28. Setelah Ujian

1.9K 182 36
                                        

BEL pertanda berakhirnya ujian OSCE hari itu berdering keras memekakkan telinga sekaligus mengirim kelegaan pada setiap mahasiswa yang merasa nyaris kehilangan oksigen di dalam bilik ujian.

Satu persatu dari mereka mulai keluar dari masing-masing bilik terakhir. Beragam ekspresi terlihat. Ada yang pucat layaknya baru saja melihat hantu, ada yang berkeringat dingin yang segera diseka, ada yang berjalan lunglai dan ada pula yang sumringah sebab beban yang dipikulnya beberapa hari ini akhirnya luruh.

Kaluna baru keluar dari bilik OSCE terakhir dengan napas lega. Kakinya pegal, pundaknya tegang, tapi setidaknya semua stase sudah dilewati. Di koridor depan lab, ia melihat Wilona duduk di lantai dengan punggung bersandar ke dinding, masih mengenakan jas lab sama sepertinya. Kaluna membuka loker untuk mengambil tas lalu segera menghampiri, duduk di samping Wilona.

"Gimana, Lun? Aman?" Tanya Wilona.

Kaluna mengangguk lemah. "Aman. Tapi nyaris aja gue lupa ngelakuin pemeriksaan DJJ waktu di stase leopold."

Wilona tertawa kecil. "Gue juga sempat blank di stase enam, pemeriksaan bayi baru lahir di step setelah pemantauan keadaan umum. Gila, dosennya melototin kayak baru aja ngeciduk gue nyuri alat lab."

"Terus gimana, tuh?"

"Jadi gue ngomong muter-muter biar kelihatan yakin, sambil coba inget-inget. Untung aja nggak butuh waktu lama."

Kaluna tertawa kecil. "Strategi klasik mahasiswa: kalau lupa, improv."

Mereka tertawa pelan, lalu terus berlanjut saling bertukar cerita soal tiap stase. Wilona, dengan gaya dramatisnya, menirukan cara salah satu penguji melotot, membuat Kaluna nyaris terpingkal.

"Walaupun banyak tegangnya, akhirnya selesai juga, ya. Kita bisa tidur nyenyak lagi," desah Kaluna lega. Wilona mengangguk menyetujui. Beberapa hari sebelum OSCE memang tidur mereka tidak senyenyak biasanya karena takut semua hapalan di kepala melayang.

Tak lama kemudian, ponsel yang Kaluna taruh di dalam tas bergetar. Nama Mr. J muncul memenuhi layar. Laki-laki itu baru saja mengiriminya pesan singkat.

Mr. J :
Sudah selesai?


Iya, baru aja.

Mr. J :
Mau langsung pulang? Kalo iya, bareng saya aja.

Mas di mana?


Di parkiran kampus khusus dosen. Kamu ke sini aja.

Nanti ada yang lihat, Mas.


Terus?

Kaluna berdecak. Kebiasaan sekali Javier ini menganggap remeh hal-hal seperti itu.

Bahaya lah, Mas. Aku nggak mau diseruduk fans kamu kalo ketahuan satu mobil sama dosen kesayangannya.


Parkiran lagi sepi. Kamu nggak perlu khawatir.

Kaluna menoleh pada Wilona yang sudah asik menscroll sosial media di ponselnya. "Lo pulangnya gimana, Wil?"

"Grab kayak biasa. Tapi gue masih mau nyantai dulu di kampus. Ngelurusin punggung. Lo udah mau pulang?"

Kaluna mengangguk. "Ngikut Mr. J."

"Yaudah duluan aja. Jangan biarin ayang lo nunggu lama," goda Wilona jenaka.

Kaluna mendengus sebelum pamit dan beranjak meninggalkan Wilona di koridor lab bersama teman-teman kelasnya yang lain.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 05, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Mr. JTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang