Chapter 20 (Violet Bag I)

169 16 5
                                        

Hyunjin keluar dari rumah itu, dia mengatakan kepada gurunya jika saat ini pilihan mereka hanya bisa menunggu dan melindungi diri maka dia tidak akan menyia-nyiakan waktu yang terus berjalan, dia akan menggunakannya untuk berlatih dan memperkuat dirinya. Lalu setelah mengatakannya dia pergi untuk menemui Han, meskipun dia bisa meminta bantuan Changbin dan Seungmin untuk melatihnya namun di pikirannya dia selalu teringat dengan gaya bertarung pria itu. Tidak seperti changbin yang selalu menggunakan kekuatan yang berasal dari kekuatan otot tubuhnya dan seungmin yang selalu tampak halus dan teratur namun gerakannya selalu cepat dan tangkas, meskipun gaya bertarung mereka berbeda namun ada yang membuatnya terlihat sama, saat dia berduel dengan changbin saat di perkemahan itu dia sekilas teringat saat ayahnya berlatih di rumahnya dulu, dan hyunjin bisa melihat hal itu di dalam gerakan changbin, hal itu juga yang membantunya hingga pertarungan itu bisa berakhir dengan seri.  Namun saat dia bertarung dengan Han waktu itu, dia kesulitan membaca gerakan pria itu seolah dia seperti sedang mengukir gerakannya sendiri dan bergerak dengan bebas, terlalu bebas jika kau bertanya kepada hyunjin. Dan karena gaya pertarungannya yang bebas dan lebih mengandalkan kepada kecepatan dan serangan yang cepat dia merasa gaya pertarungan mereka berdua sangat mirip, dia mengakui jika pria itu lebih hebat darinya bahkan pada saat dia menggunakan kecepatan vampirenya pria itu masih bisa mengalahkannya. 

Saat dia berjalan menuju rumah Han di depannya dia melihat felix yang berjalan ke arah yang sama dengannya. Hyunjin berlari mengampirinya. Saat mendengar suara langkah kaki yang berlari di belakangnya felix membalikkan tubuhnya dan melihat hyunjin yang berlari menghampirinya dari kejauhan, dia berhenti di tempatnya dan tersenyum kepadanya.

"Hai, Hyunne," ucapnya.

Hyunjin dengan sedikit merasa canggung dia tersenyum balik kepadanya.

"Hai," ucapnya.

Dia melirik sesuatu yang dibawa oleh felix di tangannya, sebuah keranjang kecil yang berisi beberapa botol kecil di depannya. 

"emm..apa kau sedang menuju ke rumah Hannie juga?" tanya hyunjin.

Felix melihat arah tatapan hyunjin dan melihatnya yang menatap ke tangannya atau ke arah keranjang yang di bawanya, dia lalu mengangkatnya dan menunjukkannya kepada hyunjin.

"Oh, apa kau bertanya mengenai ini?" tanyanya.

hyunjin sedikit mengangguk perlahan.

"em...ini bukan untuk hannie melainkan untuk chan-hyung, ini membantu tubuhnya agar menjadi lebih baik... ini untuk membantu menambah stamina tubuhnya para alpha sering meminum ini ketika rut mereka berakhir karena dapat membantu proses pemulihan," jelas felix.

Hyunjin sedikit menundukkan kepalanya saat mendengarnya, semburat pink pucat muncul di kedua pipinya saat sekilas ingatan di malam itu muncul kembali di kepalanya, dia melihat gambaran dirinya yang menangis seperti anak kecil sambil memeluk wolfchan di depannya dengan erat.

"lalu apa yang membuatmu mencari hannie? jika kau membutuhkan bantuan aku bisa membantumu," ucap felix dengan hangat kepadanya.

Hyunjin terseyum kepadanya.

"emm...aku ingin memintanya agar dia menjadi pelatihku," jawab hyunjin.

Felix menghentikan langkahnya dan menatapnya tidak percaya. Saat melihat pria di sampingnya berhenti hyunjin membalikan tubuhnya dan melihat felix yang menatapnya dengan ekpresi yang aneh? Dia memiringkan kepalanya kebingungan dengan reaksi pria di depannya itu, hyunjin kira dia akan menyemangatinya dan memberinya senyuman cerah sambil mendukungnya namun yang dia lihat tidak seperti yang ada di pikiran hyunjin.

"Apa kau....yakin?" ucap felix.

"Apa ada yang salah?" tanya hyunjin.

Felix menggelengkan kepalanya lalu berjalan mendekat ke arah hhyunjin.

Home [Chanjin]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang