Ketika Alur Berubah
.
.
.
.
.
"Matthias von Herhardt adalah seorang Duke yang terkesan dingin dan tegas secara bersamaan, rasa ketertarikannya pada Layla menjadi bumerang untuk dirinya—" helaan nafas keluar dari mulut (Name) sesaat setelah dia membaca sinopsis dari novel yang berjudul 'Cry or Better Yet, Beg'. Ia mematikan layar ponsel dan memutuskan untuk tidur. Yang tidak ia ketahui adalah bahwa itu akan menjadi awal dirinya bertransmigration ke dalam novel tersebut.
***
Mentari pagi menerobos tirai jendela kamar yang asing. (Name) mengerjapkan mata, berusaha menyesuaikan pandangan. Kamar ini bukan miliknya—terlalu mewah dengan ornamen klasik Eropa dan perabotan antik. Ia bangkit perlahan, menyadari rambutnya terasa lebih panjang dan pakaian tidurnya berganti menjadi gaun malam sutra.
"Nona (Name), sudah waktunya bersiap. Duke von Herhardt akan berkunjung ke manor hari ini," suara seorang pelayan terdengar dari balik pintu.
Jantung (Name) seakan berhenti berdetak. 'Duke von Herhardt? Matthias? Manor?' Pikirannya berputar cepat. Tak mungkin ia berada dalam novel yang baru saja dibacanya.
Dengan gemetar, ia membuka laci meja rias dan menemukan buku harian. Nama di halaman pertama membuatnya terkesiap:'(Name) von Eastley, sepupu jauh Layla llewellyn, protagonis utama.'
"Astaga," bisiknya. "Aku benar-benar ada di dalam novel."
Sebagai pembaca setia 'Cry or Better Yet, Beg', (Name) tahu persis alur ceritanya. Layla llewellyn adalah gadis jelita yang memikat hati Matthias, sang Duke yang dingin. Mereka terlibat hubungan rumit yang penuh kesalahpahaman, menyebabkan Matthias menyakiti Layla berulang kali sebelum menyadari perasaannya. Mengingat karakter Matthias yang kejam di awal novel, (Name) bergidik.
"Nona? Anda baik-baik saja?" pelayan itu kembali memanggil.
"Ya, aku akan bersiap," jawab (Name), memutuskan untuk menghadapi realitas barunya.
.
.
.
.
Matthias von Herhardt tiba tepat pukul sembilan, sosoknya persis seperti ilustrasi novel—tinggi, bahu lebar, rambut hitam tersisir rapi, dan rahang tegas yang menambah ketampanannya. Sorot matanya tajam menilai, persis seperti deskripsi dalam novel.
"Selamat datang di Eastley Manor, Duke von Herhardt," sambut Nyonya Eastley, ibu (Name) dan bibi nya layla. Yang baru (Name) ketahui sekarang jika di cerita ini layla memiliki bibi jauh.
Matthias mengangguk singkat, pandangannya beredar ke seluruh ruangan hingga berhenti pada (Name). Aura intimidasi menyelimutinya, membuat (Name) merasa seperti mangsa di hadapan predator.
"Siapa dia?" tanya Matthias, nadanya tajam.
"Anak saya, (Name) von Eastley. Dia baru saja tiba dari provinsi utara," jelas Nyonya Eastley. " saya juga pernah menceritakan soalnya pada anda jika anda ingat."
Matthias mengerutkan dahi. Ini tidak sesuai alur cerita. Dalam novel, pertemuan pertama seharusnya hanya antara Matthias dan Layla. (Name) adalah karakter sampingan yang bahkan tidak diceritakan di bab-bab awal.
"Di mana Layla?" tanya Matthias.
"Keponakan saya sedang berkunjung ke estate Duchess Hemingway. Dia akan kembali besok," jawab Nyonya Eastley.
Matthias terlihat kecewa, tapi segera mengembalikan ekspresi dinginnya. "Begitu. Saya berharap bisa membicarakan kerjasama perdagangan dengan Earl Eastley hari ini."
"Tentu, suami saya sudah menunggu di ruang kerja. Sementara itu, mungkin (Name) bisa menemani Anda menikmati teh di taman?" tawar Nyonya Eastley.
'Ini bukan alur cerita aslinya!' batin (Name) panik. Dalam novel, Matthias dan Earl Eastley langsung memulai pembicaraan bisnis, bukan bersantai dengan karakter sampingan sepertinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Star In Progress
Short Story- kumpulan cerita yang ku buat karna waktu yang kosong. - jangan terlalu berharap ceritanya akan sering update. - kumpulan tokoh dari krakter favorit ku. - semua tokoh milik sang penulis asli - doa kan agar cepet dapet ide - di vote tolong...
