36

394 22 7
                                        

Happy reading...

Tuan! Dia dalam bahaya!

'sial.. '

Izarra melesat dengan cepat menuju keep tempat Revan berada

saat sampai disana kerumunan serangga itu berkumpul di satu tempat

'sungguh menyebalkan'

Aku menggunakan eleman angin untuk menebas dan menyingkirkan mereka

dapat ku lihat Revan yang penuh luka dan kulitnya mulai membiru

"tsk"

kemudian aku menebas mereka dan dengan cepat aku 'membersihkan' mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

kemudian aku menebas mereka dan dengan cepat aku 'membersihkan' mereka

"sistem, penawarnya"

dalam sekejap mata sebuah botol kecil berisi cairan hijau muncul di tanganku

tuan, dia tidak sadar

'aku tau'

aku mendekatinya dan menatap wajahnya yang membiru kemudian perlahan aku mencubit dagunya untuk membuka mulutnya

menuangkan sedikit demi sedikit penawar itu kedalam mulutnya sambil perlahan memijat dan sedikit mencubit tenggorokannya lalu akhirnya dia menelan penawar itu

beberapa saat kemudian kondisi tubuhnya mulai membaik, kulitnya perlahan kembali seperti semula

walau luka luka goresnya belum sembuh, setidaknya pendarahannya mulai berhenti

'kalau ayah nyadar aku gak ada pasti ribut lagi nih'

Tuan kan bisa pakai teleportasi, mudah

aku mengangguk menyetujui ide sistem 'kau benar, tapi aku harus membalut lukanya terlebih dahulu'

Dengan cepat aku membersihkan dan membalut lukanya, kemudian aku membawanya berteleportasi ke balkon

Kenapa kembali disini tuan?

'Kalau ke kamar nanti bisa jadi salah paham'

Revan yang terduduk di lantai balkon yang dingin dengan mata tertutup dan cahaya redup dari ruang pesta membuatnya terlihat menyedihkan dengan perban di tubuhnya

Izarra sempat tertegun sejenak lalu mengalihkan pandangan, kemudian dia berjalan pergi memasuki tempat pesta dan meninggalkan Revan sendirian dengan langkah pasti

memasuki pesta, melihat pemandangan yang meriah dan penuh suka cita membuat gejolak di hati Izarra, pikirannya melayang layang hingga ia merasakan kepalanya terasa berat

Sebuah tangan pria dewasa berada tepat di kepalanya dan menepuknya dengan lembut

"Ada apa Izarra? kau tidak terlihat murung" tanya pria itu yang tidak lain adalah ayah Izarra, Tuan Xander

Transmigrasi figuran and sistemCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang