Break.

10 1 0
                                        

Waktu membawaku kepada bab baru, bahwa aku masih harus banyak belajar soal hidup. Pertanyaan aku hidup untuk siapa, perlahan terjawab.

Sesungguhnya, kami semua hidup karena Allah memberi kita kehidupan. Lalu siapa kita sampai bisa merasa sombong dan sedikit sekali bersyukur. Padahal Allah sudah berjanji dalam firmannya bahwa ketika kita bersyukur, niscaya Allah akan menambahkan kenikmatan lainnya kepada kita.

Pada satu waktu, aku bersyukur dengan harapan bahwa Allah akan memberikan sesuatu yang lebih dari apa yang aku syukuri hari ini, tapi yang aku dapatkan kadangkala tak sesuai dengan keinginanku itu. Akhirnya aku sadar, bahwa bersyukur tanpa mengharap imbalan apapun adalah yang paling indah. Kita ikhlas dengan sungguh - sungguh, tanpa harus cemas atas apa yang akan terjadi setelahnya.

Masih diberi nafas untuk menjalani hari ini, Allah mampukan aku untuk berjalan, berusaha menjalani hari yang Allah kasih sendiri itu juga patut kita syukuri. Nikmat melihat, mendengar, dan meraba adalah nikmat yang tiada tara, yang kadang gak aku sadari juga. Seringkali lupa mengucap Alhamdulillah.

Tapi semoga, Alhamdulillah itu bisa kita usahakan setiap harinya. Bahkan di setiap detik dan menitnya.

Beberapa hari lalu, di kanal ust. Felix siauw aku mendapat titik pencerahan dimana dunia ternyata memang hampir menuju ujungnya, dan kiamat sudah menunjukkan waktunya. Jujur, setiap mendengar kata - kata kiamat itu dari dulu selalu denial terus menerus, tapi di zaman yang sudah seperti ini, dimana tanda - tandanya sudah terlihat dengan sangat jelas, aku gak berhak untuk denial lagi. Karena kata Rasulullah juga memang ini sudah waktunya. Dan iya, kita memang sedang menunggu.

Mendengarnya, sangat- sangat sedih. Karena yang kubawa sampai 22 tahun ini apa? Aku hanya menanam dosa, dosa, dan dosa. Penilaian baik dari orang lain terhadapku, semuanya karena Allah yang terlibat dalam menutup semua aib - aibku.

Aku selalu berharap Allah menurunkan hidayahnya kepadaku. Karena berubah menjadi lebih baik itu akan selalu ada di benakku. Namun di benak itu tentu saja belum cukup.

Jika orang melihatku lebih tersembunyi dari biasanya, sesungguhnya aku sedang merenungi dan menyesali hari - hari berharga yang telah hilang dari waktu yang kujalani. Sambil berpikir, cara menjalani hari yang lebih baik di sisa umurku, bahkan di sisa - sisa umur dunia.

Setelah itu, di kanal yang sama, aku mendengar beberapa pembahasan tentang sepasang insan yang bisa bersatu di jalan Allah melalui pernikahan. Jujur, aku amaze sama semua orang yang belum pernah sama sekali merasakan apa itu pacaran, dan hanya mencari pasangan melalui jalan yang halal, yang diridhoi Allah. Sementara aku? Dengan bodohnya bisa terbawa arus yang tak membawa dampak baik apapun dalam hidupku. Pacaran yang kualami hanya mendatangkan penyesalan, kekecewaan, dan rasa sakit setelahnya.

Mencari jalan yang halal itu, sesungguhnya adalah mimpiku saat ini. Bersama - sama menuju ridho Allah, dan meraup rahmat sebanyak - banyaknya dari-Nya melalui pernikahan dengan seseorang yang kudapat secara halal. Bukan mengejar cinta dari satu sama lain, tapi sama - sama mendekat kepada Allah, mengejar cinta dan ridho Allah. Kata ustadz felix; Allah, kita dan pasangan kita itu bak segitiga sama kaki. Allah itu ada di sudut paling atas, maka ketika kita hendak mendekatkan diri kepada yang di Atas, secara tidak langsung, Allah pasti akan mempertemukan kita di jalan yang diridhoi Allah. Dan itu indah gak si?

Dan aku mulai ngerti kenapa aku harus siap terlebih dahulu untuk itu semua. Bahkan sebelum pernikahan yang disiapkan itu, aku harus mempersiapkan diriku menghadapi kiamat di diriku sendiri, yaitu ajal. Karena kata Allah, setiap yang bernafas pasti akan mendapati ajalnya. Bahkan ciri - ciri kematian sendiri, kata ustadz felix itu ya bernafas. Tapi selain daripada itu, di hati kecilku, ya aku juga mau menjalani pernikahan seperti orang - orang sholeh dan sholehah diluar sana, bahkan mendapati surganya melewati pernikahan yang Allah ridhoi.

So ya, mau mawas diri dulu sejenak, Karena aku malu Ya Allah, ternyata aku masih jauh...

---

PLAYLISTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang