Di sebuah desa tersembunyi yang dipenuhi dengan pohon berbunga dan sungai berkilauan, Festival Sihir Tahunan sedang dinantikan oleh seluruh penduduk. Hari ini, Taeyong sibuk mempersiapkan keluarga kecilnya untuk ikut berpartisipasi. Pagi itu, sinar matahari yang lembut menyelinap melalui tirai, membangunkan Beomgyu yang tidur pulas di samping Sungchan.
Beomgyu mengerjap pelan, merasa kedinginan karena selimutnya tersingkap. Ia membalikkan badan, mendapati Sungchan masih tenggelam dalam tidur. Setelah mengucek matanya beberapa kali, Beomgyu turun dari tempat tidur dengan kaki mungilnya yang sedikit goyah, kemudian berjalan keluar kamar untuk mencari Taeyong.
Di dapur, Taeyong tengah menyiapkan botol susu sambil mengaduk ramuan sarapan bergizi untuk anak-anaknya. Mendengar langkah kaki kecil mendekat, Taeyong menoleh dan tersenyum, segera mengangkat Beomgyu ke dalam pelukannya.
"Beomie sudah bangun, sayang?" tanya Taeyong sambil mengelus rambut Beomgyu yang masih berantakan.
"Lapaa..." gumam Beomgyu, memeluk erat leher Taeyong.
Taeyong tertawa kecil dan menyiapkan semangkuk bubur sihir yang berwarna biru muda untuk Beomgyu. Tidak lama kemudian, Sungchan bangun, terdengar suara langkah kaki yang lebih berat dari belakang.
"Bubu... Mau mimik..." ujar Sungchan sambil menggosok matanya.
Taeyong segera mendudukkan Sungchan di kursi tinggi, memberikan botol susu hangat, sambil sesekali mencium kening kedua anak kembarnya itu.
Tidak lama kemudian, Mark dan Jeno masuk dari pintu belakang, dengan baju penuh debu dan senyum lebar di wajah mereka. Mereka baru saja berlatih menggunakan sapu terbang di halaman belakang.
"Bubu, lihat! Abang bisa terbang lebih tinggi sekarang!" seru Mark sambil mengangkat sapunya.
"Kakak juga bisa muter-muter di udara!" tambah Jeno dengan bangga.
Taeyong menepuk-nepuk kepala mereka dengan sayang. "Hebat sekali, Abang dan Kakak. Tapi sekarang, ayo bersih-bersih dulu sebelum sarapan."
Mark dan Jeno bergegas menuju kamar mandi, bersaing siapa yang lebih cepat membersihkan diri.
Tidak lama kemudian, Jaehyun turun dari lantai atas, masih mengenakan piyama bergambar bintang. Ia menguap lebar dan berjalan ke arah Taeyong, kemudian memeluk pinggangnya dari belakang.
"Pagi, sayang," gumam Jaehyun.
"Selamat pagi, Ayah," balas Taeyong dengan senyum hangat.
Setelah semua sarapan, Taeyong mengajak seluruh anak-anak untuk berkumpul di ruang tengah. Ia membawa sebuah kotak besar yang berkilau.
"Hari ini, Bubu punya sesuatu untuk kalian," ucap Taeyong sambil membuka kotak tersebut. Di dalamnya terdapat jubah-jubah kecil dengan bordiran emas dan topi sihir mungil.
"Ini untuk Festival Sihir hari ini!" lanjut Taeyong.
Beomgyu bertepuk tangan dengan riang. "Mau, Bubu! Mau!"
Sungchan pun ikut berteriak kegirangan, sementara Mark dan Jeno langsung mencoba mengenakan jubah mereka, berlomba siapa yang paling cepat.
Setelah semua mengenakan jubah, mereka berbaris rapi di depan Taeyong dan Jaehyun.
"Kalian semua tampan sekali," puji Jaehyun, mengusap kepala Beomgyu dan Sungchan.
"Bubu, kita menangin semua lomba, ya!" seru Mark penuh semangat.
Taeyong terkikik pelan. "Yang penting kita bersenang-senang, ya, Abang."
Mereka berangkat menuju pusat desa, di mana festival sudah dimulai. Jalanan dipenuhi lentera-lentera berterbangan, aroma manis kue sihir memenuhi udara, dan musik lembut terdengar dari sudut-sudut jalan.
Mark dan Jeno segera mendaftar lomba balap sapu terbang. Beomgyu dan Sungchan ikut lomba mewarnai awan sihir, sementara Sion yang digendong Jaehyun mengikuti kontes bayi ajaib.
Mark memandang sapunya dengan serius. Ia menoleh kepada Jeno.
"Kakak, kita janji, balapnya jujur, ya."
"Iya, Abang. Kakak enggak mau curang," jawab Jeno sambil mengepalkan tangan kecilnya.
Saat lomba dimulai, Mark meluncur cepat ke depan, diikuti Jeno yang terus mengejar. Penonton bersorak-sorai melihat dua bocah itu melaju dengan kecepatan yang mengagumkan.
Sementara itu, di area lomba lain, Beomgyu dan Sungchan duduk di atas karpet terbang kecil, dengan kuas sihir di tangan mereka. Dengan gigih, mereka mewarnai awan menjadi warna pelangi dan membuat bentuk-bentuk lucu seperti bintang, hati, dan naga kecil.
"Bubu, lihat! Ini awan Beomie," seru Beomgyu sambil menunjuk awan berbentuk kelinci.
"Syongie bikin naga!" tambah Sungchan bangga.
Taeyong memotret mereka dengan kristal foto sihir, menyimpan kenangan manis itu untuk selamanya.
Sementara itu, Jaehyun membawa Sion ke lomba bayi sihir. Di sana, bayi-bayi lain tampak mengerahkan kemampuan mereka. Ketika giliran Sion, bayi kecil itu hanya mengedipkan mata mungilnya, dan tiba-tiba bunga-bunga kecil bermekaran di sekelilingnya, membentuk lingkaran sempurna.
Juri-juri tercengang, dan Sion langsung dinobatkan sebagai "Bayi Terajaib Tahun Ini."
Setelah semua lomba selesai, keluarga Jung berkumpul di bawah pohon kristal raksasa yang bersinar di tengah desa. Mereka duduk di atas tikar sihir sambil menikmati kudapan malam berupa buah bercahaya dan minuman madu berbusa.
"Bubu, Abang dapet medali!" seru Mark sambil menunjukkan medali perak yang tergantung di lehernya.
"Kakak juga!" tambah Jeno, tak mau kalah.
Beomgyu dan Sungchan masing-masing memegang piala kecil berbentuk awan berwarna-warni.
"Dek, pinter banget tadi, Dedek menangin semua hati juri," bisik Jaehyun sambil mencium pipi Sion.
Taeyong menatap keluarganya, merasa hatinya penuh dengan kehangatan yang luar biasa. Ia menggenggam tangan Jaehyun erat-erat.
"Kalian semua sudah membuat Bubu bangga," ucap Taeyong dengan suara bergetar.
Malam itu, mereka berbaring bersama di bawah langit bertabur bintang. Lampu-lampu sihir berkelap-kelip di atas mereka, dan suara tawa anak-anak bergema di udara.
Di bawah sinar bulan penuh, keluarga kecil itu berjanji dalam hati untuk selalu menjaga kebahagiaan dan keajaiban dalam hidup mereka, apa pun yang terjadi.
Bagi keluarga Jung, sihir sejati bukan hanya terletak pada tongkat atau mantra, tetapi dalam ikatan cinta yang tak pernah bisa dipatahkan.
.
Apa ya, aku udah bingung cara buat dan cara pengetikan cerita aku kayak gimana..
Pokoknya terima kasih!
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Memories.
Fiksi RemajaTentang keluarga yang memiliki berbagai momen yang menyenangkan untuk dikenang bersama.
