31. Tonight

57 11 3
                                        

Suasana senja di Kapal Pesiar ternyata cukup meriah seperti yang sudah Steve perkirakan. Lelaki jangkung berkulit putih itu memang cukup menarik perhatian—Postur tubuh Steve yang jangkung dengan kulit putih pucat tidak seperti masyarakat pribumi pada umumnya—Steve akhirnya mengenakan masker dan topi baseball berwarna hitam untuk menyamarkan diri.

Langkah kakinya terhenti saat berada di ujung Kapal, menatap lautan lepas di hadapannya yang terlihat cukup tenang dengan ombak yang bergelombang karena efek dari kapalnya, mungkin (?)—setidaknya pemandangan ini cukup membuat kepala Steve tenang—.

"Jake, kalau ada Jay disini pasti dia bakal suka dengan suasana yang sedang gue rasakan di sudut kapal ini," ucap Steve dengan tangannya menyentuh in-ear untuk menghubungkan komunikasi dirinya dengan kedua sahabatnya.

Tidak butuh waktu lama, sebuah tanggapan dari salah satu sahabatnya pun terdengar oleh Steve. "Kalo lo lupa. Gue dari kecil udah biasa naik kapal pesiar, because i'm a rich man," Jay menanggapi dengan nada sombong.

Suara itu sedikit membuat Steve terkejut. Bukankah seharusnya Jay sedang menghabiskan waktu dengan ayahnya? Lalu kenapa Steve dapat mendengar suaranya? Apa karena ini efek dari hidupnya yang sudah akan berada di ujung tanduk? Apa Steve sedang halusinasi?

"I know you're confused. I'll tell you letter. For now, we'd be better focus on tonight's plan! Dan lo! Jangan buat gerakan yang macem-macem!" Ucap Jay disertai dengan sedikit nada ancaman pada akhir kalimatnya.

Lengkungan senyum terbentuk di wajah Steve yang tertutup oleh masker hitamnya, seakan sahabatnya itu busa membaca pikirannya.

"Apapun yang terjadi, both you of you have to stick together,"

"Apaan si anjir. Omongan lo kayak mau ngorbanin diri aja," celetuk Jay.

"Gue cuman takut kalo lo yang mati duluan sebelum gue ngorbanin diri," balas Steve dengan nada bercanda, walaupun ada maksud lain di dalamnya.

"Cih! Ngeremehin gue lo?! Kalo lo yang mati duluan, gue bakal ketawain lo di kuburan nanti, liat aja!"

Jake yang dari tadi diam, akhirnya berbicara dengan nada sewot. "Udah elah, ngapa pada ngomongin mati sih anjir? Lo berdua pada pengen banget mati apa?!"

Tawa meledak akhirnya terdengar dari Steve dan Jay, mereka meledek Jake yang menganggap semua candaan mereka serius—Jake sudah tahu rencana Steve dan dia tidak ingin jika candaan yang mereka lontarkan menjadi kenyataan, karena Jake tahu jika Jay adalah orang yang akan menangis paling sedih nantinya—.

Steve sendiri tertawa hanya untuk menyembunyikan rasa haru yang ia rasakan, bahwa Jake sangat peduli padanya dan masih memegang janji untuk menutupi rencananya.

"Jam berapa rencana mulai?" Tanya Steve mengalihkan topik.

"Puncak acara di jam 8, jadi mungkin di sekitar jam segitu," jawab Jake.

"Oh ya, lo jangan kaget kalo nanti ada segerombol cewek nyentrik.. mereka bukan oposisi, tenang aja," ujar Jay memperingati.

"Oh.. okay.." sahut Steve seadanya.

•••

Pukul 18.45 malam pesta topeng yang diselenggarakan pun terjadi. Semua orang membaur satu sama lain, memperlihatkan pakaian termahal mereka dan membicarakan topik-topik yang memuakkan bagi Steve. Mereka akan mengenakan topeng sampai pada puncak acara di sekitar jam 20.00 mereka baru akan membuka topeng masing-masing.

Steve harus bisa terbiasa dengan topik yang sangat menjijikan, membicarakan korupsi secara terang-terangan yang mereka lakukan, menghina para rakyat yang dianggap bodoh karena dengan mudahnya percaya dengan segala janji yang dibuat dengan mengatasnamakan kesejahteraan rakyat. Orang-orang ini dengan bangga membicarakan bagaimana mereka dapat dengan mudah mengelabui dan membodohi masyarakat demi tercapainya ambisi mereka.

Steve yang tidak kuat dengan semua topik menjijikan ini, sedikit menjauhi kerumunan dengan gerakan yang tidak mencolok. Steve berpura-pura menikmati acara di sudut meja ruangan dengan gelas wine di tangannya.

"Gue beneran mual banget anjing denger ocehan para tikus ini," ucap Steve sembari menahan amarahnya.

"Apalagi gue anjir yang dari siang megangin tab," sahut Jay.

"Big respect buat lo bro!" Ujar Steve.

•••

B-SIDE || [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang