BRUUKK...
"Aaa, eh, kok gak sakit yaa, apa gw udh disurga"
"Buka dulu matanya"
"Suara malaikat"
"REIGAA" Teriakan Ade membuat Reiga membuka matanya, dan pemandangan yang pertama ia lihat bukanlah malaikat, melainkan wajah seorang pria.
"Iya gw ganteng kaya malaikat, gak usah terpesona gitu" Ucap pria yang menangkap tubuh Reiga saat ia meloncat dari balkon. Fyi, balkon rumah Ade tidak terlalu tinggi, jika terjatuh tidak akan mati, mungkin hanya cedera tulang.
"Reiga, kamu gapapa" Ade dengan tergopoh menghampiri Reiga.
Reiga langsung loncat memeluk tubuh Ade, memeluknya sangat erat.
"Ade dirumah lu ada orang gila" Bisik Reiga kepada Ade sambil melirik orang itu.
"Udah di tolongin malah ngatain" Cibir pria itu.
"Kamu gapapa kan Rei, ada yang lecet gak? Ada yang luka atau terkilir? Kita langsung kerumah sakit ya takut Dede nya kena imbas" Khawatir Ade sambil membolak balik tubuh Reiga.
"Enggaa, gak usah sampe ke rumah sakit, repot" Tolak Reiga.
"Lagian drama banget pake lompat dari balkon, sekalian noh dari atap biar dramatisnya dapet" Pria itu masih mencibir Reiga.
"Makasih mas udah nolongin Reiga, kalo gak ada kamu mungkin aku udah gak sanggup maafin diri aku sendiri" Ucapan Ade untuk pria yang ia panggil Mas.
"Emang cocok, sama sama alay soalnya"
"Siapa sih dia, kok bisa masuk rumah lu seenaknya, laporin satpam gih" Ujar Reiga sambil menatap sinis.
"Harusnya dia yang di laporin ke RSJ" Balas pria itu.
"Enak ajaa, ngajak berantem lu" Reiga menggulung lengannya berusaha menggertak.
"Ayo aja gw mah"
"bay one sini anjeng" Seru Reiga.
"Udah udahh, Reiga tenang dulu, aku kenalin ini Mas Adam, Kakak aku dari istri kedua, Mas kenalin ini Reiga istri dan ibu dari anak anak ku" Tengah Ade agar tidak terjadi tawuran pakmil.
"Lah berarti dia juga sama kaya keluarga lu yang lainnya dong" Ujar Reiga lalu berlindung dibelakang Ade.
"Cih, jangan samain gw dengan keluarga gila itu, gw udh gak ada hubungan apapun sama mereka" Bantah Adam.
"Jadi, kenapa mas bisa sampai ke mari" Tanya Ade langsung kepada Adam.
Begini ceritanya..
Saat tau Ade ada di Solo, Adam ingin segara menghampiri adiknya itu, namun karna satu dan lain hal ia tidak langsung menemui nya.
Dan sore ini, saat ia baru tiba dihalaman rumah Ade, Adam mendengar teriakan dari dalam membuatnya langsung berlari masuk untuk mengecek keadaan. Mendengar ada yang mau melompat Adam segera berlari ke halaman belakang dan untungnya bisa menangkap Reiga yang melompat dari balkon dengan selamat.
"Gw kesini karena ingin ketemu adik gw, tapi baru sampai sudah diberi kejutan tak terduga" Ujar nya Adam.
"Dapet drama orang hamil yang lompat dari balkon, besok besok dari atap biar anti-mainstream" Adam masih menyindir Reiga, ia tak habis pikir dengan jalan pikiran pakmil itu.
"Gw begini karena Ade mau-" Ucapan Reiga ter jeda, langsung menghadap Ade dan menampar nya.
Membuat Adam langsung terbelalak dan Ade yang ditampar langsung terdiam memegangi pipinya.
"Jelasin semuanya, sejelas jelas nya" Ucap Reiga penuh penekanan.
"Maksud lu-" Sebelum Adam membela, Ade sudah memberi isyarat untuk diam.
Ade mantap Reiga dengan sendu, Ia belum siap membicarakan ini, tapi ini juga menyangkut ke Reiga dan janin yang sedang dikandungnya.
"Maaf, aku mendapatkan restu dari mereka untuk menikahi mu, tapi setelah anak ini lahir mereka akan mengambil nya"
"GILA! Dan lu setuju?!" Bentak Reiga.
"Tenang Rei aku belum selesai" Bujuk Ade sambil mengusap lengan Reiga.
"Tentu aku menolak nya, aku tak butuh restu dari mereka dan aku tak sudi jika anak ini jatuh ke tangan mereka. Alhasil, semua aset milik ku diambil dan izin usaha ku di cabut atas nama keluarga. Makannya aku bilang mempertaruhkan anak kita, karena sekarang aku sudah tidak memiliki apapun untuk menjamin kehidupan nya kedepan" Tuntas sudah penjelasan Ade, Reiga yang mendengar itu segera memeluk Ade.
"Gak perlu dipikirin, gw ada sini, kita bisa jalanin berdua. Lagipula gw juga punya tabungan kok, walau gak seberapa sih. Tapi, yang pasti gw dan anak ini bakal tetep sama lu" Reiga mengusap punggung Ade berusaha menguatkan calon suaminya itu.
"Jangan lupain gw, ada beberapa perusahaan cabang yang bisa lu kelola, uang lu sekarang lu gunain buat biaya nikah sama persalinan nanti. Buat tambahan hubungin aja pasti bakal gw bantu" Adam ikut andil untuk menguatkan Ade, Ia pernah berada diposisi ini dan tidak akan membiarkan adiknya mengalaminya juga.
"Makasih mas, makasih Reiga, aku pikir kamu bakal pergi karena tau aku jatuh miskin"
"Sebenarnya gw ada pikiran buat langsung pulang ninggalin lu sih" Ejek Reiga.
"Reeiii" Suara Ade memelas.
"Bercandaa"
Ketiga tertawa bersama, seakan masalah tadi bukanlah hal besar yang harus diributkan. Simbok yang melihat dari dapur pun ikut mengulas senyum, teringat pesan nyonya nya saat datang siang tadi.
" mbok, Ade masih disini"
"masih nyonya, apa mau saya panggilkan?"
"Tidak usah, saya hanya ingin titip sesuatu, tolong berikan ini kepada Ade, dan sampaikan ucapan maaf saya karena tidak bisa membantunya. Kalau dia mau kembali, saya sebagai ibunya masih mau menerima nya dan istri nya. Tolong sampaikan ya mbok"
"Baik nyonya, akan saya sampaikan"
"Saya pergi dulu mbok, titip salam buat Ade dan Istri nya"
Sebuah amplop berkas Bu Tri titip kan kepada simbok untuk Ade, beliau tidak bisa membantu banyak, hanya bisa berdoa semoga kehidupan dan keluarga nya selalu dalam kebahagiaan tanpa adanya perpecahan. Karena beliau pun tidak bisa mempertahankan keluarganya sendiri.
-TBC-
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE STAND NIGHT {mreg}
Novela JuvenilKesalahan fatal yang dibuat Reiga membuatnya kehilangan arah. Dan dipertemukan dengan seorang pria yang sama sekali tidak pernah terlintas dibenak Reiga. "Ini salah, engga seharusnya ini hadir dihidup gw" "Tenang, lihat ada saya disini semua akan...
