sembilan

6.7K 477 2
                                        

Jangan lupa vote
[Happy reading]

saat aku masih mencoba menenangkan kedua anak ini kecil yang dari tadi masih ketakutan sampai sampai aku di buat bingung jadinya

dan pada akhirnya aku menuruti kata sistem untuk  mengubah penampilanku menjadi lebih baik
karena dia bilang mereka takut denganku karena bisa dibilang penampilanku tidak cukup ramah
baju yang ada beberapa sayatan dan darah dimana mana dari jubahku, baju, apalagi sepatu wahh malah lebih parah dan sepertinya wajahku juga terkena darah saat bertarung tadi

dan benar saja saat aku sudah mengubah penampilanku mereka menjadi tidak terlalu takut padaku

oh ya aku sebenarnya hanya mengganti pakaian dan jubah ku saja karena kalau sepatu bisa nanti saja aku masih nyaman menggunakan yang ini dan jangan lupa topeng setengah wajah yang cantik masih terpasang di wajahku ini ku dari tadi

tapi baru saja aku ingin bertanya lagi tiba tiba munculah anak laki laki yang sepertinya usianya tidak jauh dari ku atau mungkin seumuran yang berteriak ke arahku sambil berjalan ke arahku

"HEII!! KAU APAKAN MEREKA" teriaknya

aku yang mendengar teriakkan itu pun merasa bahwa sepertinya aku mengenali suara itu tapi aku lupa

'sistem dia siapa'

Itu purtra mahkota tuan jawab sistem dengan malas

'oh iya sekarang aku ingat! eh sistem apa misinya sudah selesai?'

sudah tuan apa anda ingin menampilkan status?

'tidak nanti saja' kata ku kepada sistem

hmm kita harus pergi lagi pula misinya sudah selesai juga

jadi dengan cepat aku berteleportasi menuju kamar yang tadi ditempati tuan putri dan pangeran

Pov end

saat Izarra sampai di kamar tersebut dia langsung membereskan dupa yang ada di kamar itu setelah Izarra selesai ternyata sang pangeran sudah bangun duluan

Izarra yang melihat sang pangeran sudah bangun pun langsung menahan gemas

'Kyaaa kawaiii ≧ω≦' jerit Izarra di dalam hati

Izarra pun langsung menghampirinya dan menenangkannya karena dia sepertinya masih syok lihat saja mata besar yang berair itu hidung kecilnya dan pipi yang memerah

'ukh sungguh imut'

selang beberapa saat putri Sylvia juga sadar dan dia setelah bangun juga langsung menangis karena
masih syok juga

dan setelah mereka agak tenang tiba tiba saja pintu kamar itu pun didobrak dengan sangat kencang sampai pintu itu hampir copot

'haduh itu pintu kagak salah woilah main dobrak aja' kesal Izarra tapi walau pun kesal dia tetap bermain aman karena yang mendobrak adalah raja, jendral dan para ksatria

~~~~~~~~~~~~~~

Setelah kejadian menegangkan yang terjadi di istana akhirnya semua tamu yang sudah bisa pulang dengan aman

sedangkan Izarra saat ini sudah tertidur dengan pulas di kamarnya karena kelelahan

tapi saat tengan malam ia terbangun karena haus tapi air yang ada di mejanya sudah habis jdai dia harus pergi ke dapur untuk mengabil air tapi saat sudah sampai di dapur dia kakinya tersandung dan dengan tidak elitnya lagi tangannya kepentok meja

"Aaaaduuh duh sakit" kata Izarra sambil meniup jari jari tangannya yang memerah

tapi walau pun begitu dia tetap melanjutkan mengambil air lalu meminumnya tapi karena dia sudah tidak mengatuk lagi dia pun mengambil buah apel lalu berteleportasi

Transmigrasi figuran and sistemCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang