18

3.3K 254 21
                                        

Happy reading

"Permintaan ku adalah.....
pertemukan aku dengan jiwa Izarra yang asli"

"Oh itu mudah bagi kami" ucap Kriza dengan sangat percaya diri

"kalau begitu tutuplah matamu dulu" kata Joana memberi arahan

aku mengikuti apa yang mereka inginkin aku menutup mataku dan kurasakan suhu disekitar ku mulai berubah

dari yang dingin tapi sangat nyaman sesuai yang ku inginkan tapi sekarang berubah menjadi sangat dingin

"bukalah matamu"

sesuai instruksi aku pun membuka mataku dan sekarang yang aku lihat adalah hamparan salju luas hanya ada beberapa pohon itu juga tertutup oleh salju

"Oh kalian lagi selamat datang"

sapaan dari arah belakangku membuatku menoleh dan mendapati seorang gadis dengan rambut seputih salju mata berwarna dark blue kulit yang putih bersih dengan gaun putih diatas lutut dengan wajah datarnya tapi tidak dengan sorot mata yang berbinar itu

Dan dia berjalan dengan santainya menghampiri kami

"Eh ada kak Bulan juga hai kak bulan" kata dia setelah menyadari kehadiran ku

"H-hai Izarra" kataku dengan kaku

Hahh..

aku mulai mengatur nafasku dan mulai bersikap seperti biasa

"bisa kalian tinggalkan kami berdua" kataku tanpa menoleh ke arah dewa dewi itu karena aku yakin mereka pasti sudah paham

"baiklah panggil kami jika kalian sudah selesai" kata dewi Joana dan mereka pun mulai menghilang meninggalkan kami berdua

setelahnya kami hanya diam tidak yang saling berbicara dan suasana saat ini benar benar canggung

"Emm... Izarra ak-"

aku takbisa melanjutkan perkataanku di saat sebuah pelukan hangat yang tiba tiba

"Kak terima kasih" kata dia dengan suara yang bergetar dan membuatku bingung

"Eh? kenapa kau berterima kasih kepadaku seharusnya aku yang berterimakasih karena kau sudah memberikan tubuhmu untuk jiwaku ini"

tiba tiba dia memgeleng kuat dan aku merasakan bahuku basah

eh? dia menangis?

"H-hei jangan menangis" kataku panik

setelah aku mengucapkan itu dia melepaskan pelukannya dan mulai mengusap airmatanya dengan kasar lalu dia mengambil kedua tanganku

"Terimakasih karena kakak aku bisa merasakan apa itu sosok ayah karena dulu sebelum aku ditemukan oleh Tuan Xander aku tinggal bersama ibuku seorang akan tetapi tiba tiba rumah kami terbakar aku bisa selamat karena aku saat itu sedang tidak ada dirumah akan tetapi karena kondisi ibu yang saat itu sedang tidak sehat dia tidak bisa selamat"

"lalu aku memutuskan untuk pergi karena aku sudah tidak punya siapa siapa lagi"

"hari hari aku lalui dengan rasa lapar, sakit, rindu,dan kesedihan hingga tiba dimana aku bertemu dengan tuan Xander dia menyelamatkan ku dari pedagang budak yang sedang mengejarku saat itu"

"Tuan Xander adalah ayah yang baik dia dengan sabar merawatku yang selalu memberontak karena waspada"

"Hingga diamana aku didatangi oleh dewi kematian dia menawarkan ku untuk ikut dengannya bertemu ibu disaat itu aku merasa bimbang aku ingin bertemu ibu karena rasa rinduku tapi aku juga ingin tetap menjaga tuan Xander"

Transmigrasi figuran and sistemCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang