Setelah mereka selesai menikmati kue dan berbincang-bincang, Arumi merasa sangat bahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-temannya. Ia merasa sangat disayang dan dihargai oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.
"Kakak, aku mau main sama kamu," ucap Deva.
"Ia, ayo kita main apa?" tanya Arumi.
"Aku mau main boneka," ucap Devi.
"Oke, ayo kita main boneka," ucap Arumi.
Mereka pun mulai bermain boneka dan melakukan berbagai macam aktivitas yang menyenangkan. Arumi merasa sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama si kembar.
Setelah beberapa jam bermain, Arumi merasa lelah dan memutuskan untuk beristirahat.
"Deva-Devi, ayo kita pulang. Kasian loh kak Arumi mau beristirahat," ucap Kakek.
"Huft yaudah deh kita pulang , makasih ya kak udah berbagi kue dengan kami," ucap mereka berdua.
Mereka pun pergi dan menemui ibu dan ayahnya Arumi. Arumi merasa sangat bahagia dan puas dengan hari ulang tahunnya yang ke-9 tahun. Ia merasa sangat disayang dan dihargai oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.
Arumi pun memutuskan untuk menulis diary tentang hari ulang tahunnya yang ke-9 tahun. Ia menulis tentang semua kejadian yang terjadi hari ini dan tentang perasaan bahagia yang ia rasakan.
"Alhamdulillah, hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-9 tahun. Aku merasa sangat bahagia dan disayang oleh keluarga dan teman-temanku. Aku sangat bersyukur atas semua yang aku miliki," tulis Arumi di diarynya.
Setelah selesai menulis diary, Arumi merasa sangat mengantuk, Ia memutuskan untuk tidur dan bermimpi tentang hari-hari yang akan datang.
Keesokan harinya, Arumi bangun pagi-pagi dan merasa sangat segar. Ia memutuskan untuk menghabiskan hari itu bersama teman-temannya dan melakukan berbagai macam aktivitas yang menyenangkan. Ia juga berencana untuk mengunjungi rumah kakeknya itu.
Arumi pun bersiap-siap dan pergi ke rumah teman-temannya untuk bermain bersama. Ia merasa sangat bahagia dan bersemangat untuk menghabiskan hari itu bersama orang-orang yang ia cintai.
Dengan senyum yang lebar di wajahnya, Arumi melangkah keluar rumah dan menyambut hari baru dengan penuh semangat dan kebahagiaan. Ia tahu bahwa hari-hari yang akan datang akan penuh dengan kebahagiaan dan kesenangan, dan ia sangat bersyukur atas semua yang ia miliki.
Siang itu Arumi mendatangi rumah Silvi, yang ternyata disana sudah ada ninda dan keyla.
"Ihh kalian kok ga samper aku dulu." ucap Arumi sambil melepaskan sendalnya.
"Hehe maaf ya rumi, abisnya di rumah kamu ada hantunya." kata Silvi.
"Hantu? Loh aku ga pernah liat tuh." ucap Arumi dengan kepolosannya.
"Ih bukan hantu yang itu, tapi sebenarnya Silvi melihat kakak kamu sedang nyuci motor, jadinya gak jadi samper kamu." ucap Keyla.
"Ish ish ish, parah banget sih kamu ngatain kakak aku hantu." kata Arumi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Heh bener tau dia kaya hantu, soalnya nyeremin kalo marah." kata Ninda.
"Ish kalian jangan pada gitu dong, gitu-gitu juga dia sayang sama aku." Protes Arumi kepada teman-temannya.
"Aduh Arumi, yang namanya sayang itu harus membela adiknya dan lemah lembut ke adiknya, lah kakak kamu tuh kan suka bentak kamu, bahkan waktu itu kepala kamu juga dibenturkan ke meja kan." ucapnya gemas karena mengingat perlakuan kakaknya Arumi.
"Sudah cukup! Kamu gak boleh ngomong gitu, kak Rian itu sayang sama aku!" ucapnya sambil pergi meninggalkan ketiga temannya.
Semua tak menyangka jika Arumi malah jadi seperti itu, mereka sadar kalo mereka salah, tapi apa yang mereka katakan adalah kebenarannya, bahwa Rian tak pernah bersikap baik pada Arumi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary Depresiku - Telah Terbit
Teen FictionHidup dengan segala kemewahan dan ketenangan selalu di dambakan oleh semua orang, sama halnya seperti Arumi yang hidupnya dikelilingi kemewahan dan kasih sayang, namun seketika kebahagiaan itu sirna dengan secepat kilat. Semuanya berubah. Ada banyak...
