Lah

314 36 10
                                        

Ini jam istirahat, dan [Name] lagi nopang kepalanya dengan tangan di atas meja, dia lagi turu. Tiba-tiba [Name] ngerasa cahaya matahari menyelinap, menerangi matanya yang terpejam.

Mata [Name] berkedip tapi ga sepenuhnya terbuka, surai abu yang tertiup angin dan menyandar dijendela, Osamu memegang buku tulis dan menghalangi cahaya matahari yang menyinari muka [Name] tapi dia dengan non-akhlaknya juga yang narik buku itu lagi lalu wajah [Name] tersinari lagi trus dititupin lagi trus disinari lagi. Ga ada akhlak! :)

"Ngapain sih lu?" Tanya Atsumu yang duduk tak jauh dari mereka, didepannya ada koko koko china admin lambe sekolah.

"Biarin aja, ntar juga sembuh sendiri" ujar Suna yang masih sibuk dengan HP nya. Osamu hanya melirik mereka berdua, lalu balik lagi ngelihat [Name].

"Apa gue kurang waras ya?" tanya Osamu, dia sedikit berbisik, sengaja hanya biar [Name] aja yang dengar. "Lo kok cantik banget sih? Ga bosen jadi cantik?" Bisik Osamu lagi, kali ini dia mendekatkan diri.

Atsumu bangkit dari kursinya lalu melakukan perenggan badan(?), Suna pura-pura ga liat, ga perduli. "Jangan gangguin [Name] Sam, biarin lah dia turu" Kata Suna saat dia ngeliat Osamu yang jaraknya semakin dekat dengan [Name]. "Nanti Akaashi salah paham loh" Tambahnya, alis Osamu mengernyit, jelas tak suka dengan obrolan mereka.

"Dikit-dikit Akaashi, emang mereka udah jadian? Belom kan. Suami istri juga bukan." Jawab Osamu ketus, dia jadi badmood.

Suna jadi sedikit ngerasa bersalah, dia jadi keliatan ngedukung hanya sebelah pihak, bukannya jadi pihak yang netral.

*

Sementara itu di lain tempat :).

"Bro, kok Yukiepie tiba-tiba ga gangguin gue lagi?" Tanya Bokuto, rambut dia jadi turun. Lagi mode sad.

"Bagus dong bro, kan katanya lu ga mau digangguin dia" Ucap Kuroo, tangannya sibuk nguncir rambut Kenma jadi kepang.

"Tapi rasanya kek ada yang ilang" Bokuto nunduk, Akaashi yang mendengar cuma mengalihkan muka, ga mau ikut-ikutan.

"Oh ya, gmna kemaren Shi?" Tanya Kuroo ke Akaashi, wajahnya jadi berseri-seri mendengar kisah romansa adek kelasnya ini.

"Aman" Jawab Akaashi singkat, seluas senyuman terhias diwajahnya, dia tiba-tiba jadi merasa malu kalo inget kejadian kemarin.

Balik lagi dikelas [Name], dia dikagetkan dengan suara bel sekolah yang allahuakbar selalu berubah-ubah. Ntah siapa yang iseng ganti :).

Osamu masih sibuk mandangin [Name], "Nyenyak?" Tanya Osamu lembut sambil mengulurkan tangan untuk menyisir sehelai rambut [Name], [Name] yang masih konek jadi bingung, dia seketika bengong. Kanoka yang pengen duduk jadi kesel karna kursinya diduduki Osamu. "Minggir, gue mau duduk" Kata Kanoka.

"Cari tempat lain dulu" jawab Osamu, dia masih mandangin [Name], [Name] yang posisinya baru bangun jadi linglung, dia ga sadar kalo lagi di perhatiin.

"Ah tai!" umpat Kanoka, dia narik Osamu menjauh dan mulai duduk di kursinya yang tadi diduduki Osamu.

*

Saat bel pertanda pulang dibunyikan, Osamu ngekorin [Name] lalu tiba-tiba berjalan di sampingnya, membuat Kanoka dan Mai yang harusnya jalan barengan [Name] aga kesel.

"Ayo pulang bareng [Name]" Ajak Osamu, [Name] mandangin dia aneh.

"Lah, kan rumah kita lawan arah"

"Gpp, gue mau pulang bareng"-Osamu

"Tapi gue udah janji ama Mai ama Kanoka"

Ekspresi Osamu menggelap mendengar tolakan [Name], [Name] yang liat aga kaget, tapi Osamu dengan cepat menyembunyikan ekspresinya.

"Gitu ya, yaudah kalo gitu lain kali" Kata Osamu sambil senyum tamvan.

"Iya" Jawab [Name] singkat, jadi sedikit ngerasa bersalah.

"Janji?"

"Iya janji"

Mai sama Kanoka cuma saling memandang, aga bingung dengan interaksi antara dua sejoli didepan mereka.

*

Di perjalanan pulang, Osamu jalan bebarengan sama Atsumu, dia yang notabenya najis jalan bareng kembara laknatnya ini tiba-tiba membuka obrolan.

"Su, keknya gue setelah lulus langsung buka resto" Ucap Osamu tiba-tiba, Atsumu kaget dengan topik pembicaraan tentang masa depan, jarang banget Osamu mau ngobrolin hal serius sama dia.

"Kenapa lu tiba-tiba ngobrolin masa depan? Kek udah mo mati aja" Kata Atsumu ceplas-ceplos. Ajg emg :).

Osamu kesal, dia sedang tidak mood buat berantem. Tapi kembarannya ngeselin, pengen dia tampol.

"Kepikiran aja, kalo udah banyak duid kan bisa langsung nikah" Kata Osamu asal, dia cuma males mikir.

"Hah!?" Atsumu kaget, 'ga mungkin kan Samu ngedahuluin gue?' ia berbicara dalam hati. "Lo mo nikah? Kek udah punya jodoh aja" Cibir Atsumu.

"Ada kok"

"Hah?!" Atsumu kaget lagi "Siapa?!" Lanjutnya

"Lo ga perlu tau" Osamu memandang Atsumu jijik, dia jadi nyesel cerita ke kembar laknatnya.

*

Kanoka sama Mai sweatdrop saat mereka melihat [Name] yang masih bengong. "Lo make pelet ya?" Tanya Mai tiba-tiba, bikin [Name] pengen ngegeplak palanya.

"Sembarangan! Gue ga pake begituan" Bela [Name], masa iya dia dituduh make berhala.

"Trus bisa-bisanya lu di pepet dua orang?" Kanoka nanya, dia ngeliat [Name] dengan tatapan penasaran.

"Maksudnya?" Tanya [Name], dia ngerasa aneh kenapa tiba-tiba temannya nanyain yang beginian, setau [Name] dia lagi ga deket sama siapapun.

___

Lah klean masih disini? :D

Maapin ya yang updatenya setaun sekali atau bahkan ga apdet apdet ampe klean lupa jalan ceritanya. (Akupun lupa :')

Makasih ya klean yang masih mau baca, Thor jadi terhura setelah baca lagi komen atau pesan klean.

Btw sengaja kali ini banyakan dialog Osamu :p

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 30, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

JATOH |Akaashi KeijiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang