Happy reading
love you...
Semuanya dipersiapkan dengan baik untuk hari ini
termasuk aku tentunya, karena aku juga termasuk tuan rumah
pagi pagi aku sudah dibangunkan untuk bersiap
mulai dari mandi susu dengan kelopak bungan, baju, perhiasan, sepatu dan lainnya
merepotkan
dan disini aku berdiri di samping altar pernikahan, menyaksikan momen penting dan bahagia ayahku
ayahku yang biasanya terlihat dingin kini tergantikan oleh seorang pria yang lembut, senyum kecil menghiasi wajahnya, rambutnya yang ditata rapi dan jas hitam yang membalut tubuhnya menambah keanggunannya
sang pengantin wanita juga tak kalah bahagia gaunnya yang berwarna putih dengan kilauan permata membuatnya bersinar saat sinar matahari pagi menerpanya, bagaikan seorang bidadari yang turun dari langit, pipinya yang merona dan senyum manisnya yang tak pernah turun menambah kecantikannya
kedua pengantin itu saling memandang dan berbicara lewat mata
upacara sakral itu berlangsung hikmat
'akhirnya... dengan begini aku tidak khawatir lagi jika ayah akan sendirian setelah aku pergi'
Tuan.. saya akan selalu menemani tuan
'aku tahu'
.
.
.
Pesta akhirnya dimulai dimana dibuka dengan kedua pengantin yang berdansa
semuanya menikmati pesta dengan gembira
sedangkan aku? aku sudah menari tiga kali! dengan kedua ayahku dan kakakku
gila memang mereka, tidak ada yang mau mengalah!
pesta ini juga sekaligus memberitahukan kepada semua orang bahwa ayah kandungku adalah Granduke dari kekaisaran Evandra
tentu saja banyak mata yang menatapku dengan berbagai macam expresi dan emosi, banyak yang berfikir statusku sungguh hebat dengan kedua ayah tersebut tapi sangat di sayangkan aku hanyalah pengguna elemen air
apakah aku peduli? tentu saja tidak!
aku hanya menikmati pesta ini dengan memakan berbagai cemilan, makan lebih penting, lagi pula apapun komentar mereka tidak akan mempengaruhi hidupku
setelah kenyang aku pergi ke balkon untuk menghirup udara segar
angin dingin menerpa wajahku seolah olah mengingatkan diriku bahwa ini hanyalah awal
kenyataan memang selalu seperti ini, tapi nikmati dan jalani saja hidup ini, walaupun dunia akan berubah tapi aku tetaplah aku, tak ada yang bisa merubahku
waktu perlahan berlalu aku terbuai oleh ketengan yang sementara ini
hingga sebuah langkah kaki mengembalikan kesadaran ku kembali
perlahan aku menoleh
"Saya tidak menyangka tuan rumah yang seharusnya melayani tamu tapi pergi menghilang" kata pemuda itu, ia adalah Revan, penyihir muda dari menara sihir yang kepalanya pernah ku lempari apel
"saya bukan tuan rumah, saya hanya membantu, dan mengapa tuan berada disini? apakah pestanya membosankan?"
balasku sarkas, lagi enak enak menikmati syahdunya pemandangan, ada saja penggangu
"jika tidak ada nona tentu saja terasa membosankan"
"aku?"
"ya, nona pembuat masalah yang cantik"
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi figuran and sistem
FantasyNO PLAGIAT!!! PARA PLAGIAT HARAP MENJAUH!! (Bukan novel terjemahan) Gak bisa bikin deskripsi baca aja dulu siapa tau suka Kalo suka komen and vote kalo gk suka skip aja
