Disclaimer : buat yang udah lupa sama alurnya boleh dibaca ulang lagi dari awal ya guyss
Sepulang sekolah, Rakha memutuskan mampir ke markasnya, hanya kumpul kumpul sebentar sampai akhirnya malam tiba Rakha memutuskan untuk pulang.
Sebenarnya, Rakha tadinya berencana mengajak Mala pulang bareng. Tapi begitu ia mencari Mala di halaman sekolah, Devi yang malah menghampirinya.
“Mala ke rumah gue dulu, Kak Rakha,” kata Devi cepat-cepat, seolah agak segan bicara sama cowok itu. “Katanya pengen bantuin bikin tugas.”
Rakha sempat mengernyit. “Nggak bilang-bilang.”
Devi hanya nyengir, lalu buru-buru pergi.
~~~
Selepas dari markas, Rakha tak langsung pulang ke rumahnya,melainkan ia mampir sebentar ke warung kecil di ujung gang, tempat langganannya sejak dulu. Warung itu sederhana, dengan rak-rak kayu berisi jajanan dan minuman dingin di dalam etalase. Pemiliknya, Bu Riri, sudah hapal betul kebiasaan Rakha.
“Eh , Mas Rakha. Biasa ya?” sapa Bu Riri
Rakha hanya mengangguk sambil mengambil sebotol teh dingin dari kulkas kecil di pojok.
Rakha termenung sambil menunggu pesanannya datang. Meskipun hatinya masih dihantui oleh rasa penasaran atas kepulangan sosok DIA , Rakha berusaha untuk menenangkan diri, mencoba mengesampingkan hal itu walau hanya sejenak. Ada satu hal penting yang kini perlu lebih ia perhatikan: perjodohannya dengan Mala.
Beberapa hari lalu, sebuah peristiwa nyaris merenggut kesucian Mala. Meski kejadian itu bisa dicegah, Rakha tetap merasa bersalah. Tanggung jawab yang telah dipercayakan oleh ayah dan bundanya untuk menjaga Mala ternyata tak mampu ia emban dengan baik. Kini ia bertanya tanya ,Jika menjaga saja ia gagal, apakah ia juga akan gagal menjalani perjodohan ini?
Sesampainya di rumah, suasana sudah sepi. Lampu teras menyala redup. Rakha melihat sepatu Mala tergeletak di rak yang ada di depan pintu. Artinya, Mala sudah pulang lebih dulu. Tapi ia tak melihat sandal cewe itu yang biasanya nangkring disebelah sepatunya, " ah mungkin dia lagi main sebentar sama Devi" pikir Rakha
Rakha masuk pelan-pelan, dan langsung menuju kamarnya untuk mandi, badannya sudah sangat lengket oleh keringat
Selesai mandi, Rakha langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Rasa lelah setelah seharian beraktivitas membuat tubuhnya terasa berat. Aroma sabun masih menempel di kulitnya, sementara rambutnya yang setengah basah mengenai bantal. Dia memejamkan mata, mencoba menikmati dinginnya udara malam yang merambat masuk lewat jendela yang sedikit terbuka.
Namun belum sempat kantuknya benar-benar datang, sebuah pikiran tiba-tiba melintas di benaknya, membuat tubuhnya refleks menegang.
“Anjir... camping besok.”
Rakha buru-buru melihat jam dinding. Sudah hampir jam sembilan malam. Dia belum menyiapkan apa pun. Sleeping bag-nya rusak, senter-nya hilang entah ke mana. Tanpa berpikir panjang, dia langsung ambil jaket dan kunci motor.
Saat melewati kamar Mala, lampu kamar perempuan itu masih menyala. Tapi Rakha tak sempat berpikir, dia langsung pergi ke toko outdoor 24 jam langganan di dekat pasar.
Begitu sampai di toko, Rakha langsung menuju rak sleeping bag. Saat sedang memilih, matanya menangkap sosok yang sangat dia kenal. Mala, lengkap dengan kaos lengan panjang, celana training, dan sandal jepit.
Mala berdiri sendirian di depan rak sling bag. Pandangannya kosong, memandangi sederet tas berukuran kecil dengan berbagai warna yang menurutnya semua sama saja. Sesekali ia menghela napas panjang, lalu mengambil satu, menimbang-nimbang, dan meletakkannya kembali.
"Gara-gara Devi…" batinnya, mendesah pelan.
Sejak awal Mala memang tidak terlalu suka kegiatan seperti camping. Baginya, menginap di hutan, tidur di tenda, dan mandi di sungai itu bukan ide liburan yang menyenangkan. Tapi sayangnya, demi kenaikan kelas , kegiatan itu jadi wajib diikuti. Dan lebih sialnya lagi, Devi, sahabatnya yang terkenal cerewet itu terus memaksanya ikut, dengan seribu satu janji manis yang nyatanya bohong belaka.
Padahal rencana awal, Mala dan Devi sudah sepakat mau belanja perlengkapan camping bareng. Dari tadi siang mereka kerja kelompok, sekalian katanya mau cari waktu buat beli barang-barang keperluan camping. Tapi baru juga jam lima sore, Devi tiba-tiba saja menerima telepon dari pacarnya si anak kelas sebelah yang entah sejak kapan jadi cowoknya itu. Dan dalam hitungan menit, Devi langsung pamit dengan alasan mendadak ada janji.
"Alah, janji apaan. Pasti diajak ngedate."
Mala mendecak kesal dalam hati, matanya masih tak lepas dari tumpukan sling bag.
Rakha langsung menyeringai, iseng. Dia mendekat pelan, lalu pura-pura berkata dari belakang:
“Mbak, jangan diambil semua ya… buat yang lain dong.”
Mala spontan kaget, hampir menjatuhkan barang di tangannya. Begitu menoleh dan menyadari siapa yang bicara, wajahnya langsung memerah, antara kesal dan malu.
“Rakha! Ngagetin aja, sih!”
Rakha tertawa pelan.
“Baru belanja perlengkapan Camping juga?” Mala hanya terdiam , malas menanggapi
Rakha kembali iseng. Dia mengambil sleeping bag warna pink terang dan menyodorkannya ke Mala.
“Nih, yang ini kayaknya cocok buat lo. Biar camping-nya makin cute.”
Mala mendengus, wajahnya makin merah.
“Dih, apaan sih. Gak lucu.”
Dia merebut sleeping bag itu dan mengembalikannya ke rak, sementara Rakha hanya tertawa kecil.
“Ya udah, urus urusan lo sendiri. Jangan ganggu gue.”
“Oke, Cewe Galak. Jangan lupa beli cemilan juga, nanti gue titip.” goda Rakha sambil berlalu ke rak senter.
Mala hanya bisa menghela napas, berusaha menutupi senyum kecil yang terbit di sudut bibirnya. Meski gengsi masih tinggi, dia tak bisa memungkiri bahwa keberadaan Rakha sedikit banyak mulai mengisi ruang di hatinya. dan Mala perlahan lahan mulai melupakan traumanya.
Dan malam itu, meski sama-sama gengsi, mereka pulang ke rumah yang sama dengan barang belanjaan di tangan. Tanpa perlu banyak kata, ada perasaan yang perlahan tumbuh di antara canda dan sengaja iseng yang tak pernah mereka akui.
Jum'at, 11 Juli 2025
yuhuuuuuu aku kembalii
oiyaa kalian boleh panggil aku minka ajaa yaa guyss biar lebih enak dan akrab lagi
komen komen ya guysss
atau ada yang mau kasih saran bolehh banget, minka terima semua masukan dari kaliann
see youuu💋😘
KAMU SEDANG MEMBACA
-RKHD-
Fiksi RemajaMala Aurora, gadis tomboy yang di pertemukan dengan seorang Rakha Danishwara yang notebane nya adalah kakak kelasnya di sekolah. Lelaki berandalan dengan segala tingkah nakalnya, rambut acak-acakan, dasi yang di ikat di lengan tangan kanannya, dan j...
