.
.
.
______________________________________________________________________
Setelah ditunggu tunggu, semua suami dan anak anak kesayangan nya pada turun semua, dan berkumpul di meja makan.
"Siang mamah cantik" sapa Rio dengan nada riangnya.
"Siang juga sayang" sapa balik Stevi.
Mereka semua pun, duduk di kursi yang sudah ada di sana.
Struktur meja makan.
Cakra Rio
Steven ----------------------------------
Stevi Seli
Begitu lah, kira kira struktur nya ya, saat mereka semua sedang menikmati makanan dengan slayyy, tiba tiba sang kepala keluarga membecirak sesuatu.
"Nanti sore keluarga besar sampai di rumah ini, dan malam nya kita kumpul bersama" ucap sang kepala keluarga, yaitu Steven.
"Whatt, sore ini bangettt yahhhh" ucap heboh Rio, dengan kedua tangan yang memegang pipinya(😱 Ekspresi wajah rio).
"Iya sore ini, masa sore besok" ucap Steven dengan santai nya.
"Omo Omo Omo, hmmpttt merajukkkk" beo Rio dengan ala ala merajuk nya.
"Menjijikan" sahut Cakra secara tiba tiba.
"Tidak imut, di muka mu yang jelek itu Rio" ucap Steven dengan menggelengkan kepalanya.
"Mamah kira kamu itu, gak sedramatis ini saat lahir, ternyata dugaan mamah salah telak" lirih Stevi dengan muka lelahnya.
"Ku kira, kau sebagai Abang akan kalem, ternyata tidak" ucap seli dengan spontan.
Yaa, Rio kena bully habis habisan oleh keluarga nya, dan gak tau kedepannya apa kah keluarga besar nya akan membully nya, tapi mereka semua tetep memakan sampai habiss.
🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️
Sore hari Nya, Cakra, Rio, Seli, dan Steven tengah duduk di sofa. Dan mereka berempat melihat Stevi/mamah mereka yang tengah mondar mandir dari tadi di depan mereka.
"Mah, duduk aja dulu" ucap Cakra penuh dengan perhatian.
"Iya sayang, mereka pasti nyampe kok"
Khawatir Steven, karna dari tadi dia melihat istri tercinta yang mondar mandir. 'apakah tidak patah kakinya, yang sedari tadi kesana kemari' batin Steven heran.
"Iya, nanti tuh kaki bisa patah loh mah, karna dari tadi kesana kemari" ucap spontan Rio.
"Heh, mulut sembarang aja, kalo ngomong" kesel Stevi dengan mata tajam dan menusuk ke arah Rio.
"Eh buset, gak usah natap gitu dong mah, nanti bola matanya keluar gimana itu. Kan jadi serem" ucap Rio sekali lagi, yang lagi lagi membuat Stevi menatap tajam sangat menusuk.
"Uang jajan kamu, mamah potong Tampa garis bawah titik" ucap Stevi kesel.
"Mah, masa gitu si-"
'tin tin tin'
Stevi yang mendengar kelakson mobil pun, langsung berjalan keluar dan melihat mertua, adek ipar, dan ponakan nya yang sampai dengan selamat.
KAMU SEDANG MEMBACA
NOVEL?
Przygodowe→Halo semua← (°~°) ~ Stella Cornelia¿ seorang gadis cantik yang berusia 20 tahun, tinggi badan sekitar 170 dan berat badan 40, sorot mata tajam, kulit putih,hidung mancung,rambut pendek,bibir merah Cherry alami dan dengan netral henzel yang menambah...
