GINARA ISHALA

386 31 3
                                        

Ginara Ishala, seorang polwan cantik dan pemberani, memiliki cara unik untuk menangkap pelaku tindak kriminal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ginara Ishala, seorang polwan cantik dan pemberani, memiliki cara unik untuk menangkap pelaku tindak kriminal. Ia sering berpura-pura mendekati sang pelaku sampai mereka jatuh hati padanya, lalu menangkapnya pada saat yang tepat. Namun, Ginara merasa tidak nyaman dengan cara ini karena ia harus mempermainkan perasaan orang lain.

Ginara terbangun karena suara handphone-nya yang berdering. Ia melihat ada lima panggilan tak terjawab dari teman kerjanya. Tak berselang lama, teman kerjanya kembali meneleponnya.

"Ada apa kau menelepon sepagi ini?" Ginara bertanya.

"Ariel Argantara dibunuh semalam. Aku sudah tahu siapa pelakunya. Cepatlah kemari, kita harus menyusun strategi untuk menangkap pelakunya," jawab temannya.

Ginara mendapatkan kabar bahwa ada kasus pembunuhan yang melibatkan keluarga Argantara, sebuah keluarga dengan perusahaan tersukses di Indonesia. Setelah mendengar kabar tersebut, Ginara bergegas bersiap untuk segera ke kantor polisi.

Sesampainya di kantor polisi, Ginara segera masuk dan menanyakan tentang kasus tersebut. Ia melihat rekaman CCTV dan merasa heran karena pelaku, Jevaro, dengan sengaja menampakkan wajahnya di kamera.

"Dia pelakunya kan?" Ginara bertanya pada rekannya.

"Benar, dia pelakunya. Dia Jevaro," jawab rekannya.

"Kau tahu apa motif pembunuhannya?" Ginara bertanya lagi.

"Naufal bilang dia memang memiliki masalah dengan Jevaro sudah sejak lama, tapi dia tidak memberitahuku apa masalahnya," jawab rekannya.

"Dengan cara apa aku harus menangkapnya?" Ginara bertanya, karena ia tahu bahwa ia akan diminta untuk menggunakan cara yang sama seperti sebelumnya.

"Seperti biasa, kau harus berpura-pura mendekatinya sampai dia jatuh hati padamu. Tunggu sampai dia mengajakmu menikah, lalu kita tangkap di hari pernikahanmu dengannya," jelas rekannya.

Ginara merasa bosan dengan cara ini dan ingin mencari cara lain. Ia merasa tidak enak karena telah mempermainkan perasaan orang lain.

"Apa tidak ada cara lain? Jujur aku bosan selalu menggunakan cara itu, jugaaa aku sering merasa tidak enak karena telah mempermainkan perasaan mereka," Ginara berkata.

"Itu tugasmu, lagipun itu salah mereka. Seandainya mereka tidak melakukan kejahatan, kita tidak mungkin mempermainkan perasaannya. Kalaupun kita menggunakan cara lain, belum tentu cara itu berhasil. Kau cukup laksanakan tugasmu, oke?" jawab rekannya.

"Baiklah, kalau begitu. Aku pamit," Ginara berkata.

Ginara sekarang berada di taman, sedikit pusing memikirkan cara agar dapat menangkap pelaku tanpa melibatkan perasaan. Ginara menolak cara tersebut bukan tanpa sebab; ia sering sekali merasa sedih ketika misinya berhasil dan melihat wajah kecewa yang ditujukan padanya dari para buronan yang ia jebak. Ginara benar-benar merasa seperti orang yang sangat jahat, tapi mau bagaimana lagi, ini tugasnya.

Ginara beranjak dari taman, ingin kembali pulang. Tapi sebelum ia pulang, ia melihat seorang anak kecil yang sepertinya sedang sedih. Ginara menghampiri gadis kecil itu.

"Hai, cantik. Kenapa sedih gitu mukanya?" Ginara bertanya.

Anak itu menoleh dan mendapati seorang perempuan cantik sedang tersenyum kepadanya.

"Kakak cantik," ujar gadis itu spontan.

"Makasih, kamu juga cantik. Kenapa nggak ikut main?" Ginara bertanya lagi.

"Aku nggak tau main bola," ucap anak itu dengan nada sedihnya.

Mendengar itu, Ginara merasa kasihan dan mengajak anak itu bermain bersama.

"Kamu mau nggak main boneka sama kakak?" Ginara bertanya, dan anak itu mengangguk.

Tak berselang lama, ibu dari anak itu datang menjemput anak itu. Setelah anak itu pergi, Ginara juga pulang untuk beristirahat.

CriminalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang