5 tahun kemudian...
Setelah seokjin keluar dari rumah itu, semuanya berubah. Seokjin memutuskan mengakhiri hubungan yang berkaitan dengan tempat itu dan orang orang nya. Dan setelah keluar dari sana, Seokjin langsung pergi menuju Australia. Tempat rumah kedua nya sekaligus mengubah apa yang seharus nya ia rubah di korea.
Tentang Seokjin yang kabur dari rumah, sepertinya Namjoon beserta ibunya tidak tahu kalau dia pergi. Seokjin langsung memblokir nomor mereka dan mengganti nomor nya. Tapi untuk jaga jaga dia punya nomor dua untuk mengetahui situasi kantor nya di Korea.
Satu satunya orang yang tahu, Seokjin pindah ke Australia hanya Jimin. Seokjin mengancam Jimin jika ia mengadukan pada Namjoon, ia akan pindah lagi dan tidak akan berteman dengan Jimin lagi. Dan ancaman itu berhasil padanya.
Dan Jimin sesekali ke Australia untuk melihat Seokjin sekaligus liburan kesana bersama pacar nya. Ngomong ngomong Jimin sudah punya pacar.
SYDNEY, AUSTRALIA
"Hahhhh hari yang melelahkan..." Gumam Seokjin sambil menyenderkan bahunya ke sandaran tempat duduknya. Sesekali merengangkan otot nya leher, badan dan pinggang nya.
Ngomong ngomong soal penyakit Seokjin, ia mulai membaik namun tetap rutin kontrol dan minum obat yang telah di berikan oleh dokter nya. Seokjin menjalani perawatan nya di america. Ia selalu di temani oleh Jimin. Seokjin beruntung punya sahabat seperti Jimin. Jika tidak ada ia mungkin ia sudah memilih mengakhiri hidup nya sendiri.
Flashback...
Seokjin keluar dari dalam rumah itu sambil menentang koper dan dengan perasaan gelisah. Jam sudah menunjukkan pukul 23.04 malam dan jalanan sudah sepi.
Ia menarik koper nya dengan perasaan sakit, sedih, kecewa, dan rasa benci pada dirinya sendiri. Ia benci dengan dirinya yang cengeng, berpenyakitan dan selalu di rendahkan.
Dia selalu berkata dan selalu berulang ulang bertanya pada tuhan,
'Aku salah apa?'
Dan Seokjin tidak tahu ingin kemana. Dia bingung dan merasa tidak enak pada ahjumma.
Saat ia bertarung perasaan di hatinya, tiba tiba ada sebuah mobil berhenti di depan. Pintu kanan terbuka dan seseorang keluar dari dalam mobil tersebut. Dan ternyata orang itu adalah Jimin.
"Seokjin ah..." Panggil Jimin.
Seokjin yang melihat kedatangan Jimin, langsung tersenyum dan menyembunyikan koper nya ke belakang tubuh nya.
Jimin yang bingung, melihat Seokjin dengan tatapan menyelidik.
"Kau mau kemana malam malam begini? Mau study tour?" Tanya Jimin sambil melihat jalanan yang terlihat sepi. Dan kembali melihat Seokjin.
"Ahhhh... I... Ini, a... Aku mau ke... Kerumah Namjoon hyung..." Jawab Seokjin terbata bata.
"Kenapa jalan kaki, kan lu ada mobil, pengusaha kok jalan kaki." Tanya jimin lagi. Jimin merasa Seokjin menutupi sesuatu darinya.
"Itu mobil nya lagi di bengkel... Makanya aku jalan kaki hehehe... Ya sudah aku jalan dulu ya..."
Saat Seokjin mau melangkahkan kaki nya, Jimin dengan cepat mengambil koper yang ada di belakang Seokjin. Sontak Seokjin membuat Seokjin terkejut.
"Aku antar, Ayo!"
Jimin membawa koper Seokjin ke dalam mobil nya. Seokjin menghela nafas kasar karena sepertinya ia tidak bisa menutupi ini dari Jimin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Daijōbu
FanficJika aku tidak pandai mengambil hatinya, Setidaknya aku pandai dalam menutup luka.
