.
.
.
'Enjoy reading this story'
____________________________________________________
Sehabis Alaska dan temen temennya, acara tadi malam pun mereka langsung tidur di kamar yang sudah di sediakan untuk mereka di rumah Alaska.
Dikamar STELLA/SELI, kini dia tengah duduk di balkon kamar nya yang menghadap rumah rumah tetangga nya.
Yaa, angin malam adalah juaranya untuk menutupi kesedihan yang sudah lama STELLA/SELI Pendem ini, tapi kata orang tua jangan terlalu kena angin malam jika engkau tidak mau sakit.
Hahahah, lucu sekali dunia apakah dia belum bisa mendapatkan kebahagiaan yang dia tunggu selama ini?, dia ingin merasakan kehangatan di dalam rumah, dia juga mau punya tempat berteduh jika dia sedih, senang, tertawa atau hal hal lain, tetapi itu hanya orang orang tertentu yang bisa mendapatkan nya.
STELLA, dia butuh itu tapi dia tidak mendapatkan nya dari dunia sebelum nya bahkan sampai dunia baru yang dia tempati ini, apakah orang tua dari tubuh ini tidak mencari nya?, apakah ini yang di kirim tuhan untuk dirinya sendiri dan kesepian, agar dia bisa melewati rintangan ini sendiri?.
Kehidupan sebelumnya, dia tidak punya tempat bersandar selain nenek nya yang sudah meninggal, dia memang punya temen yang bisa dia ceritakan keluh kesah hidup dia yang tidak sempurna, tapi STELLA/SELI dia takut untuk menyampaikan perasaan sedih nya, takut temen temennya tidak mau menerima dia atau temennya risih tapi dia tidak bisa terus memendam semua ini, dia manusia yang butuh dorongan untuk menjalankan kehidupan nya yang tidak sempurna.
Dia, hanya pingin punya tempat dia bercerita dan bersandar apakah sesulit itu untuk dirinya, kehidupan Stella yang dulu sangat sederhana tapi penuh penderitaan, bahkan di kehidupan seli pun dia juga menderita walaupun dia kaya, satu kata yang Stella dan seli ingin kan 'Keluarga' dia ingin 'Bersandar' dia juga ingin 'bercerita'.
Andai dia mati dan di kirim ke surga Tanpa harus masuk ke raga orang pasti Stella bahagia bisa bertemu nenek nya, tapi tuhan punya cara lain yaitu dengan memindahkan jiwanya ke raga seli yang kosong, dia harus menerima kenyataan yang di berikan tuhan kepadanya, dia juga harus menerima bahwa dia sekarang adalah seli bukan Stella di kehidupan sebelumnya.
Jiwa dan raga yang menyatu, jiwa yang bernama Stella, raga yang bernama seli, itu lah kehidupan Stella yang harus menjalani kehidupan dengan nama seli...
"Huft...." Hela nafas seli.
"Ku harap, ini jalan satu satunya yang diberikan Tuhan untuk ku" ucap seli dengan senyum yang penuh luka.
Langit malam yang semakin gelap, jam yang semakin maju, dan angin yang semakin dingin, seli yang merasakan itu pun langsung berjalan masuk ke kamar nya, dan menutup pintu balkon sebelum tidur.
"Tidur, dan bangun di pagi hari semangat sel" ucap seli yang menyemangati dirinya sendiri.
🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️
Keesokan harinya, seli yang tengah melek tetapi dia tidak bangun dari kasurnya satu kata dia 'Mager', akan tetapi tiba tiba.
"TOK..TOK..TOK TOK TOK.... TOK TOK" suara pintu yang tengah digedor.
"AL... AL BANGUN DAH PAGI NIH" teriak seorang gadis yang di yakini adalah Ara.
"ALASKA YUHUU" Teriak Ronal dengan tidak tau dirinya.
Rio dengan tidak tau dirinya, dia pun langsung masuk kedalam kamar seli dan mengguncang kan tubuh seli/Alaska.
"Al BANGUN... AL BANGUNN" Teriak Rio di kuping Alaska.
Seli/Alaska, yang tadinya udan melek pun langsung duduk di kasur dan menatap tajam orang orang yang tengah menggangu dirinya yang tengah mager.
"Heheheh, Al bangun ayo sarapan pagi bareng" cengengesan Ara dengan tidak berdosa nya.
"Ayo, Al semangat menjalankan hari yang membosankan ini" ucap Ronal dengan nada yang menyemangati nya.
"Yang haus, yang haus" ucap Rio dengan sempotan nya.
Akhirnya, Alaska berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan turun berjalan ke lantai bawah bersama Ara,Rio,Ronal.
"Emang kita makan apa dah, dan siapa yang masak?" Tanya Rio dengan nada penasarannya, begitu pun Ronal dan Alaska siapa yang masak.
"Gw juga kagak tau, tadi si Ara gedor gedor kamar gw, terus elu, abis itu alaska buat makan katanya" ucap Ronal, dia penasaran siapa yang masak seinget nya temen' geng dia kagak ada yang pernah nyentuh dapur seinci pun.
"Gw, Ela, Nia yang masak" sahut Ara.
"Hah seorang Ara Masak, kayanya lu demam deh Ara" ucap kaget Ronal, dan Rio.
"Terus juga Ela masak demi apa, seinget gw dia pas pertama kali masak makanan nya gosong dan asin banget" ucap spontan Ronal tampa filter.
"Kurang ajar, gw sama Ela masuk kes masak ya" ucap Ara dengan nada kesel.
Perdebatan mereka bertiga pun terus berlanjut, bahkan tak sadar mereka berempat sudah sampai di meja makan.
"Gila gila udah nyampe aja lu pada" ucap Ronal, yang langsung duduk di samping Cakra.
"Lama banget" cibir Ela.
"Heh Jubaedah yang bikin lama mah si Alaska, dia tadi di gedor' kagak keluar' dan pas kita bertiga masuk dia masih rebahan di kasur ya" judus Rio, enak aja dia di bilang lama padahal ini semua salah Alaska ya.
"Tau tuh, geram nya gw" geram Ara, sumpah rasanya dia pengen masukin sambel pedes ke bibir Ela biar Jontor.
"Ya maaf, gw kagak tau" ucap Ela dengan penuh sesal.
"Sudah sudah, mending kalian duduk dulu aja" ucap Levi melerai perdebatan di meja makan.
Struktur meja makan.
---
Julio, Levi, Delvan, Ela, Nia
Alaska -----------------------------------------
Jhon, Ronal, Ara, Rio, Cakra
Seperti itu ya, yang dia atas ↑↑↑
Alaska, Ara, Ronal, dan Rio pun langsung duduk di tempat mereka masing masing. Dan, mereka pun makan makanan yang sudah di sajikan di atas meja.
"Gila Masakan siapa nih, enak banget" ucap Ronal dengan mata berbinar binar.
"Masakan gw,Nia, sama Ara lah" bangga Ela.
"Baru kali ini, lu bertiga masak kagak Sampai bakar dapur" ucap Rio, dengan nada bangga nya.
"Masakan lu bertiga enak" ucap Cakra yang diangguki oleh yang lain (- Ela, Ara, dan Nia).
Setelah makan dan obrolan panjang, mereka semua pun langsung berkumpul di ruang tamu Alaska dan basa basi.
Yah, pada umumnya aja. Ela, Ara, Dan Nia mereka bertiga nonton Drakor, Ronal dan Rio yang sedang tanding game, Cakra dan Levi yang sedang menikmati teh nya di pagi hari yang cerah, Jhon, delvan, Julio yang mengobrol entah apa, dan Alaska yang sedang mengotak Ngatik letpot nya.
_______________________
_________________________________________
.
.
.
Sekali lagi author ucapkan Minal Aidzin Walfaizin, mohon maaf lahir dan batin semuanya, semoga kalian sehat sehat ya dan diberikan umur yang panjang heheheh
Salam dari author 'Thank you for reading this story'
KAMU SEDANG MEMBACA
NOVEL?
مغامرة→Halo semua← (°~°) ~ Stella Cornelia¿ seorang gadis cantik yang berusia 20 tahun, tinggi badan sekitar 170 dan berat badan 40, sorot mata tajam, kulit putih,hidung mancung,rambut pendek,bibir merah Cherry alami dan dengan netral henzel yang menambah...
