Chapter 21 (Violet Bag II)

151 16 3
                                        

Pagi hari di rumah han hyunjin sedang bersiap-siap untuk memulai pelatihannya, dia memakai pakaian berwarna hitam dan ikat kepala yang menahan rambutnya agar tidak menghalangi pandangannya, di saat dia akan keluar dan memakai sepatunya di belakangnya dia mendengar suara pintu yang dibuka dia menoleh ke arah sumber suara dan melihat Han yang baru keluar dari kamar tidurnya sambil menguap dan seketika itu juga dia merasa kesal saat melihatnya.

"Hei!! Bukannya katamu kita akan memulai latihannya hari ini?" ucapnya dengan nada yang sedikit kesal.

Han yang masih setengah terbangun dari tidurnya dia melihat hyunjin yang sudah benar-benar siap untuk memulai latihan itu.

"hah? Tunggu....aku tidak mengatakan jika itu hari ini, aku mengatakan aku akan menyusunnya terlebih dahulu, aku senang kau terlihat sangat bersemangat untuk pelatihan itu, namun bukannya hari ini kita akan kembali ke werewolfdom, aku yakin semua orang sudah tahu tentang hal itu," ucap Han.

"Tunggu. Kapan dia memberitahukan hal itu? Kenapa aku tidak tahu tentang hal ini?" ucap hyunjin.

"hmm....entahlah...aku juga mengetahuinya dari changbin hyung,"

Hyunjin menatapnya dengan sedikit kebingungan, 'changbin?' sejak kapan pria itu menjadi tangan kanan sang alpha juga?

"kau bersiap-siaplah mengemasi barang-barangmu, sebentar lagi kita akan berkumpul di tempat pelatihan kita akan berangkat bersama ke sana." Ucap Han.

Hyujin menatap Han dari atas ke bawah seolah tidak percaya pria itu menyuruhnya bersiap-siap di saat dirinya sendiri masih memakai kaos polos dan celana pendek selutut dengan wajah dan rambut yang terlihat berantakan!!!

Hyunjin ke kamarnya dan mengemasi barang-barang yang dibawanya, satu tas pemberian dari orang yang masih belum dia ketahui yang kini dia isi dengan beberapa pakaiannya dan buku sketsa dan pensil yang dia gunakan untuk menggambar, dia juga membawa bungkusan kain dari Christ yang berisi pedangnya, pedang pemberian dari ayahnya. Dia menatap pedang itu dan merasakan kesedihan itu lagi ketika mengingat ayahnya dan momen yang mereka habiskan bersama. Hyunjin menghela nafas kecil dan memasangnya di pinggangnya.

Saat dia keluar dari kamarnya dia melihat Han yang keluar dari kamarnya dan terlihat lebih rapi dari sebelumnya, dia mengenakan pakaian serba hitam dan outer yang terbuat dari leather beserta sarung tangan hitam di tangannya dan sabuk celana dan beberapa senjata yang di letakan di pinggangnya.

Han melihat ke arah hyunjin dan melihat pedang yang terpasang di pinggang pemuda itu.

"Heii~ aku tidak tahu kau memiliki pedangmu sendiri," ucap Han.

Jika dilihat dari tampilan pedang itu sekilas dia bisa menebak kualitas pedang itu ditempa dengan sangat hati-hati, meskipun sarung pedangnya berwarna hitam namun dia bisa merasakan sang pembuat pedang tampak membuat pedang itu dengan memasang sebuah matra agar pedang itu bisa menyesuaikan dengan aura pemiliknya.

"ini dari ayahku," ucap hyunjin.

Han yang melihat perubahan raut wajah hyunjin yang terlihat sedikit sedih dia segera meminta maaf kepadanya, Han sudah mengetahui apa yang terjadi kepada orang tua hyunjin dan dia merasa turut bersedih setelah mengetahuinya. Hyunjin mengangkat kepalanya dan tersenyum kecil kepadanya, dan mereka berdua berjalan bersama menuju tempat berkumpul.

.....

Sesampainya mereka berdua di titik kumpul, hyunjin hanya melihat beberapa orang di sana, dia melihat christ, changbin, dan juga seungmin disana. Di bandingkan dengan saat mereka ke sini kini mereka hanya berlima, di mana orang-orang berada? bukannya mereka akan berangkat bersama kembali?

"di mana semua orang? Dan guruku?" ucap hyunjin.

"Masing-masing dari mereka sudah berangkat lebih dulu ke sana, dan sebagian yang lainnya masih berada di sini bersama keluarga mereka dan akan menyusul siang hari nanti, dan gurumu..., dia sedang bersama lee know, dan felix. " ucap christ menjawab pertanyaannya.

Home [Chanjin]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang