{ f i v e }

609 56 0
                                        

TIIN.. TIIN..

Suara klakson mobil mengagetkanku. Aku segera keluar dan mendapati Jess keluar dari range rover hitam yang kendarai Ben.

"Dad, aku berangkat ya!" teriakku kemudian menutup pintu.

"Hey, Lexy." Ujar Jess sambil memelukku. Aku balas memeluknya.

"Hey, Jessy." Ujarku. Kami melepaskan pelukan.

"Masuklah. Malam ini kita akan bersenang – senang." Ujar Jess. Aku mengangguk tersenyum dan masuk melalui pintu tengah. Sementara Jess masuk dan duduk disamping kursi pengemudi.

"Hey, Lex." Ujar Ben. Yang memberikan fistbump padaku. Aku membalas fistbump nya sehingga kepalan tangan kami bertemu.

"Hey, Ben. Bagaimana kabarmu?" ujarku. Seraya mengenakan seatbelt. Jessy juga sedang memakai seatbeltnya.

"I'm good as always. How about you?" tanyanya. Kepalanya menoleh kebelakang, menatapku.

"Baik. Seperti yang kau lihat." Ucapku tersenyum. Ben mengangkat kedua alisnya seraya tersenyum.

"Ayo jalankan mobilnya, Ben." Ujar Jess pada kakaknya. Ben segera menjalankan range rovernya. Aku asik melihat jalanan ketika suara Ben mengagetkanku.

"Bagaimana kabar Rob, Lex? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya." Ujarnya. Wajahnya masih terpaku pada jalanan. Sementara Jess ikut bernyanyi kecil pada lagu Girl Almighty dari One Direction yang terdengar dari radio dengan suara cukup rendah. Mendengar lagu itu membuatku ingat akan perkataan Dad.

"Lex?" Ben membuyarkan lamunanku.

"Eh? Iya, Dad baik – baik saja. Berkunjunglah kerumah. Kalian sudah lama sekali tidak mengunjungiku." Ucapku seraya tersenyum.

"Aku rindu menonton film dikamarmu, Lexy." Ujar Jess seraya menengok kebelakang dan menatapku dengan bibir bawahnya yang dimajukan. Aku tertawa.

"Aku juga, Jess. Tapi ekspresimu itu menjijikkan." Ujarku seraya tertawa. Ben ikut tertawa sementara Jess memutar bola matanya kemudian mengembalikan posisi duduknya seperti semula.

"Kita mau kemana, Jess?" tanyaku. Beberapa hari yang lalu memang Jess mengajakku untuk keluar tanpa memberitahuku akan kemana.

"You'll see, Lexy. Sebentar lagi kita sampai." Jawabnya. Aku kembali asik menatap jalanan. Lagu diradio memang sudah berganti. Namun justru pikiranku mengulang ucapan Dad.

"Mungkin ada baiknya jika kau memaafkannya, Lex."

Entahlah. Memaafkan Zayn terasa begitu sulit. Melihat wajahnya di koran atau tv saja aku muak. Bahkan aku tidak pernah mendengarkan lagu One Direction secara sengaja karena aku tahu ada suara Zayn disitu. Apakah aku berlebihan? Kurasa tidak. Zayn pantas mendapatkannya.

"Kita sampai!" ujar Jess. Aku tersadar karna ucapan Jess yang terdengar begitu antusias. Aku melepas seatbelt dan keluar dari mobil. Diikuti Jess dan Ben.

"Ini rumah siapa Jess?" tanyaku pada Jess yang berdiri disampingku. Sebuah rumah dua lantai yang cukup mewah terpampang jelas didepan mataku. Halaman rumah ini cukup luas dengan taman yang membuat rumah ini terlihat sejuk dan nyaman. Ada sebuah air mancur kecil ditengah taman. Membuat taman ini menjadi tempat yang nyaman untuk bermain. Sayangnya ini malam hari.

"Ini rumah Ben." Ujar Jess bersemangat seraya tersenyum dan menarik tanganku untuk masuk. Ben sudah berjalan terlebih dulu dan membuka pintu rumah itu.

Aku memasuki rumah bercat putih itu. didalam rumah semua perabotan juga didominasi oleh warna putih. Ini sangat indah.

"Ben, ini luar biasa." Ucapku pada Ben. Ia hanya tersenyum miring.

BODYGUARD  [ OneDirection ] - ON HOLD-Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang