Hyunjin membuka matanya, dia melihat langit-langit atap di depannya. Dia mencoba bangun perlahan, punggungnya terasa panas, seluruh tubuhnya terasa sakit. Dia tidak mengingat bagaimana dia bisa berakhir di tempat ini. Suaranya pintu terbuka mengalihkan perhatiannya. Dia melihat Christ yang berdiri di sana. Pria itu berjalan mendekatinya.
"Hyunjin..," Ucapnya.
Pria itu duduk di kursi di samping sudut ruangan itu, dan menatapnya.
"Apa kau mengingat apa yang kau lakukan?" Lanjutnya.
Hyunjin menggeleng perlahan, sebelum dia tiba-tiba berhenti dengan cepat lalu sekelibat ingatan-ingatan muncul di kepalanya dengan cepat. Dia mengingat pelatihan itu dan juga bagaimana dia melukai bahkan hampir membunuh temannya. Hyunjin menatap Christ dengan tatapan horror dan mencoba bangkit dari tempat tidur itu.
"HANNIE! bagaimana kondisinya? Aku harus melihatnya," Ucapnya dengan cepat.
Christ yang melihat kepanikan hyunjin mencoba menghentikannya untuk bangkit dari tempat tidurnya. Sebelum sebuah suara dari balik pintu menghentikannya.
"Aku baik-baik saja,"
Hyunjin menoleh dan menatap orang itu. Dia menemukan Han yang berdiri menyender di sana. Pria itu berjalan mendekati mereka berdua. Hyunjin melihat beberapa luka han yang di sebabkan olehnya. Pipi kanan yang sudah di tutupi oleh kapas dan juga beberapa luka lainnya sudah di balut dan di obati. Hyunjin melihatnya dengan tatapan bersalah. Dia menundukkan kepalanya, dan kembali duduk di tempat tidur itu.
"Maafkan aku," Ucapnya sambil menatap mata pria itu.
"Harus aku akui itu sedikit menyenangkan, dan juga menegangkan, namun tidak sebanding jika harus melihatmu kesakitan," Ucap Han.
"Han." Ucap Christ dengan sedikit penekanan.
"Oh ayolah Hyung, siapapun bisa terbunuh jika lawannya bukan aku, namun aku tidak bisa menyembunyikannya jika aku juga sedikit menikmati pertarungannya?" Ucap Han.
Christ semakin menatapnya dengan tajam. Lalu perlahan dia mengalihkan perhatiannya kembali kepada Hyunjin.
"Apa kau tahu apa yang terjadi kepadamu waktu itu?" Tanya Christ.
Hyunjin mengangguk lalu kemudian menggelengkan kepalanya. Christ menatapnya lalu membungkukan tubuhnya untuk berada lebih dekat dengan hyunjin.
"Apa kau bisa memberitahuku semua yang kau ingat?" Ucapnya.
Hyunjin mengangguk lalu menatap Christ, kemudian menatap punggung tangannya yang berada di atas pahanya, dia mencoba menyatukan informasi dengan apa yang telah dia alami.
"Wolf-ku, kurasa dia sudah sepenuhnya terbangun, selama ini guruku memasang sebuah mantra untuk menahan kesadaran dan juga kekuatannya agar aku bisa bertahan hidup. Seperti yang kalian tahu, aku bukan seorang shifter sepenuhnya seperti kalian. Ibuku seorang vampire dan darah dan juga kekuatannya diwariskan kepadaku, sementara ayahku seorang shifter dia seorang alpha. Ku rasa alasan guruku harus mencoba menahan kekuatan wolf ku karena tubuhku tidak kuat menahan dua kekuatan yang bertolak belakang terus menerus mencoba saling mendominasi satu sama lain. Dan karena itu juga selama ini aku tidak pernah bertemu ataupun merasakan kehadiran wolf-ku, aku bahkan mengira selama ini aku terlahir sama seperti ibuku yang merupakan seorang vampire. Dan saat pertarungan itu, aku benar-benar merasakan kehadirannya. Wolf-ku dia mencoba berbicara kepadaku untuk pertama kalinya. Dia memintaku untuk membiarkannya keluar, dan...,tanpa sadar aku melakukannya.., aku membiarkannya keluar, namun aku tidak pernah menyangka kesadaranku akan hilang tergantikan olehnya, seperti yang Hannie katakan kesadaranku dan kesadaran wolf-ku bersatu. Untuk pertama kalinya ketakutan yang kurasakan hilang dan seluruh indra-ku terasa sangat jelas. Namun aku tidak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini," Ucap hyunjin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Home [Chanjin]
Fiksi PenggemarChanjin vampire werewolf au Ia hanya ingin menjalani mimpinya mengapa takdir bisa begitu sangat kejam terhadapnya. Dia tidak tau apa-apa saat orang yang disayanginya di renggut darinya. Apa yang bisa hyunjin lakukan untuk membalik takdirnya, dia tid...
![Home [Chanjin]](https://img.wattpad.com/cover/363468228-64-k298856.jpg)