- kumpulan cerita yang ku buat karna waktu yang kosong.
- jangan terlalu berharap ceritanya akan sering update.
- kumpulan tokoh dari krakter favorit ku.
- semua tokoh milik sang penulis asli
- doa kan agar cepet dapet ide
- di vote tolong...
Di sebuah dapur kecil di apartemen Tokyo, Yukihira Souma dengan lincah mengiris sayuran di atas talenan. Uap dari panci yang mendidih memenuhi ruangan, menciptakan aroma yang mengundang selera. Ia menyiapkan makan malam spesial untuk sahabat masa kecilnya, (Name), yang baru saja melewati minggu yang berat di universitasnya.
(Name) duduk di meja dapur, menyandarkan kepalanya di atas tangannya yang terlipat. “Aku benar-benar lelah, Souma,” gumamnya pelan, menatap kosong ke depan.
Souma menoleh, lalu menyipitkan matanya dengan ekspresi jahil. "Jangan bilang kau terlalu sibuk sampai lupa makan?"
(Name) tersenyum lelah. "Bisa dibilang begitu... Aku bahkan hampir lupa kapan terakhir kali makan dengan benar."
Souma mendesah, meletakkan pisaunya. Ia berjalan mendekati sahabatnya, lalu dengan lembut menyentuh kepalanya. "Kau ini ya, kalau bukan aku yang mengurusmu, kau bisa tumbang dalam seminggu."
(Name) tersentak, lalu mengangkat wajahnya. "Wah! Kau mengejutkanku!" Ia menatap Souma dengan mata terbelalak, sementara tangan Souma masih di kepalanya.
Souma hanya terkekeh kecil. "Apa kau lupa kalau aku ini koki? Memberi makan seseorang adalah pekerjaanku."
(Name) menatapnya sesaat, lalu menghela napas lega. "Terima kasih, Souma."
Beberapa menit kemudian, Souma kembali ke dapur dan menyelesaikan masakannya. Ia menyajikan semangkuk ramen spesial buatannya di depan (Name). Aroma kuahnya yang kaya segera memenuhi ruangan.
“Ini dia, hidangan spesial untuk mahasiswa yang terlalu sibuk belajar sampai lupa makan.” Souma berkata dengan bangga.
(Name) tertawa kecil, lalu mengambil sumpit. Saat suapan pertama menyentuh lidahnya, matanya membulat. "Souma... ini enak sekali!"
Souma menyilangkan tangannya dengan senyum penuh kemenangan. "Tentu saja! Itu dibuat oleh koki terbaik di dunia."
Mereka makan bersama dalam diam, menikmati setiap suapan. Saat mangkuknya hampir kosong, (Name) menatap Souma dengan senyum lembut.
"Kau tahu, aku benar-benar merasa lebih baik sekarang," katanya. "Aku sempat berpikir minggu ini adalah yang terburuk dalam hidupku, tapi ternyata... malam ini menyelamatkanku."
Souma menatapnya, lalu tersenyum kecil. "Kau terlihat lega sekarang."
"Apa kau pikir aku tadi menangis?" (Name) menggodanya.
Souma mengangkat bahu. "Aku tidak akan Mengejekmu kalau kau memang menangis."
(Name) tertawa kecil dan menggeleng. "Tidak, Souma. Justru sebaliknya. Aku sangat bahagia."
Souma menatapnya dalam diam, lalu tersenyum lebih lebar. "Kalau begitu, aku senang bisa membantumu."
Malam itu, tidak ada lagi beban yang mengganggu pikiran (Name). Bersama sahabatnya, dengan semangkuk ramen buatan Souma, semua terasa lebih ringan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.