Hai? Iya, ini masih gue, Anola christy.
Bingung ya? Selamat! Karna sekarang kalian masuk di bagian dimana, gue sendiri yang ceritain kisah gue dan 'Dia'.
Kisah yang kalo kata orang awam, kisah menyedihkan atau lebih dikenal 'Nice try' bro haha.
Oke balik lagi ke gue. Di bagian sebelumnya gue ngasih tau kalau gue pernah pacaran dengan 'Dia', ya meski hanya 4 bulan aja, tapi ya setidaknya gue pernah pacaran sama 'Dia' ketimbang sahabat nya itu haha.
Malam dimana dia nembak gue buat jadi pacar dia. Gue pikir kita bakal jadi yang selamanya,, tapi? Yaa tau sendiri lah kisah gue.
Waktu itu dia ngajak gue jalan jalan. Gue terima ajakan nya, karna biasaya juga dia sering ngajak keluar malem, gue gak ada feeling sedikit pun kalo dia bakal nembak gue.
Dia ngajak gue makan deket kota tua di jakarta. Kita bercanda kayak biasanya. Dia isengin gue, gue ngambek kayak biasanya juga. Tiba saat dimana dia tiba tiba nyeletuk "La, lo mau gak jadi pacar gue?"
Yap dia nembak gue se-tiba tiba itu. Gue kaget tapi gue berusaha normal meski jantung gue berdetak gak karuan.
"Lo mabok ya? Ngalantur aja jadi orang. Gak seru ah lu" celetuk gue, netralin diri gue yang salting pada saat itu. Gue berharap dia bilang kalo dia beneran bercanda, meski gue terluka, setidaknya gue gak mati ditempat karna ajakan dia buat jadi pacar nya.
Ternyata jawaban nya,,,
"Gue serius la, gue suka sama lo. Dan gue tau lo juga suka sama gue" Damn bro? Dari mana lo tau? Iya gue tau gue emang suka sama elu, tapi gue gak percaya elu suka sama gue, gue mikir gitu pada saat itu. Gue gak percaya.
Tapi dia buat gue percaya pada saat itu. Gue terhipnotis. Gue....
Terima ajakan dia buat jadi pacar gue.
💫💫💫
"Gue balik ya, Nol" Pamit Syifa setelah mengantar Anola ke apartemen nya sesaat setelah dari cafe yang mereka singgahi tadi.
"Iya, makasih ya. Hati hati di jalan" Ujar Anola dan dibalas dua kali klakson dari mobil Syifa.
Tiba di ruang tamu apartnya, Anola terdiam. Merenungi apa yang dia dengar saat di cafe tadi. Anola lagi di titik dimana harus memilih percaya pada rombongan cewe tersebut atau pada Rega yang notaben nya sang kekasih.
Ponsel Anola berbunyi, kalau dilihat dari notifikasi di bar handphone milik nya, tertulis "My Rega" dengan emoticon white love, sudah pasti itu kekasihnya, Rega.
Satu panggilan tidak Anola angkat, sudah ada panggilan kedua dari notif yang sama. Anola tidak menjawab, dia hanya masih termenung melihat banyak nya notif dari aplikasi whatsapp masuk sekaligus panggilan masuk dari orang yang sama.
Tidak ingin membalas, Anola me-nonaktif kan handphone yang sedari tadi nyala dengan notif tujuh kali panggilan masuk dari Rega.
Menenangkan pikiran sesaat, Anola memilih mandi dan memberi sarapan hewan peliharaan yang sedari tadi sadar bahwa dirinya sedang tidak di suasana yang baik.
"Re, jangan sekarang telfon gue. Gue.. pengen sendiri dulu" Batin Anola saat dirinya sedang mandi. Ini lah dirinya, Anola yang akan menjauh dari hal yang membuat nya sakit. Anola akan menjauh sejauh mungkin.
💫💫💫
Terbangun dari bunyi bel, Anola berjalan dengan jiwa yang belum sepenuhnya terkumpul.
Jika dilihat jam, Anola bangun kesiangan. Sekarang sudah jam setengah sepuluh pagi. Alhasil dia jadi tidak ke kampus.
Tidak langsung membuka pintu apartnya yang masih saja bunyi bel, Anola menyempatkan ke kamar mandi, mencuci muka, sikat gigi, dan terakhir minum ke dapur.
Awalnya Anola pikir itu Syifa, karna semalam Anola mengganti pin apartnya, takut takut Rega tiba tiba datang menemui nya langsung tanpa menekan bel.
Namun saat melihat dua puluh lima panggilan suara dan tidak terhitung nya pesan masuk dari Rega, Anola yakin didepan pintu apartnya saat ini adalah, Rega.
My Rega🤍
Sayang, aku udah dari tadi di depan apart kamu.
Kamu kenapa?
Dari semalem gak bisa dihubungi.
Kamu gapapa sayang?
La?
Kamu ganti pin apart kamu?
La?
Angkat telfon aku, sayang.
La bukain pintu nya, La.
Anola awalnya berpikir untuk tidak membuka pintu dan mengabaikan semua panggilan masuk dari Rega.
Namun pada akhirnya, Anola kini berhadapan dengan Rega tanpa halangan pintu apartnya lagi.
"Sayang kamu dari semalam kemana aja? Kok gak bisa di hubungin?" Cerocos Rega sesaat melihat wajah sang kekasih nya.
"Kamu nangis, La? Kenapa?" Pertanyaan Rega tidak di jawab. Anola masih saja terdiam menatap wajah Rega yang kini tampak khawatir dengan kondisi nya. Anola bingung ke-khawatiran Rega saat ini beneran rasa khawatirnya sebagai seorang pacar atau hanya sebagai, teman? Mengingat kabar yang ia dengar kemarin dari rombongan cewe di cafe itu.
"Kamu kenapa sayang? Pin aparg kamu, kamu ubah ya sayang? Kenapa?" Nada bicara Rega semakin turun, kalau orang yang mendengar pasti sudah terharu dan menceritakan beban nya, tapi Anola berbeda. Anola masih saja membisu.
"Anola kamu ken-" Omongan Rega terpotong karna Anola tiba tiba saja bicara menatap intens ke Rega.
"Lo kemarin ciuman sama Adira ya?" Potong Anola.
"Hah?" Kebanyakan cowo pasti akan seperti Rega saat ini kalau pacar nya tiba tiba saja menembak nya dengan pertanyaan Anola.
"Bener kan?" Lanjut Anola yang masih meneliti ekspresi Rega.
"Ngomong apasih kamu? Tiba tiba banget?" Elak Rega.
"Masih ngelak lo? Gak mau jujur?" Anola rasanya mau nyiram muka Rega dengan air comberan saat ini. Namun sayang agaknya karna wajah Rega tampan bro.
"Jadi kamu kemarin sampai pagi ini gak bisa aku hubungi atau aku telfon, karna ini? Kau bahkan ganti pin apart kamu karna ini?" Tanya Rega tanpa menjawab pertanyaan Anola.
"Masih ngelak? Oke" Putus Anola. Saat dirinya mau menutup pintu apart miliknya, Rega dengan cepat menahan agar pintu itu tidak sempat Anola tutup rapat.
"La, tunggu, kenapa di tutup? Aku belum selesai ngomong" Rega bingung, Anola kenapa bisa semarah ini? Padahal dirinya saja belum selesai menjelaskan apapun.
Ya makane langsung jelasin tulul, tai lu. Kalau saja Syifa disini, pasti kata kata itu keluar dari mulut berbisa nya.
"Mau ngomong apalagi lo? Udah jelaskan?"
"Jelas apasih, La? Aku belum ngomong apa apa?" Masih aja si Rega ini belum ngejelasin.
"Ya jelasin! Lo ngelak aja kan dari tadi gue tanya?" Anola sudah gak bisa nahan emosi nya saat ini.
"Kita masuk dulu ya? Aku bakal jelasin. Yang kamu pikirin sekarang itu bukan kenyataan nya, sayang" Ajak Rega agar mereka lebih leluasa bicara di ruang tamu dari pada di depan pintu yang bisa saja orang lain dengar.
"Kita putus aja, Re" Ujar Anola dengan wajah yang kini mulai dipenuhi air mata.
Rega terkejut kata itu keluar dari mulut Anola. Tidak mau, Rega tidak mau itu terjadi.
"Ngomong apasih, La? Masuk dulu ya? Jangan ngelantur ngomong nya"
"Nanti di dalam aku jelasin. Aku gak mau kita putus, La" Ujar Rega lalu membawa Anola masuk ke ruang tamu menjelaskan semua hal yang ingin Anola ketahui.
"Re, lo anggap gue selama ini apa?" -Anola.
Tbc...
KAMU SEDANG MEMBACA
Backburner
Teen Fiction"Lo pernah liat gue gak sih? Arti gue dalam hidup lo hanya sebatas tempat cerita lo doang?" Ini tentang Anola christy yang jatuh cinta pada teman nya Rega abraham yang ia kenal dari dua tahun yang lalu. Tentang bagaimana Anola yang menjadi tempat Re...
