9. After Illness

85 5 1
                                        

Alana menatap dari jauh Alpha yang tengah berbincang dengan seseorang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Alana menatap dari jauh Alpha yang tengah berbincang dengan seseorang. Mereka terlihat sangat dekat dilihat dari respon Alpha yang berbeda jauh ketika bersamanya. Disana Alpha terlihat sangat serius, saking seriusnya sampai tidak menyadari keberadaan Alana yang mulai mendekat.

"Eh Alana, udah mendingan?" Tanya seorang gadis yang berdiri tepat dihadapan Alpha yang tidak lain adalah Sisil. Alana mengangguk ringan sebagai jawaban dengan bibir yang tersenyum simpul sambil menatap secara bergantian Alpha dan Sisil. "Alpha kamu belum makan?" Tanya Alana yang tidak mendapat respon apapun dari Alpha, namun Sisil yang kebetulan dari tadi bersama Alpha menjawab dengan cepat.

"Udah, ini kami habis makan bareng"

Alana yang mendengar itu hanya mengangguk singkat sambil melirik Alpha yang sekarang sudah sibuk dengan handphone nya. Sayang sekali tubuh Alana rasanya masih lemas, Alana jadi tidak bisa menggoda Alpha, tapi syukurnya tubuh Alana sudah sedikit mendingan dari sebelum-sebelumnya. "Ohiya Alpha tadi aku udah gojek in kamu Pie Susu dari kedai kak Gibran dibawa pulang ya? Didalam juga masih ada, Sisil mau?" Tawar Alana pada Sisil yang langsung dibalas dengan kekehan ringan oleh gadis itu.

"Udah, gue sama Alpha juga baru selesai makan Pie. Ini box nya masih ada. Lo sih, kirain masih tidur jadi ngga gue ajak" Jawab Sisil dengan senyuman di akhir kalimatnya. Alpha udah lama ternyata diluar, bareng Sisil. Ucap Alana dalam hati.

"Simpan buat anak-anak nanti, dengar-dengar mau kesini" Sambung Alpha yang sedari tadi memilih untuk diam. "Eh iya? Aku ngga tahu" Jawab Alana. "Lo tidur" Terang Alpha membuat Alana tersenyum kikuk. Benar juga. Selama apa dirinya tidur, sampai banyak sekali kejadian yang terlewat?

"Mau kemana?" Tanya Alana ketika Alpha dan Sisil terlihat ingin beranjak dari sana. "Pulang, sekalian anter Sisil" Alana melirik kearah Sisil yang tengah sibuk membereskan barang bawaanya. Mereka sangat dekat. Bahkan Alpha terlihat tidak risih dengan kedekatan tubuh mereka yang sesekali bersentuhan, sangat berbeda jauh ketika bersama Alana. "Aku ambilin Pie nya ya?" Tawar Alana yang bersiap ingin kembali ke kamarnya.

"Ga usah" Jawab Alpha membuat Alana menoleh.

"Kenapa? Kamu kan suka, nanti sampai apart langsung dimasukin ke lemari pendingin buat dimakan besok-besok"

"Gue pulang kerumah" Jawab Alpha. "Yaudah bagus dong, sekalian buat Tante dan Om Mertua" Jelas Alana dengan antusias, namun berbeda dengan Sisil yang terlihat mengerutkan keningnya Tante dan Om Mertua? "Buat lo aja Alana, dimobil Alpha masih ada satu box juga. Teman-teman katanya mau kesini kan liat keadaan lo, sekalian makan bareng" Walaupun jauh dari lubuk hati Sisil sangat risih dengan Alana, namun sebisa mungkin Sisil tetap bersikap ramah.

Entah mengapa pertemuan kali ini Alana terlihat sangat pemaksa, atau hanya perasaannya saja? Alana yang mendengar itu hanya tersenyum sambil melirik kecil kearah Alpha yang terlihat tidak ingin mengatakan apa-apa. "Yaudah hati-hati ya, kabarin kalau udah sampai"

WAITERSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang