar bagi Sandiaga, Harras, dan Sean. Tiga lelaki itu akhirnya mencoba untuk menyelediki sendiri apa yang sebenarnya terjadi, dan menemukan bahwa tidak hanya Jonathan Fraussie yang menjadi dalang dari ini semua, namun Danny Seattle turut menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam kekacauan ini semua. Dua lelaki itu adalah dalang dari kehancuran Andromeda Company.
Sejak saat itu, bertahun-tahun ketiganya membuat rencana balas dendam kepada keluarga Fraussie dan Seattle, tidak sekalipun mereka luput memata-matai dua keluarga itu, hingga akhirnya Adik dari Ibu panti mereka memiliki panti asuhan lain di sebuah kota dan bertemu seorang anak berkulit pucat yang sedang membaca buku, dari sanalah Sandiaga, Harris, dan Sean memiliki ide untuk menghancurkan dua keluarga itu.
Rencana Sandiaga, Harras, dan Sean di mulai dengan kembali membuka perusahaan jasa dengan tetap menggunakan nama Andromeda. Mereka menggunakan Steve yang masih kecil sebagai alat mereka untuk menghancurkan keluarga tersebut. Steve kecil yang tidak mengerti apapun hanya menganggap Sandiaga seperti orang tua untuknya karena ia tidak pernah merasakan bagaimana mendapat kasih sayang dari seorang ayah.
KAMU SEDANG MEMBACA
B-SIDE || [COMPLETED]
Mystery / ThrillerMereka bukan siapa-siapa. Hanya anak-anak yang tumbuh dalam dunia yang udah lama dipoles dari satu sisi: A-side. Rapi, penuh janji, tapi penuh kepalsuan. Tapi kebenaran nggak pernah diam. Ia tumbuh dengan pelan, sunyi, tapi pasti, tapi berada di sis...
![B-SIDE || [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/350911202-64-k465604.jpg)