29.

94 10 0
                                        

Gue kadang bingung dengan sikap gue, perasaan gue, dan banyak hal tentang gue. Karna sedari dulu gua cuma tau kalau gua itu harus ngertiin perasaan orang, perasaan gue? kepikiran itu aja gue gak pernah. Kadang Syifa yang selalu ingetin gue buat duluin perasaan gue baru orang lain, tapi gue... gak bisa, gue gak tega.

Suatu malam yang masih membekas dipikiran gue, dimana 'Dia' ngelakuin sesuatu yang bikin gue gak bisa toleran lagi. Sampai sekarang ingatan itu terus membuat gue trauma dekat dengan lelaki manapun.

Syifa sering banget ingetin bahkan ajak gue buat ke Psikolog. Dia kadang marah, ngamuk-ngamuk ke gue karna gue tetap teguh sama pendirian gue, gamau ke Psikolog. Bukan karna biaya nya mahal, tapi karna gue gamau mencoba mengingat 'hal' itu. Saat ini gue cuma berharap ingatan itu hilang tanpa gue ingat-ingat lagi, walau banyak tangisan yang harus mengalir dari mata, tanpa Psikolog.

Sederhana nya, gue gak mau orang lain tahu tentang cerita gue, even itu Psikolog. Gue aneh, iya gue tahu. Tapi ini lah gue. Anola Christy.



💫💫💫

My Rega🤍
Sayang aku lagi di Supermarket, kamu mau nitip sesuatu gak?
Sekalian aku nanti mampir Apart kamu.
13.00

4 Panggilan dari My Rega🤍 tidak terjawab

Babe❤️
Sayang maaf baru bales, aku baru megang hp😫

Loh kamu mau mampir ke apart aku?
tapi aku lagi gak dirumah sayang

Kamu di Supermarket bareng siapa?
15.40

Pesan yang dikirim Rega sudah hampir empat jam yang lalu, tapi baru sekarang Anola balas. Belum ada balasan dari pesan Anola ke Rega, tapi pesan nya sudah terbaca ditandai dengan centang biru dua.

Baru ingin mengetik pesan baru, Anola mendapatkan panggilan dari Rega yang langsung aja Anola angkat.

"Hallo sayang kamu lagi di mana emang nya?" Tanya Rega langsung saja setelah panggilan nya Anola angkat.

"Ini aku lagi diluar bareng Rio"

"Loh? berarti kamu lagi dirumah?" Tanya Rega. Anola tahu maksud dari pertanyaan Rega ini, Rega maksud rumah utama Anola yang diluar kota, dan tidak lagi di kota yang sama dengan nya.

"Iya, ini lagi ajak Rio main ke Playground Mall dekat sini" Backsound nya Anola memang Rega dengar banyak suara anak kecil, Anola memang tampaknya tidak berbohong.

"Kok gak bilang aku? Kesana nya kapan?  Kok kamu gak ada ngabarin?" Dari nada Rega, Anola tahu kalau Rega kecewa. Tapi Anola punya alasan lain.

"Sayang maaf ya, Bi Imas telfon aku tiba-tiba subuh tadi, katanya Rio hilang. Aku panik langsung nyusul kesana" Anola tidak berbohong, Bi Imas memang menghubungi Anola tentang hilang nya Rio. Karna panik, Anola hanya memakai pakaian se-adanya dan membawa tas selempang yang berisi apa yang paling Anola butuhkan. Anola tidak memegang hp nya selama perjalanan yang ia tempuh, bagaimana mau memberi kabar ke Rega?. Tapi tetap saja Anola merasa bersalah.

"Hilang? Kok bisa? Emang Bi Imas sama Mang Didit gak jagain Rio? Itu juga kok Rio bisa hilang subuh-subuh?" Pertanyaan dari Rega memang dapat Anola maklumi. Hilang nya Rio di jam yang masih subuh, itu tidak masuk di akal. Bahkan Anola sendiri bertanya-tanya saat Bi Imas pertama kali memberitahukan nya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 02 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BackburnerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang