{ s i x }

528 56 0
                                        

Aku terbangun karena sinar matahari yang masuk ke kamarku semakin terang. Dad membuka jendela kamarku.

"Goodmorning, Lex." Ucapnya tersenyum lebar. Aku duduk dengan malas.

"Pagi, Dad." Ucapku seraya menguap. Dad tersenyum.

"Cepat turun dan sarapan. Aku membuatkanmu pancake." Ucap Dad. Aku mengangguk . Dad berlalu keluar kamarku. Aku masuk kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi. Kemudian menuruni tangga dan menghampiri Dad didapur. Dad menyerahkan segelas air mineral untuk kuminum. Aku tersenyum dan menghabiskan air dalam gelas itu. Dad sudah duduk dimeja makan dengan beberapa tumpuk pancake dihadapannya. Begitupun disebrangnya, beberapa tumpuk pancake tersedia disana.

"Kau membuatnya sendiri?" ujarku seraya duduk dikursi kosong yang dihadapannya tersedia pancake yang disiapkan oleh Dad.

"Tidak, tadi ada orang misterius datang memberikan kita pancake. Tentu saja aku membuatnya sendiri. Kau belum tahu tentang keahlianku dibidang ini rupanya." Ucapnya seraya menuangkan sirup mapple keatas tumpukan pancakenya. Aku tersenyum seraya menggeleng atas gurauan Dad.

"Kalau begitu kau harus sering membuatkanku makanan." Ucapku kemudian mengambil botol kecil berisi sirup mapple dan menuangkannya diatas tumpukan pancake dihadapanku. Dad hanya mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum miring. Kemudian mulai memakan pancakenya. Mengikuti Dad, aku mulai memakan pancake dihadapanku. Dan ketika aku mulai mengunyah pancake didalam mulutku, aku tidak akan pernah meragukan keahlian Dad dalam memasak.

"Kau tahu, Dad? This is the best pancake in the world! This is so delicious!" ujarku mengungkapkan apa yang dirasakan oleh lidahku. Dad tersenyum bangga.

"I've told you, Lex." Ujarnya. Aku melanjutkan melahap pancake buatan Dad. Sampai pancake dipiringku sisa setengah, aku dan Dad masih sibuk melahap pancake dihadapan kami.

"Lex, kau sudah memikirkan jawabannya?" ujar Dad tiba – tiba dan itu sukses membuatku menghentikan aktivitasku untuk lima detik. Aku mengangkat bahu.

"Masih kupertimbangkan, Dad." Ujarku seraya memasukkan sepotong pancake kedalam mulutku. Dad memasukkan potongan terakhir pancakenya. Dalam soal makan, Dad bisa makan dengan sangat cepat. Aku hanya tertunduk seraya terus sibuk menghabiskan pancake dihadapanku. Dad meneguk segelas kopi disisi kirinya sampai habis.

"Kau tahu, Lex. Aku paham apa yang menjadi masalahmu. Jika kau benar – benar ingin membantu, maka pikirkan nyawa mereka. Kau tidak boleh menomor satukan egomu. Tapi kembali lagi padamu, Lex. Aku hanya bisa memberikanmu saran. Karna tak semua orang memiliki kesempatan menjadi penyelamat orang besar seperti yang mereka tawarkan padamu." Ujar Dad. Ia melangkah kedapur dan mencuci semua peralatan makannya. Setelah ia kembali, aku selesai dengan pancakeku.

"Dad, bisa kau hubungi paman Mark untuk datang kesini? Aku sudah mendapatkan jawabannya."




Wah, Alexa mau jawab apa nih yaa? Maaf ya ini super pendek *peace*

Don't forget to leave vomment!xx

BODYGUARD  [ OneDirection ] - ON HOLD-Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang