Happy reading
Tes..
Tes..
Salju pertama akhirnya telah turun, bukan kebahagian kali ini yang menyambutnya tapi ratapan keputus asaan
lagit hitam memenuhi cakrawala membentang dimana mana, semakin banyak titik putih kecil yang turun bagai harapan kecil ditengah kegelapan
angin dingin menusuk tulang, tapi.. perang ini, belum selesai
Akilla yang kini telah berubah sepenuhnya menjadi dewi cahaya Hera, begitu juga dengan Gabriella yang sepenuhnya telah berubah menjadi dewi kegelapan Sandra
Suasana semakin mencekam, mereka telah sampai di puncak pertarungan, dendam lama dan baru membuat mereka tak segan untuk saling membunuh
"menyerahlah Gabriella, kegelapan tidak akan pernah menang"
Akilla berkata di tengah pertarungan yang membuat Gabriella tertawa terbahak
dengan nada mencemooh dia membalas "jangan merasa menjadi yang paling suci Akilla, kau tidak sebaik itu"
"bahkan jika kau adalah dewi cahaya dalam hatimu ada kegelapan yang kau sembunyikan dari mereka" lanjutnya
Akilla yang mendengarnya merasa gelisah yang membuat mereka mundur untuk saling menyetabilkan kekuatan
"Hentikan omong kosong mu"kata Akilla lalu dengan kekuatan puncaknya dia merapalkan mantra yang sangat kuat yang membuat tubuhnya di kelilingi oleh cahaya emas yang menyilaukan yang kemudian berkumpul di tongkat cahayanya
Gabriella yang melihat itu pun segera melakukan hal sama cahaya hitam ke-unguan berkumpul di sekitarnya kemudian mengalir ke tongkat hitam legamnya
suasana yang begitu mencekam sangat kontras dengan salju putih yang turun perlahan dengan tenang di sekitar mereka
kemudian dengan lambaian tangan mereka melemparkan tongkat mereka bersamaan yang di penuhi oleh mana mereka dengan sekuat tenaga
TRANG!
sebuah anak panah es melesat diantara tongkat itu dengan kekuatan tinggi yang membuat kedua tongkat itu terpental jauh dan para pemilik mengalami serangan balik hingga memuntahkan darah
"Wah wah... permainan kalian belum selesai juga? bolehlah aku ikut bermain?"
suara merdu seorang gadis menembus kabut kekacauan seolah memberi harapan
dengan naga air sebagai tunggangan dia terbang kesana kemari seoalah olah itu bukanlah sebuah perang
rambut putihnya bergoyang kesana kemari membawa dengan lembut senyuman diwajah cantiknya tapi mata yang memandang malas kebawah penuh dengan ketidak peduli an
"Izzara?"
"Izzara?"
Izarra hanya tersenyum malas dan melambaikan tangan tapi hanya dengan lambaian tangannya hujan anak panah muncul dari belakangnya, tak memiliki mata menghamtam segalanya.
Dingin, tajam dan penuh kekuatan membuat Gabriella dan Akilla untuk sementara menghentikan pertarungan mereka dan fokus menghindar
"Izarra!! Apa yang kamu lakukan??!" Akilla yang mulai kewalahan pun merasa bingung dengan tindakan Izarra
Izarra dengan tatapan dinginnya hanya menjawab datar "tentu saja mengakhiri semua ini"
"Izarra tau siapa sebenarnya kami?! Kamu tidak akan bisa mengalahkan kami sendirian!" Akilla yang tidak percaya dengan perkataan Izarra langsung membatahnya, menurutnya Izarra bukan apa apa dibandingkan dengan mereka para dewi
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi figuran and sistem
FantasyNO PLAGIAT!!! PARA PLAGIAT HARAP MENJAUH!! (Bukan novel terjemahan) Gak bisa bikin deskripsi baca aja dulu siapa tau suka Kalo suka komen and vote kalo gk suka skip aja
