NO PLAGIAT!!! PARA PLAGIAT HARAP MENJAUH!!
(Bukan novel terjemahan)
Gak bisa bikin deskripsi baca aja dulu siapa tau suka
Kalo suka komen and vote kalo gk suka
skip aja
Izarra melesat dengan cepat menuju keep tempat Revan berada
saat sampai disana kerumunan serangga itu berkumpul di satu tempat
'sungguh menyebalkan'
Aku menggunakan eleman angin untuk menebas dan menyingkirkan mereka
dapat ku lihat Revan yang penuh luka dan kulitnya mulai membiru
"tsk"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
kemudian aku menebas mereka dan dengan cepat aku 'membersihkan' mereka
"sistem, penawarnya"
dalam sekejap mata sebuah botol kecil berisi cairan hijau muncul di tanganku
tuan, dia tidak sadar
'aku tau'
aku mendekatinya dan menatap wajahnya yang membiru kemudian perlahan aku mencubit dagunya untuk membuka mulutnya
menuangkan sedikit demi sedikit penawar itu kedalam mulutnya sambil perlahan memijat dan sedikit mencubit tenggorokannya lalu akhirnya dia menelan penawar itu
beberapa saat kemudian kondisi tubuhnya mulai membaik, kulitnya perlahan kembali seperti semula
walau luka luka goresnya belum sembuh, setidaknya pendarahannya mulai berhenti
'kalau ayah nyadar aku gak ada pasti ribut lagi nih'
Tuan kan bisa pakai teleportasi, mudah
aku mengangguk menyetujui ide sistem 'kau benar, tapi aku harus membalut lukanya terlebih dahulu'
Dengan cepat aku membersihkan dan membalut lukanya, kemudian aku membawanya berteleportasi ke balkon
Kenapa kembali disini tuan?
'Kalau ke kamar nanti bisa jadi salah paham'
Revan yang terduduk di lantai balkon yang dingin dengan mata tertutup dan cahaya redup dari ruang pesta membuatnya terlihat menyedihkan dengan perban di tubuhnya
Izarra sempat tertegun sejenak lalu mengalihkan pandangan, kemudian dia berjalan pergi memasuki tempat pesta dan meninggalkan Revan sendirian dengan langkah pasti
memasuki pesta, melihat pemandangan yang meriah dan penuh suka cita membuat gejolak di hati Izarra, pikirannya melayang layang hingga ia merasakan kepalanya terasa berat
Sebuah tangan pria dewasa berada tepat di kepalanya dan menepuknya dengan lembut
"Ada apa Izarra? kau tidak terlihat murung" tanya pria itu yang tidak lain adalah ayah Izarra, Tuan Xander