Tok"
Mahen berjalan mendekati pintu, setelah membuka pintu ada 2 gadis yang berdiri di sana.
"Loh, kak mahen?" Salah satu gadis menatap kaget
"Hai rin, mau liat haikal ya? Ayo masuk"
Harin dan satu gadis memasuki ruangan, tampak gadis itu menatap tertarik ke arah mahen
"Dia siapa rin? Cakep banget" Bisiknya pada harin
"Temen abang gue, emang sih dia cakep banget" Jawab harin pelan
Tiba tiba dari arah luar ruangan ada suara seorang yang sedang bertengkar
"Apaan sih?! Emangnya lo siapa larang larang gue masuk?!"
"Gue teman nya, napa? Gak seneng lo?"
Mahen segera melihat ke depan ruangan, mendapati ciko tengah berdebat dengan seorang gadis.
"Kenapa cik?" Mahen mendekati ciko
"Ini loh bang, rinanjing maksa masuk" Ciko memandang sinis rina
"Bangsat ya lo! Dasar cikon!" Bentak rina
"Stop gak usah teriak teriak di rumah sakit kalau gak mau di usir." Mahen menghela nafas
"Lo mau ngapain ke sini?" Mahen menatap rina
"Jenguk pacar gue lah" Ucapnya dengan percaya diri
"Halu lo jing" Ceplos ciko
"Heh cikon lo diem aja deh, gak ada yang ngomong ke elo!"
"Nyenye"
Rina yang murka hendak menjambak rambut ciko tapi..
"Heh heh! Mau ngapain lo?" Bian datang dengan ekspresi garangnya
"Jamet dari mana lagi ini" Ucap rina dengan tampang songongnya
"Mulut lo busuk banget kek muka lo" Julid bian
Rina menatap marah pada bian namun lagi lagi mahen melerai mereka, bersyukur karna mahen terlihat lebih baik tampangnya dari pada yang lain kalau tidak rina tidak akan patuh.
Pada akhirnya rina di izinkan menjenguk haikal meskipun beberapa teman haikal tampak tak terima..
"Huhuu bayi nya aku kenapa bisa gini" Isak Rina menatap haikal yang terbaring di ranjang pesakitan.
Harin terkekeh tidak menyangka ada yang sebegitu nya dengan sang kakak, sedangkan yang lain melihat jijik sikap alay dari seorang Rina.
"Btw nama lo siapa?" Tanya Abi pada seorang gadis yang datang bersama harin
Gadis itu menjawab dengan rona merah di pipi "Raya kak"
Abi mengangguk
Hening beberapa saat hanya terdengar suara dari Rina yang terus terusan berceloteh pada haikal, tiba tiba..
Brak!
"Allahuakbar!" Kaget bian ketika pintu di buka dengan kasar
"Siapa lagi ni cegil" Gumam ciko melihat adanya seorang gadis yang datang dengan riang
"Ayangg maaf telat aku udah bawain buah buat masa depan kamu" Ucapnya yang mengarah untuk Rina
Ekspresi Jijik jero tidak dapat di sembunyikan mendengar nada bicara gadis tersebut, seperti cewe pickme...
"Eh ada mas mas manis, halo mas" Gadis itu mendekati jero sembari tersenyum menggoda tanpa tau malu
"Apaan si sok asik lo" Nyinyir jero
