UNDERCOVER ACCESS

144 12 2
                                        

Sore itu, suasana kafe mulai lengang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sore itu, suasana kafe mulai lengang. Pelanggan terakhir baru saja melangkah keluar ketika Jevaro memanggil staf untuk briefing sebentar sebelum tutup.

"Besok ada supplier baru datang pagi-pagi. Semua harus rapi dan siap jam delapan," katanya singkat.
Ginara ikut mengangguk seperti staf lainnya, menyembunyikan degup jantung yang makin cepat. Ini waktu yang tepat.

Setelah Jevaro masuk ke ruang pribadinya-ruangan kecil di belakang kafe yang jarang dimasuki siapa pun-Ginara perlahan beringsut ke dapur, pura-pura membereskan gelas.

Beberapa menit kemudian, Jevaro keluar sambil membawa tas dan berkata, "Gue balik duluan. Jangan lupa kunci pintu."

Ginara membungkuk sedikit. "Siap, Pak."

Begitu suara langkah Jevaro benar-benar hilang, Ginara menyambar sarung tangan tipis dari saku celemeknya, membuka laci kecil tempat kunci cadangan disimpan-informasi yang sudah dia dapat sejak hari pertama.

Dengan tenang, ia menuju pintu ruangan Jevaro dan membukanya perlahan. Aroma kopi yang lebih pekat dan cat kayu tua langsung menyambutnya. Ruangan itu kecil, berisi meja kerja, rak dokumen, dan satu laci yang terkunci.

Ginara menyelipkan alat kecil dari saku jaketnya-alat pembuka kunci manual.

"15 detik," gumamnya, berjongkok dan mulai bekerja.

Klik.

Laci terbuka. Mata Ginara menyapu cepat isi dalamnya: dokumen keuangan, catatan pesanan, dan-sebuah flashdisk hitam kecil.

"Ini yang kita cari," bisiknya.

Ia mengambil foto dengan kamera kecil di jam tangannya, lalu mengembalikan semua seperti semula. Setelah itu, ia menutup pintu ruangan dengan hati-hati dan kembali ke depan, menyapu lantai seperti tak ada yang terjadi.

Di luar, suara motor Jevaro baru saja hilang ditelan malam.

Misi malam ini: berhasil. Tapi Ginara tahu, ini baru awal.

----

Beberapa menit kemudian, Ginara tiba di rumah samarannya-tempat yang disiapkan oleh tim untuk perlindungan sekaligus markas kecil sementara. Begitu menutup pintu, ia langsung menyalakan lampu dan menyalakan laptop yang tersambung ke sistem keamanan timnya.

Tak lama kemudian, layar menampilkan wajah Juan melalui panggilan video.

"Lo dapet sesuatu?" tanya Juan cepat, ekspresinya tegang namun penasaran.

Ginara meletakkan flashdisk di atas meja dan mengangkat alis. "Dapet. Dan isinya... belum tahu. Tapi feeling gue ini penting."

Juan mengangguk, lalu menyambungkan akses untuk mentransfer data dari flashdisk itu ke server tim mereka. Proses berjalan, sementara Ginara membuka jaket dan duduk bersandar, melepaskan napas panjang.

CriminalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang