Terimakasih banget untuk kalian yang sudah baca cerita aku ini. Maaf ya jika cerita ini menurut kalian garing atau gak sesuai ekspektasi kalian hehehe
Jadi sebelum berlama lama lagi, jangan lupa vote, komen, 'Enjoy reading this story'.
.
.
.
_____________________________________________________
Sebelumnya....
---------------
'saya tau anda kesepian sel, saya dan yang lain sedang berusaha agar mereka tidak mengincar mu.........'
Lanjut
-----------
Setalah beberapa menit mandi, akhirnya pintu tersebut terbuka dan terpapang lah, Seli dengan rambut basahnya itu.
'Anda harus mengeringkan rambut anda sel'
"Iya², bawel" ucap Seli, dengan langkah kaki berjalan ke meja rias.
'Saya tidak bawel ya, aca yang cantik ini hanya MEMBERITAHU saja loh' ╰( •̀ε•́ ╰)
"Iya deh, aca yg cantik" ucap Seli dengan senyum jahilnya.
'seli jangan ledek aca ihhhh'
"Hahahahahahha" tawa Seli, yang dimana membuat sistem/aca ini terkejut dengan tawa lepas Seli, yang jarang di perlihatkan bukan deh malahan kagak pernah.
'Lebih baik anda fokus, mengeringkan rambut anda selii'
Seli hanya mengangguk singkat aja, dia dengan tangan lincah nya memegang alat yang biasa orang orang pake untuk mengeringkan rambut.
'CTARRRR'
Suara yang begitu kencang, dan membuat kamar Seli berantakan dan pecahan yang berserakan dimana - mana.
Seli tanpa basa basi, langsung berjalan ke tempat pecah itu, dan mengambil sebuah botol yang berisi kertas?.
'Apan ini?' bingung Seli lewat batin.
'Mana saya tahu'
"Gw kgk tanya lu" dumel Seli ke aca.
'kan siapa tau tua-, eh maksudnya nona nanti tanya ke saya'
"Dih, pede baget jadi sistem" lirih Seli, akan tetapi masih bisa sistem/aca ini denger.
Perdebatan yang gak berfaedah ini pun selesai, Karena Seli menyuruh aca untuk diem karna berisik
sumpah😾
Aca bilek (ಠಗಠ),'cih'.
"Author saya pengen mengundurkan diri saja" sedih aca ke author.
"Heh, kalo situ kagak ada nih cerita kagak bakal kelar" ucap author ke aca dengan gemes.
"Huaaaaa" teriak aca.
"Tenang, ada saat nya kamu hidup tenang kok" ucap author meyakinkan aca.
"Iya ya" lirih aca, sembari berharap kepada author.
"Iya" janji author.
Kembali ke alur, kini Seli tegah berusaha membuka tutup yang ada di botol nya itu.
"Bjir, SBL" celetuk Seli.
'SBL apan sel?'
"SBL, Susah Banget Loh" ucap Seli dengan santai, Lagi santai kawan.
'Bisa gitu ya'
"Bisa lah" bangga Seli.
Sudah lanjut lagi, seli yang tengah membuka tutup botol dengan usah yang keras pun. Akhirnya dia bisa membuka tutup botol yang sekeras batu.
KAMU SEDANG MEMBACA
NOVEL?
Aventura→Halo semua← (°~°) ~ Stella Cornelia¿ seorang gadis cantik yang berusia 20 tahun, tinggi badan sekitar 170 dan berat badan 40, sorot mata tajam, kulit putih,hidung mancung,rambut pendek,bibir merah Cherry alami dan dengan netral henzel yang menambah...
