Hai...Kamu.
Yang kutemui di persimpangan jalan kemari. Yang kutemui saat kenyataan mengobrak-abrik relung jiwaku. Kamu...yang sekarang menjadi penduduk dan pemilik tahta tertinggi dihatiku. Yang sekarang menjadi obat pada saat gundah gulana menyeran...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di fakultas MIPA tepatnya prodi Astronomi, segerombolan gadis berjalan dengan penuh rasa percaya diri, melirik tanpa minat beberapa orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya. Tangannya terangkat bersama dengan kipas mini yang di arahkan ke wajahnya, tampilannya yang begitu stylish menarik perhatian banyak orang.
Mereka yang selalu menjadi perbincangan kampus karena ke primadona an nya. Sisil yang di kenal dengan kecantikannya, juga kepintarannya di bidang akademik, jangan lupakan poin tambahan kemampuannya di beberapa bidang olahraga menjadi poin yang semakin menambah ke populer an nya.
Sisil berjalan dengan ketiga temannya yang selalu mengikuti kemanapun dirinya pergi.
Kabarnya dua diantara mereka kemarin dari perwakilan putri di cabang olahraga basket, tidak lain Sisil, Kinan temannya dan beberapa tim berhasil mengangkat nama baik University Of Sitanus pada Asean University Games. UOS menempatkan posisi pertama dari beberapa Universitas-universitas Asean. Itu yang menjadi tambahan ke populeran Sisil dan teman-temannya.
Sekarang mereka tengah berjalan menuju kantin fakultas MIPA, menghampiri segerombolan laki-laki yang sudah lebih dulu mengamankan posisi di antara banyaknya mahasiswa-mahasiswa yang sedang memilih makanan dan tempat duduk.
"Duduk guys" Ucap salah satu dari mereka membuat Sisil dan teman-temannya tersenyum menanggapi. "Oh iya, dengar-dengar kamu ga pernah ikut latihan ya Pha, kenapa?"
"Lagi ga mot"
"Bukenn lyuu orhangyea" Ucap Anom saat yang menjawab bukan Alpha melainkan Vano, meniru salah satu tiktokers yang sering dirinya tonton ketika sedang gabut, plus dengan gaya stroke ala-ala nya membuat teman-temannya hanya menggeleng kepala sambil berdecak lelah.
"Gue ga ikut"
"Loh kenapa?" Tanya Sisil terkejut mendengar penuturan Alpha. Bukan apanya selama ini tim basket UOS di perkuat karena keberadaan Alpha. Lalu?
"Mau fokus olimpiade matematika" Jawab Alpha seadanya tanpa melirik sekitarnya, teman-teman Alpha sebenarnya tidak terkejut karena sudah mengetahui lebih dulu keputusan Alpha, tapi berbeda dengan Sisil, Kinan, Ariel, dan Bilu yang tidak bisa menahan keterkejutannya.
Why?
"Masih banyak anak-anak yang bisa di berikan kesempatan, dan tentunya tidak kalah hebat dari gue"
"Tapi Pha-"
"Keputusan gue udah bulat" Potong Alpha cepat membuat Sisil hanya menatapnya sambil cemberut. Alpha sangat tahu maksud Sisil. Sangat di sayangkan memang jika Alpha tidak ikut, tapi kali ini Alpha benar-benar ingin fokus pada olimpiade matematika nya, apa lagi sekarang Alpha seorang presiden D'Franco atau CEO di perusahaan yang didirikan oleh keluarga besarnya, baru kemarin pelantikan Alpha menggantikan posisi ayahnya.