Kereta dengan lambang masing-masing keluarga bangsawan bergantian memasuki pintu gerbang istana Azure. Tahun ini cukup banyak Lady dan Tuan Muda dari bangsawan tingkatan Earl sampai Baron yang melakukan Debutante.
Kereta mewah berwarna hitam dengan ornamen emas serta lambang keluarga Beliard memasuki gerbang istana, berhenti tepat di depan pintu masuk istana Azure.
Dekis keluar terlebih dahulu dengan pakaian yang dominan berwarna biru tua.
"Mari Duchess Medeia,"
Dekis tersenyum mengulurkan tangannya kearah Medeia. Dibalas dengan senyuman tak kalah indahnya Medeia menerima ukuran tangan kakaknya.
"Terima kasih Sir Beliard," Balas Medeia setengah bercanda.
Sembari menaiki anak tangga, pasangan kakak beradik itu menjadi pusat perhatian semua orang.
Membicarakan bagaiman kakak beradik itu terlihat bagaikan sebuah potret hasil tangan Dewa. Bahkan mereka sampai mengenakan pakaian yang senada dan sangat cocok dengan visual mereka yang terkenal di seluruh kerajaan Eperanto.
"Pestanya belum dimulai tapi suasananya sudah terlihat seramai ini,"
"Yahh kau benar adik, alunan musik bahkan sudah terdengar sampai keluar,"
"Tuan Dekis Beliard dan Duchess Medeia Beliard memasuki aula."
Dan sekali lagi mereka mendapatkan berbagai macam tatapan dari anak-anak muda disana.
Bisik-bisik penuh kekaguman dan penuh keirian selalu mengikuti kemanapun langkah kaki Dekis dan Medeia berpijak.
Dekis membiarkan adiknya bertegur sapa dengan para Lady disana, bahkan sesekali ada beberapa Lady yang ingin bekerja sama dalam beberapa bisnis dibawah naungan Beliard.
Mengambil segelas wine dengan kualitas terbaik dan berdiri sedikit menjauh dan sesekali membalas pertanyan dari Tuan Muda yang berkerumun di depannya.
"Calon Matahari Eperanto Pangeran mahkota Iaros Orna Eperanto dan Calon putri mahkota Psyche Polli memasuki aula."
"Salam untuk cahaya masa depan Eperanto." Mereka segera memberi salam pada Iaros yang melangkah dengan pasti.
Tersenyum formal dengan tatapan mata menjelajah seisi ruangan mencari sang pujaan hati.
Ketemu.
Rupanya sosok itu berada di sudut aula hampir lupa kalau kekasih hatinya itu sedikit banyak kurang suka berinteraksi dengan banyak orang-orang asing.
Psyche sendiri ternyum teduh mengikuti langkah kaki Iaros, sesekali melambai kecil sebagai balasan.
"Saya Iaros Orna Eperanto mengucapkan terima kasih untuk kalian yang sudah hadir dalam pelaksanaan pengangkatan Lady Medeia Beliard sebagai Duchess Beliard secara resmi dan juga sebagai acara debutante kalian sendiri."
Riuh tepuk tangan menggema di aula mewah nan luas itu. Mereka sangat jelas dengan senang hati menghadirinya. Terlebih dengan sosok-sosok anak muda yang akan memimpin Eperanto di masa depan.
Dimana pemimpin dan pengikut setianya masih muda dan sangat terbuka dengan informasi baru, tidak seperti generasi terdahulu yang selalu mengutamakan peraturan dari generasi-generasi sebelumnya.
"Medeia Beliard bisakah kau maju kehadapanku?"
Medeia melangkah dengan anggun. Gaun mewah yang dikenakannya tak menyulitkan dirinya dalam melangkah pasti.
Sudut bibir Medeia hampir terangkat ketika melihat sorot tak senang di iris keabuan Iaros. Sudah pasti pangeran manipulatif itu sangat cemburu dengan dirinya karena mengenakan pakaian yang senada dengan Dekis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine
Fiksi PenggemarYang orang-orang tahu Pangeran Putra Mahkota Iaros Orona Eperanto sangat mencintai Psyche Polli tunangannya. Dan Medeia Belliard antagonis yang sangat terobsesi dengan tahta dan cinta Iaros. Justru kenyataannya berbanding terbalik dengan faktanya. S...
