.
.
.
_____________________________________________________________
"Saya terima ucap Sumpah kalian berdua, hari ini. Jun April bersika dan Sifa Adelia menjadi ketua OSIS dan wakil ketua OSIS Senior High School atau di singkat SHS, dan keinginan untuk membuah sekolah SHS bersinar ke seluruh dunia' ucap seli dengan nada tegasnya.
"Saya harap kalian berdua, tidak melanggar sumpah ucapan kalian, dan jangan pernah kalian melanggar ucapan sumpah kalian" ucap Levi dengan senyum manis nya.
Dan tepuk tangan menggelar ke seluruh sisi gedung aula, Setelah ucapan sumpah ketuan dan wakil OSIS baru SHS, para tamu mendengar ucapan dari sang MC penerimaan penghargaan.
"Karna kita tadi sudah melihat dan mendengar sumpah ketua OSIS dan wakil OSIS baru di sekolah SHS, sekarang kita akan mengumumkan kelulusan kakak kelas tercinta kita dari angkatan 26, dan bapak kepala sekolah kita, bapak 'haji lidoyo' dipersilahkan menaiki panggung" ucap sang MC.
Kepala sekolah atau bapak 'haji lidoyo' yang mendengar nama dia pun, langsung menaiki panggung dengan dada di busung kan.
"Ekhm, saya 'haji lidoyo' selaku kepala sekolah Senior High School, mengucapkan selamat kepada anak anak ku yang tercinta yang sudah melewati rintangan yang mengahalangi jalan masa depan yang ingin kalian raih. Saya harap kalian semua bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan meraih cita cita kalian, dan kalian juga sudah melalui suka dan duka bersama teman kalian, saya harap perpisahan ini, adalah satu titik cahaya masa depan kalian semua. Itu saja ucapan dari saya terimakasih" ucap haji lidoyo.
Mereka yang mendengar pidato singkat dari kepala sekolah tercinta, tersebut pun terharu, karna jarang jarang ada kepala sekolah yang sabaran seperti beliau, kesabaran seluas lapangan sekolah. Karna banyak sekali kesalahan mereka di sekolah, seperti menyolong mangga, menabrak pagar, memanjat tembok sekolah, memecah kaca jendela, dan menjahili guru dan kepala sekolah, sabar sekali bukan.
Acara perpisahan sekolah SHS, diiringi dengan nyanyi, dance, penyerahan piala 🏆, puisi dll. Acara sederhana tapi mempunyai sejuta kenangan nanti nya.
.
.
.
.
Di sisi Seli, dia tersenyum tipis sangat tipis, karna misi dia telah selesai, dan sistem yang selama ini menemani nya telah pergi karna tugas dia telah usai, sihir yang memyebar di dunia telah hilang sepenuhnya, dan Seli sudah di lihat sebagai perempuan bukan laki'.
"Gak kerasa, cepet banget gitu lulusnya, kaya berasa baru MPLS jir" ucap Ara ke mereka semua yang dimeja.
"Iya kan, kaya gw ngerasa dunia tuh cepet banget berjalan" sesal Ela dengan raut kesedihan nya.
"Yaudah, kita juga gak bisa berhenti waktu, lagian kita udah bersama di sekolah ini bukan?, pasti banyak sekali kenang kenangan nya" balas mita, ke mereka berdua.
'Mita araya', adalah temen dari seli, Ara, Nia, dan Ela. Mereka bertemu saat di taman belakang sekolah, waktu pas mereka bertiga gak sengaja mecahin vas depan pintu kepala sekolah.
"Tau tuh, lagian kita bakal ketemu lagi kok, kalo pada mau mah" ujar Seli, dengan mengangkat kedua bahunya.
"Lagian kita, bisa main bareng atau nginep" ucap Nia, yang melirik kesana kemari.
"Ngelirik ke siapa nia" tanya Ara yang dari kesel melihat Nia melirik kesana kemari.
"Ooo aku, nyari Abang aku aja" jawab Nia dengan polosnya.
"Hah?, mereka bukannya di sana kah" ujar Ela sembari menunjuk meja sebelah kiri mereka.
"eh iya deh, hehehe" ucap Nia dengan cengiran nya.
Mereka yang melihat tingkah Nia pun, hanya bisa menggelengkan kepala mereka, 'bisa bisanya lupa' batin mereka serempak.
"Yo, selamat atas kelulusan kalian" ucap Levi dari samping kanan Seli dan langsung duduk di kursi itu.
"Makasih kak" ucap mereka serempak.
"Inget, kalian udah bukan bocah SMA lagi loh" sambung Levi, ke mereka semua.
"Hai hai, kami tau kak Levi" jawab Mita, dengan senyum lebarnya.
"Takut banget bibir lu robek, cuman karna senyum lebar doang" nimbrung Rio, yang duduk di dekat Mita.
"Gak mungkin dong" balas mita dengan senyum semakin lebar.
"Terah lu aja udah" final Rio, yang hanya bisa pasrah saja.
"Kalian, akan di hadapi masalah lebih serius loh, jadi kalo ada sesuatu mulai berpikir dengan kepala dingin yaa" ucapan Cakra, itu membuat mereka semua mangganguk kepala mereka serempak.
"Gila gw, gak nyangka lu pada dah lulus aja" ujar Ronal, yang duduk di samping Ara.
"Ya kali, kita kagak lulus" sewot Ela ke Abang nya ini.
"Buset, serius Mulu hidup lu heran" ucap tajam Ronal, dengan mata yang sinis.
"Bacot" ejek Ela, yang langsung menengok ke sang kekasihnya.
"Ayanggg" ucap manja Ela, ke sang kekasih tercinta.
Delvan yang mendengar ucapan manja Ela pun, langsung menengok dan memeluk Ela kedalam pelukannya.
Yang lain, hanya memutar bola matanya sudah biasa. bermesraan tidak di tau tempat saja orang pacaran ini, dia kira ini punya nenek moyang kali.
"Menjijikan" gumam Ara, dengan bola mata yang memutar.
"Iri, iri bilang Bossku" ledek Ela.
"Dih, siapa juga yang iri" ucap sinis Ara, dengan nada tak terima.
"Hahahahahah" tawa mereka semua, yang membuat para tamu undangan sekali kali melirik mereka yang begitu luar biasa.
Yah, gitu lah. Setiap harinya, mereka berdua jika bertemu saja, pasti saling ledek ledakan.
.
.
.
Di sisi meja lain.
"Cucu perempuan ku, cantik sekali dia memakai gaun itu, biasanya kan dia selalu make jas" ucap Diana dengan nada girang nya.
"Hahaha, kau benar mom" ucap Stevi yang mengikuti nimbrung.
"Untung saja, kamu langsung maksa Seli, untuk pake gaun" sambung Diana, dengan tangan yang menunjuk ke mantu keduanya Luna.
"Kalo Seli pake gaun tuh cakep mom, tapi dianya aja yang belum terbiasa" jawab Luna, dengan senyum manisnya.
"Hahahaha" tawa ke-tiga wanita dengan nada elegannya.
Sedangkan, di sisi pria atau para suami suami dari ketiga istri ini.
"Anak ku, cantik sekali memakai gaun indah itu" ucapan Steven, membuat adik dan Deddy nya setuju.
"Pilihan istriku, tidak pernah gagal" bangga gio, dengan nada khasnya.
"Cucu ku, saja yang terlalu cantik dan menurunkan gen mamahnya" jawab Dional dengan mata tajam dan senyum tipisnya.
"Ahh, kau benar ded, istri ku memang sangat sangat cantik" ucap Steven, yang matanya tidak lepas dari putri tercintanya.
"Masih cantik kan istirahat, jauh kemanaa mana" bales Dional, dengan bangga nya.
"Udah, bau tanah mending diem, soalnya gak di ajak" ejek Steven dan gio serempak.
"Dasar, anak durhaka" geram Dional.
"Bay bay" ucap Steven dan gio lagi, dan mereka berdua berlari ke tempat para istri istri nya, untuk meminta perlindungan.
Yah. begitu deh, keluarga Drax. Mempunyai banyak tingkah saat bersama keluarga, akan tetapi akan terlihat kejam dan dingin jika bersama orang lain.
_______________________
_________________________________________.
.
.
Yoo, kembali lagi bersama Machan/Karchi, udah lama banget yaa, aku gak update heheheh. Soalnya wp aku rada eror jadi ya gitu, harus nunggu bener dulu hehehe
Salam dari Machan/Karchi 'Thank you for reading this story, yeah'
KAMU SEDANG MEMBACA
NOVEL?
Aventura→Halo semua← (°~°) ~ Stella Cornelia¿ seorang gadis cantik yang berusia 20 tahun, tinggi badan sekitar 170 dan berat badan 40, sorot mata tajam, kulit putih,hidung mancung,rambut pendek,bibir merah Cherry alami dan dengan netral henzel yang menambah...
