13.Kaito Kid

30 3 0
                                        

Malam yang Mengubah Segalanya


Hujan rintik-rintik turun di langit kota, menciptakan pantulan lampu neon di atas trotoar yang basah. (Name) sedang membereskan meja belajarnya ketika suara ketukan lemah terdengar dari jendela apartemennya.

Dengan sedikit ragu, ia berjalan ke arah jendela dan menarik tirai. Matanya membelalak melihat sosok yang berdiri di luar—seorang pria dengan setelan putih yang basah kuyup, mantel panjangnya compang-camping, dan topi silindernya miring. Rambut hitamnya yang basah menutupi sebagian wajahnya, tetapi satu mata birunya yang bersinar tetap bisa dikenali.

"Kaito...?" suaranya hampir berbisik, tak percaya dengan pemandangan di depannya.

Kuroba Kaito, sahabatnya sejak kecil, berdiri di ambang jendela dengan napas tersengal. Dengan ragu, ia membuka jendela lebih lebar. Tanpa pikir panjang, Kaito melangkah masuk dan hampir kehilangan keseimbangan. (Name) dengan sigap menangkap lengannya.

"Apa yang terjadi padamu?" tanyanya, menutup jendela kembali.

Kaito tersenyum miring, meskipun ekspresinya terlihat lelah. "Hanya sedikit insiden di tempat kerja," jawabnya santai.

Tetapi (Name) tahu lebih baik. Dari dekat, ia bisa melihat sobekan pada mantel putihnya, noda darah samar di tepi kemejanya, serta ekspresi yang tak pernah ia lihat sebelumnya di wajah sahabatnya—keletihan yang dalam.

Dan di sanalah, di dalam kantong mantel Kaito, ia melihatnya—sebuah permata biru yang berkilauan dalam cahaya redup ruangan. Matanya membulat.

Kaito menangkap tatapannya dan segera merogoh kantongnya, menyembunyikan permata itu di balik genggamannya. "Ini bukan seperti yang kau pikirkan," katanya cepat.

(Name) menatapnya dengan ekspresi yang sulit diartikan. "Jangan bilang..." ia menarik napas dalam-dalam, "...kau adalah Kaito Kid?"

Hening.

Kaito menatapnya dengan mata tajam. Selama bertahun-tahun, ia selalu berhasil menyembunyikan identitasnya, bahkan dari sahabat terdekatnya. Tetapi malam ini, ia tahu kebohongan tidak akan berhasil lagi.

Dengan helaan napas panjang, ia melepas topinya dan menjatuhkan dirinya ke sofa. "Ya," katanya pelan, "Aku Kaito Kid."

Ruangan terasa sunyi. (Name) merasakan gelombang emosi membanjiri dirinya—kebingungan, keterkejutan, dan sesuatu yang tak bisa ia jelaskan.

"Kau..." suaranya bergetar, "Kau selama ini mencuri?"

Kaito tersenyum tipis. "Aku tidak mencuri untuk keuntungan pribadi," jelasnya. "Aku hanya mencari permata tertentu... sebuah permata yang bisa mengungkap rahasia yang ditinggalkan ayahku."

(Name) mengerutkan kening. Ia tahu Kaito kehilangan ayahnya sejak kecil, tetapi ia tak pernah tahu bahwa kematian itu menyimpan misteri sebesar ini.

"Ayahku... dibunuh," lanjut Kaito, suaranya lebih pelan. "Oleh organisasi yang menginginkan permata legendaris, Pandora. Aku menjadi Kaito Kid untuk menemukannya dan menghancurkannya sebelum mereka bisa mendapatkannya."

Mendengar itu, hati (Name) mencelos. Kaito selama ini hidup dalam bahaya yang tak pernah ia sadari. Dan ia baru saja mengetahuinya malam ini.

"Tapi kenapa kau tak pernah memberitahuku?" tanyanya lirih.

Kaito menunduk. "Karena aku takut kau akan membenciku."

(Name) terdiam. Ia tak tahu harus berkata apa. Ia marah karena Kaito menyembunyikan ini darinya, tetapi di sisi lain, ia mengerti alasan di baliknya.

Setelah beberapa saat, ia akhirnya mendekati Kaito dan menyentuh bahunya dengan lembut.

"Kau terluka," katanya. "Biar aku merawat lukamu dulu."

Kaito menatapnya dengan mata yang penuh kejutan, lalu senyum kecil muncul di wajahnya.

"Kau tidak marah?"

(Name) mendesah. "Aku masih marah. Tapi lebih dari itu, aku khawatir."

Kaito tertawa pelan. "Kau selalu begitu," katanya dengan nada penuh rasa syukur.

Saat (Name) mengambil kotak P3K, ia sadar satu hal—Kaito bukan hanya sekadar sahabatnya. Ia seseorang yang ingin ia lindungi, tak peduli seberapa besar bahaya yang mengelilinginya.

Dan mungkin, malam ini bukanlah akhir. Ini baru permulaan dari kisah mereka.

 Ini baru permulaan dari kisah mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

▼△▼△▼△▼△

A Star In ProgressCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang