22.

126 3 0
                                        

Gak tau kenapa hari ini Rega rasanya ingin terus tersenyum tanpa henti. Si Rega ini juga mikir bakalan traktir orang terdekat nya sangkingkan bahagianya dirinya.

Kemarin sore si Rega ini beneran nurutin nasehat Anola, padahal biasanya nasehat si Anola hanya penenang saja tanpa Rega tekuni. Namun kali ini berbeda, setelah memikirkan beribu kali baru lah si Rega ini memantapkan diri buat ngajak papa nya yang keras kepala itu untuk bicara lebih detail tanpa emosi.

Hasil dari percakapan antara ayah dan anak itu sangat bagus meski dengan banyak pertimbangan dan juga pertanyaan yang harus siap Rega jelaskan. Ternyata gak sesulit itu, gue pikir minimal gue bakal di tonjok bokap, pikir si Rega geblek ini kalo kata Anola.

Kebahagian Rega makin memuncak kala melihat Adira berada di ruang tamu nya pagi pagi begini.

Menghampiri Adira, Rega lebih dulu memastikan nefas nya wangi apa enggak, "perfect. Nafas gue kan emang selalu wangi" Puji Rega pada dirinya sendiri, padahal jika Anola mendengar dapat dipastikan detik itu juga Anola muntah di wajah tampan Rega.

"Dir, dari kapan lo disini?" Si Rega ini basa basi nya seakan tidak terima si Adira berada dirumah nya.

Tidak menjawab pertanyaan Rega, Adira hanya diam menatap ke arah rega dengan tatapan kosong membuat Rega bingung dengan ekspresi yang Adira perlihatkan padanya.

"Dir, lo gakpapa?" Makin bingung Rega mengganti pertanyaan sembari duduk dihadapan Adira dengan Adira yang masih aja menatapnya dengan tatapan kosong.

"Aldo lagi? Diapain lo sama Aldo?" Iseng iseng nanya lantaran Adira tak kunjung menjawab pertanyaan nya, dan ternyata mungkin pertanyaan nya kali ini Adira jawab dengan mata nya yang berlinang. 'Beneran anjing si Aldo bangsat, padahal gue iseng nanya doang' gumam Rega dalam benak nya.

"Lo di pukulin? Dibentak? Apa gimana?" Sebenarnya Rega merasa tolol nanya pertanyaan ini, karna semua orang pasti tau kalau si Aldo adalah orang yang sangat lembut dan tidak mungkin melakukan hal tidak terpuji seperti yang Rega tanyakan tadi, tapi kalo Rega yang melakukannya, orang lain tidak begitu heran karna dia seorang Rega.

"Dir lo diapain sama si Aldo? Biar gue gebukin, Dir" Tidak dijawab Adira, Rega makin frustrasi lantaran air mata yang mula nya hanya berlinang kini sudah bercucuran kian deras.

"Dir, lo kalo gak jawab betulan gue datangin si bajingan itu, gue gebukin sampe mampus, Dir. Serius gue"

"Dir gue gebukin itu anak? Gapapa gue mah, gue juga udah enek liat muka dia Dir" Si Rega ini dimana ada kesempatan disitu dia ngeluarin aura dendam nya terhadap Aldo.

"Dia selingkuh?" Dan pertanyaan Rega kali ini ngebuat Adira makin tidak kuat menahan tangisan nya.

"Wah bener anjing. Gila itu anak, cakep juga kaga. Masih gantengan gue, gue gebukin juga itu muka sampe mampus" Makin panas tangan si Rega ini mau nimpuk muka Aldo, tapi nunggu izin Adira dulu pikirnya.

"Dir lo jangan nangis gitu, Dir gue yang sakit ati jadinya. Gue gebukin ya? Gak masalah dah urusan nya ke hukum kalo sampe mampus dia gue buat, bapak gue kaya, Dir" Disaat saat seperti ini, anak pak Firmanto ini malah pamer harta bapak nya.

"Gue gebukin, Dir" Rega bangkit, meraih kunci mobil dan jacket nya, hendak berjalan namun Adira segera menahan nya dengan tangisan makin pilu membuat hati Rega makin tersayat.

Selama kenal dengan Adira, tak pernah dia melihat Adira menangis dan juga tak ingin Adira mnangis. Namun hanya karna Aldo, Adira jadi seperti ini? Rasanya Rega beneran ingin melayangkan kepalan tangan nya berkali kali ke wajah kusam Aldo kalau kata Rega.

Tak ingin tangis Adira makin pilu, Rega menuntun Adira untuk kembali duduk serta memegang bahu Adira dengan tatapan iba nya.

"Dir, lo tau gue sayang sama lo, gua gak pernah mau lo sehancur ini hanya karna bajingan kayak cowo lo. Jadi gue mohon sama lo stop nangis gini karna gue gak tega liat nya, Dir. Ceritain juga ke gue lo diapain sama Aldo sialan itu?" Kali ini Rega serius. Rega tidak ingin Adira bersedih terus menerus dan ingin Adira membagi masalah nya kepada nya, meski pun hari ini Rega ingin terus tersenyum. Tapi Adira adalah prioritas nya.

"Aku kemarin ajak Aldo nemanin aku buat ngeprint proposal, tapi dibilang ke aku ada urusan sama papa nya ke singapur padahal aku liat dia di resto berduaan makan bareng cewe lain" Mengingat kejadian kemarin membuat tangis Adira kembali pecah.

Di dalam hati Rega mengumpat Aldo sialan. Gak habis pikir dengan bajingan Aldo yang kata orang bak malaikat namun ada sisi redflag nya pikir Rega.

"Aku samperin mreka trus nanya ke Aldo kenapa bohong ke aku, tau gak dia jawab apa?" Kembali bercerita Adira semakin tidak dapat menahan tangisan nya.

"Dia mau udahan sama aku. Dia, dia bilang udah di jodohin sama cewe itu" Tangis Adira semakin bercucuran dan Rega yang mendengar cerita Adira pun semakin tidak habis pikir dengan sifat bajingan yang Aldo pendam selama ini.

"Trus aku nanya kenapa, tapi cewe nya langsung rangkul Aldo trus bilang kalau dia lagi hamil anak nya Aldo" Adira semakin menangis dan kali ini di ikuti dengan seng-senggukan nya membuat Rega mengepalkan tangan membuat tekad bulat akan melayangkan pukulan nya ke wajah sialan Aldo.

"Aldo jahat banget, Re. Emang aku salah apa sih? Aku gak tau salah aku ke dia apa? Kenapa Aldo tega banget sama aku?" Rega sakit hati melihat Adira diperlakukan seperti ini terhadap orang yang menurutnya baru datang dikehidupan mereka.

Rega tidak tahu lagi harus bilang apa, membawa Adira ke pelukan nya, berharap luka yang Adira rasakan dapat berkurang.

Rega sempat berpikir kenapa wanita yang berharga di hidup nya selalu saja tidak beruntung?

Dimulai dari, mama nya yang selalu saja kena amukan papa nya saat sedang marah atau banyak pikiran. Meski tidak selalu, namun Rega tau betapa pahit nya saat mamanya menghadapi amukan papanya.

Dan kemudian kakak kedua nya, Rembulan yang juga di sakiti oleh laki laki bajingan seperti Aldo.

Anola juga, bagi Rega Anola juga sangat berarti, tapi sayangnya Anola terlanjur disakiti Ayah kandung nya dan membuat dirinya terluka sampai saat ini.

Dan kali ini Adira yang baginya cinta pertama yang pernah ia rasakan namun disakiti oleh pria tidak tahu diri seperti Aldo.

Rega merasa memiliki kewajiban untuk melindungi orang orang yang disayangi nya melebihi apapun. Rasanya Rega sanggup menghancurkan siapapun yang menyakiti orang terkasih nya.




Tbc...

BackburnerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang